
Disisi lain dipinggiran hutan Wilayah Timur terdapat sebuah jurang yang memancarkan energi Iblis yang sangat kuat. Seorang Pria berdiri dipinggir jurang yang tidak lain adalah Mo He.
Aura hitam keluar dari dalam jurang dan sosok bayangan hitam mulai terbentuk, "Kau lagi... sudahkah kau menyelesaikan hal yang aku tugaskan !"
"Salam untuk Raja Iblis.... Bawahan ini sudah menemukannya. Anak bermarga Chen itu membuat gerakan yang besar dengan membentuk Pasukannya yang terdiri oleh seluruh Kultivator Wilayah Barat. Pasukannya sekarang secara bertahap menuju tempat ini, kelihatannya dia sudah mengetahui petunjuk tentang keberadaan Raja Iblis !" Kata Mo He dengan hormat.
"Kekeke... Bagus sekali hiburan yang dia buat untukku. Kekuatan bukan sekedar dinilai dari jumlah, keturunan Keluarga Chen yang mewarisi semua kemampuan ilahi milik pria itu. Sepertinya ini akan menjadi menarik." Tawa Raja Iblis menggema diseluruh tempat dan Demon Qi miliknya meledak-ledak.
Mo He merasakan kekuatan yang luar biasa dari Raja Iblis ini. Dirinya bisa dikatakan sebagai yang terkuat di Benua Zhenwu sekarang, namun dihadapan Jiwa tanpa tubuh dari Raja Iblis sudah membuatnya menjadi anak kecil yang tidak berdaya.
Jika saja jantungnya tidak tertanam oleh Teknik Budak Raja Iblis, mungkin Mo He akan lari sejauh mungkin dari pada harus bersama dengan Raja Iblis yang menakutkan ini.
"Raja Iblis yang agung... apa perintah selanjutnya, jika kita terus diam maka hanya masalah waktu sampai mereka mencapai tempat ini !" Kata Mo He dengan keringat dingin didahinya.
"Apa yang perlu kau lakukan hanyalah diam dan biarkan aku melakukan sisanya !" Rantai hitam keluar dari dalam jurang dan menjerat dua tangan Mo He.
Melihat kekuatannya yang diserap oleh Rantai Hitam membuat Mo He sangat panik, "Raja Iblis... aku sudah setia dan melakukan perintah dengan baik, apakah aku layak mendapatkan hukuman seperti ini !"
"Ini adalah hadiah yang sudah aku siapkan untuk Budak sepertimu. Tidak ada hal yang membahagiakan bagi seorang Budak untuk berguna bagi Tuannya. Sekarang aku akan menggunakan tubuhmu dan mengambil kesempatan untuk pertarungan ulang dengan Anak bermarga Chen, jadi kau seharusnya merasa bahagia karena memiliki kegunaan untukku." Raja Iblis masuk kedalam tubuh Mo He dan perlahan mulai menelan jiwanya.
Demon Qi yang sangat kuat menyembur keatas langit dan tawanya menggema dengan keras diseluruh Wilayah Timur. Sekumpulan Jiwa keluar dari dalam jurang dan semuanya masuk kedalam tubuh baru Raja Iblis, kekuatannya sudah kembali lagi di Alam Mahayana dan niat membunuh yang tak terbendung meledak seperti gelombang tsunami.
Langit berubah menjadi hitam dan semua orang yang berada di Wilayah Timur dapat merasakan Aura ganas yang mengerikan. Bayangan Raja Iblis muncul diperbatasan dan sosoknya terlihat sangat agung dengan Aura penuh penindasan yang kuat.
"Marga Chen... Aku menunggumu untuk bertarung denganku. Jika dalam waktu satu tahun kau tidak datang, aku akan meratakan semuanya tanpa sisa. Aku akan memberikan hadiah kepada Pasukanmu karena berhasil mencapai tempat ini !" Kata Raja Iblis yang menggema diseluruh tempat.
Tepat dilangit atas Kota bayangan Raja Iblis mulai memadat menjadi sebuah Bola Hitam. Aura dari Demon Qi meledak dengan gila dan ukuran Bola Hitam itu terus membesar seperti bukit.
Pasukan yang memiliki kekuatan rata-rata berlutut ditanah dan ekspresi mereka terlihat sangat pucat, kekuatan seperti ini sudah sangat diluar nalar dan jika Bola Hitam itu jatuh dan meledak. Mungkin daya hancur yang besar akan menyapu bersih seluruh Kota dan dapat dipastikan kalau mereka semua akan mati.
Terlebih Yao Jun dan yang lainya juga ikut bergabung didalam Pasukan. Sekarang mereka benar-benar mengerti apa maksud dari perkataan Chen Niu sebelum berangkat kemari, awalnya mereka ingin mencoba untuk meningkatkan kekuatan mereka dan memperpanjang hidup.
Mereka tahu kalau diri mereka tidak akan sebanding dengan Kultivator yang ada di Benua Zhenwu dan masih butuh waktu untuk menutup celah. Namun siapa yang menyangka kalau Alam Dewa Bumi seperti mereka sama sekali tidak berdaya seperti ini, dihadapkan oleh Alam Dewa Langit dan Alam Mahayana. Mereka berempat tidak lebih dari seekor semut yang membandingkan dirinya dengan sebuah gunung yang mustahil untuk dipindahkan.
Cang Yue terbang ditengah Kota dan Petir yang ganas meledak dari tubuhnya, dia menatap keatas langit dan walaupun tekanannya cukup berat dia sama sekali tidak gentar sedikitpun untuk mencobanya. Sekarang dia berada di Alam Dewa Langit dan selama mereka menggabungkan kekuatan maka pasti ada cara untuk lolos dari kematian.