I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 182 - Formasi Jebakan ?


Duan Qinghan terlihat tidak puas dengan Cang Yue dan Fei Yan yang sama sekali tidak membantunya, namun sekarang sangat jelas bahwa saat ini dia sedang dipermalukan.


Arogansi yang dia tunjukan sebelumnya tidak lebih dari sekedar lelucon. Namun untuk sekarang tidak ada yang bisa dia lakukan, Duan Qinghan mungkin memiliki Artifak yang bisa digunakan tapi Cang Yue mungkin akan segera menghentikannya jika dia memakainya.


Yao Jun melirik Chen Niu dan berkata, "Sebaiknya kau harus berhati-hati... Pria itu menatapmu dengan kebencian yang dalam. Aku yakin dia akan mencoba yang terbaik untuk balas dendam !"


"Silahkan saja jika ingin balas dendam.... tapi jika dia pintar maka dia tidak akan melakukannya." Kata Chen Niu dengan santai.


Bagaimanapun juga dia memiliki modal yang besar untuk bertarung. Jika Duan Qinghan ingin membalas dendam maka dia juga harus siap menanggung konsekuensi kehilangan hidupnya.


Selang beberapa menit petir diatas langit menjadi lebih ganas dan menyambar kearah bawah, semua orang dengan sigap menghindarinya dan tiba-tiba sebuah lingkaran formasi muncul memutari Gunung.


"Sialan !" Cang Yue mengutuk dirinya karena tidak bisa mendeteksi formasi ini.


Tiba-tiba satu persatu dari mereka menghilang dan tidak terkecuali Chen Niu. Saat ini Chen Niu dikirim kesebuah Gua dimana hanya dia seorang diri yang berada disana.


"Hah... seperti ini lagi... apakah ada sesuatu yang bagus sampai menjebak semua orang didalam Formasi besar." Kata Chen Niu sambil mengusap kepalanya.


Didepannya sekarang ada sebuah lorong dan terdapat dua patung iblis kecil dengan dua sayap, tiba-tiba mata patung itu memancarkan cahaya merah darah dan sinar cahaya merah menyembur dari matanya dan melesat kearahnya dengan ganas.


Chen Niu yang terkejut segera menghindarinya dan lubang yang besar terlihat dibelakangnya, kedua patung itu mulai bergerak dan memancarkan Aura membunuh yang mengerikan.


"Sialan... apakah ini tempat para Iblis !" Chen Niu mulai geram dengan semua kejadian aneh ini.


Dinding Gua yang hancur perlahan kembali seperti semula kecuali dua patung itu, Chen Niu mengusap keringat didahinya dan mulai menebak-nebak situasi.


Namun segera dia mulai melangkah kedepan dan memasuki lorong, sampainya diujung jalan terdapat tangga yang mengarah keatas. Chen Niu tidak ingin terlalu berpikir banyak dan segera naik keatas, semakin dia naik maka sensasi panas yang terbakar dapat dia rasakan.


Panas yang kuat membuatnya mengerang dengan menahan rasa sakitnya. Jika bukan karena Teknik Pemurnian Bintang yang membuat tubuh dan tulangnya menjadi kuat, Chen Niu yakin bahwa tidak akan butuh waktu lama sampai dirinya menjadi abu.


Seribu anak tangga sudah dia lewati dan ketika dia melangkah lebih jauh Chen Niu dapat merasakan sensasi yang sejuk. Namun panas yang sebelumnya dia rasakan masih terasa dan ini tidak lebih dari kenyamanan sementara.


"Sialan... Aku sudah tahu mekanismenya, seribu anak tangga ini memancarkan energi panas yang gila. Sekarang menjadi sejuk dan bisa ditebak jika aku semakin naik maka hasilnya mungkin akan menjadi dingin yang menyiksa, sebenarnya jebakan macam apa ini !" Kata Chen Niu dengan kesal dan pasrah.


Chen Niu mau tidak mau harus menerima keadaanya dan melangkah kedepan secara perlahan. Mungkin ini memang sangat menyiksa tapi jika dia terburu-buru untuk maju maka hasilnya akan jelas.


Tubuhnya mungkin akan terkejut dengan perubahan temperatur dan mungkin tidak akan bertahan untuk waktu yang lama. Jalan satu-satunya yang bisa dia ambil adalah perlahan maju sambil beradaptasi sesuai dengan perubahan setiap anak tangga.


Chen Niu naik lebih jauh dan dia merasakan dingin yang sangat gila. Bahkan lapisan Qi yang melindungi dirinya masih tidak berpengaruh dan seolah dia merasakan kalau darah, daging dan tulangnya merasakan dingin yang yang menusuk.


Setelah melewati seribu anak tangga Chen Niu sudah melihat ujung dari perjalanannya, sekarang ada seratus anak tangga yang perlu dia lewati dan ketika kakinya melangkah keanak tangga berikutnya tiba-tiba tekanan jiwa yang sangat kuat menekannya.


Dadanya mulai terasa sesak dan Chen Niu segera merapal Teknik Sutra Surga, ruang kosong didalam Kesadarannya dipaksa meluas dan setelah beberapa waktu Chen Niu melanjutkan kembali langkahnya.


Sering kali Chen Niu berhenti untuk menstabilkan kekuatan jiwanya. Jika dia memaksakan diri takutnya jiwanya akan hancur dan tubuhnya akan meledak menjadi gumpalan daging, dia harus berpikir jernih dan terburu-buru bukanlah solusi yang bisa dibenarkan untuk kondisi sekarang.