
Ketegangan di Aula tempat mereka sangat luar biasa, tapi Chen Niu terlihat sangat santai dan Lin Yu menyuapinya makanan. Semua orang tidak tahu harus merasa kasihan atau iri kepada Chen Niu.
Chen Niu sudah menyinggung orang memiliki pengaruh, Xue Rong sendiri juga tidak merasa senang dengan keributan ini tetapi Bai Sha dan Zie Gang tidak berniat untuk berhenti. Lebih parahnya lagi Chen Niu malah menantangnya balik dan menyuruhnya untuk menunggu satu jam.
Zie Gang tersenyum dan berkata, "Setengah jam sudah berlalu dan berhentilah berpura-pura untuk tetap tenang. Jika kau berlutut sekarang dan meminta maaf mungkin Tuan Muda Bai Sha akan memaafkanmu !"
"Huh... setelah dia maka itu akan menjadi giliranmu, kau tidak perlu cemburu kepadanya !" Kata Chen Niu sambil mengunyah makanannya.
Setelah beberapa waktu pintu aula tiba-tiba dibuka dengan paksa, Sheng Tian dan kelompoknya masuk dan mengejutkan Bai Sha. Dibelakang Sheng Tian terlihat Bai Ding dengan kepala tertunduk kebawah.
Bai Sha yang melihat Ayahnya segera berdiri dan berjalan kearahnya, "Ayah... kenapa kau kemari bersama dengan Tuan Sheng Tian ?"
Sheng Tian mengabaikan semua orang dan memberi hormat kepada Chen Niu, dengan santai Chen Niu melambaikan tangannya dan meminta Sheng Tian untuk menunggu sebentar.
Bai Ding dengan marah berkata, "Aku tanya kepadamu... apa yang sedang kau lakukan disini ?"
"Aku.... aku hanya berpesta dengan teman-teman dan Anak itu menghina Ayah." Bai Sha menunjuk kearah Chen Niu.
Bai Ding terlihat sangat marah dan tamparan yang keras melayang kepipi Bai Sha. Semua orang yang melihat hal ini menjadi bingung, tapi Bai Ding sekarang mengerti apa alasan mengapa Chen Niu memanggilnya kemari. Semua ini karena kebodohan Putra pertamanya yang mungkin tidak sengaja menyinggungnya.
Lin Yu sudah tahu kalau hal ini akan terjadi, walaupun Chen Niu mungkin berlebihan dengan menyuruh Sheng Tian turun tangan. Tetapi dia sama sekali tidak merasa kasihan, jika Chen Niu tidak memiliki kemampuan ini maka merekalah orang yang dipaksa untuk berlutut.
"Aku membesarkanmu dengan sia-sia... apakah kau ingin membunuh Ayahmu sendiri. Mulai hari ini posisi Pewaris akan diberikan kepada Adikmu, menyerahkannya kepada orang sepertimu takutnya semua kerja kerasku akan hancur." Kata Bai Ding dengan kesal.
Bai Shi seketika kehilangan kekuatannya dan jatuh berlutut, dia masih bingung dengan apa yang sebenarnya Chen Niu lakukan kepada Ayahnya sampai membuatnya jatuh seperti ini.
"Apakah kau tahu alasan mengapa aku melakukan hal ini ?" Tanya Chen Niu dengan dingin.
"Tolong katakan Master Chen !" Kata Bai Ding dengan gemetar ketakutan.
Semua orang yang melihat hal ini sama sekali tidak paham, mereka berpikir kalau dunia sudah terbalik. Chen Niu hanya seorang yang cukup mereka kenal dengan baik, keluarganya sangat miskin dan memiliki banyak hutang dan kemampuan apa yang dimilikinya sampai membuat orang berpengaruh seperti Bai Ding gemetar ketakutan.
Chen Niu berdiri dan berkata, "Jujur saja... aku sama sekali tidak peduli dipermalukan didepan umum atau apapun itu. Bahkan jika aku sengaja diundang ke acara ini hanya untuk dipermalukan aku tidak akan semarah ini. Anakmu itu mengatakan bahwa Ayahnya adalah orang hebat, dia berniat untuk menghancurkan Panti Asuhan yang menjadi Rumah Kekasihku. Bukan hanya itu saja... dia ingin menyabotase karirnya dan meminta Grup King untuk memberhentikannya dari kontraknya."
Chen Niu melanjutkan, "Mengancam Kekasihku bukanlah sesuatu yang mudah dimaafkan dan kau seharusnya tahu siapa Pemilik dari Grup King bukan ?"
"Pemilik sekaligus Pendiri Grup King adalah Anda." Kata Bai Ding dengan jujur.
Bai Sha dan yang lainya hanya bisa terkejut mendengar kebenaran ini. Jika ini datang dari mulut Chen Niu maka mereka mungkin tidak akan percaya, tapi orang yang mengkonfirmasi adalah Bai Ding dan ini adalah sebuah kejutan besar.
Chen Niu menatap Bai Sha dan berkata, "Sekarang aku sudah mendatangkan Ayahmu yang sangat kau banggakan. Apakah kau masih bisa bersikap liar ?"
Tanpa sadar Bai Sha mundur dan merasa sangat ketakutan, dia tidak menyangka kalau Chen Niu adalah orang besar. Sekarang dia sudah menendang lempengan besi yang keras, tidak mengherankan kalau Ayahnya akan ketakutan seperti ini.
Sheng Tian mengerutkan keningnya dan mengambil pistol disakunya, semua orang menjadi sangat panik dengan hal ini dan mulai menepi kearah tembok.
"Jika Master Chen menginginkannya mati aku akan membunuhnya sekarang juga. Bai Ding... jangan salahkan aku karena tidak mengingat kerjasama kita, Anak sialanmu itu sudah melanggar batasan yang tidak seharusnya dia lewati !" Kata Sheng Tian dengan menodongkan pistolnya kearah Bai Sha.