I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 188 - Hancurnya Kehidupan Damai


Dua hari berlalu dengan cepat dan akhirnya Chen Niu berpisah dengan Isabel. Chen Niu mengambil penerbangan dan segera kembali ke Cina, namun kali ini terdapat banyak hal yang menjadi berita hangat dikalangan para Dewa diseluruh Dunia.


Chen Niu menjadi sangat terkenal mengingat kekuatannya yang sangat abnormal. Tidak ada orang yang pernah melihatnya bertarung dengan sungguh-sungguh namun kebenarannya karena telah membunuh salah satu Kultivator asing membuat nama besarnya melambung.


Sekarang Chen Niu mendapatkan gelar sebagai Raja dari Cina, banyak Peseni Beladiri yang berharap untuk mendapatkan bimbingannya dan tentu saja banyak Dewa yang juga berharap bisa mengetahui keterampilannya.


Chen Niu sendiri sangat sadar bahwa pusat perhatian sekarang tertuju kepadanya, namun dia tidak bisa menyalahkan Isabel terhadap bocornya informasi. Walaupun dia Dewa statusnya masih anggota Militer, jadi dia hanya akan memberikan informasi sebenarnya kepada Pemerintah.


Namun selama dua hari Isabel memberikan pengetahuan yang bagus dan saling bertukar informasi. Beberapa Dewa yang ada dan kekuatan setiap Negara sudah cukup untuk menjadi pengetahuan Chen Niu.


Selama satu hari penuh akhirnya Chen Niu sampai di Bandara Donghai. Chen Niu segera pergi untuk pulang dan setelah sampai di Distrik Utama dia merasakan sensasi yang aneh.


Tanpa pikir panjang dia bergegas terbang kearah Villa dan melihat hal yang mengejutkan, Formasi Pelindung sudah menghilang dan Aura yang kuat terpancar kesegala arah.


Empat orang sosok keluar dari dalam Villa dan dilihat dari kekuatan mereka setidaknya mereka berempat di Alam Dewa Bumi. Mereka berempat mengepung Chen Niu diatas langit dan terlihat sangat mengintimidasi. Nama mereka adalah Ban Ra, Li San, Yu Meng dan Ma Lan.


Chen Niu dipenuhi dengan amarah yang besar didalam hatinya dan berkata, "Bagus sekali... dimana mereka berlima ?"


"Kelima Kekasihmu... tenang saja mereka aman, hanya saja kami membutuhkan sedikit kerjasama." Kata Seorang Pria yang bernama Ban Ra.


Ma Lan tersenyum dan berkata, "Singkat saja... jika kau menyerahkan Buah Guntur dan semua Teknik milikmu, kami akan pergi dengan baik-baik tanpa ada yang terluka. Jika kau tidak bekerjasama maka mungkin hal yang tidak kau harapkan akan terjadi dan kami berempat akan membunuhmu disini !"


"Lalu tunggu apa lagi... lakukanlah sekarang juga, karena kalian sudah repot-repot datang maka aku bersumpah bahwa aku akan membunuh kalian berempat disini !" Kata Chen Niu dengan niat membunuh yang meledak.


"Cih... omong kosong... Aku hanya memiliki empat orang, salah satunya hanya Pembantu Rumah Tangga. Kau menyebutnya sebagai Gadis kecil, kau jelas berusaha membodohiku. Setidaknya ukur dulu secerdas apa dirimu sebelum kau membodohi orang lain, takutnya kau hanya terlihat seperti orang tolol." Kata Chen Niu yang mencibir Li San.


"Kau." Li San mengangkat tangannya dan Qi miliknya membentuk sebuah telapak tangan.


Namun sebelum Qi milik Li San terbentuk Chen Niu sudah meninjunya. Gelombang tinju itu dengan mudah menghancurkan Teknik Li San dan Qi milik Chen Niu mengamuk.


Chen Niu mengepalkan tinjunya dan bergerak kearah Li San dengan kecepatan penuh, walaupun dia wanita tetapi Chen Niu sekarang tidak terlalu peduli. Mengancamnya dengan omong kosong bahwa keselamatan Keluarganya ada ditangan mereka adalah sebuah kesalahan besar.


*Bang.*


Li San sangat ketakutan dan tinju Chen Niu yang keras tepat menghantam dadanya, Li San terpental kebawah seperti meteor dan menghancurkan Villa. Kekuatan Bintang yang merangsang kekuatan Chen Niu bukanlah sesuatu yang bisa ditahan oleh Li San, sekarang dia mati dibawah keganasan tinju Chen Niu.


Sebuah Teratai merah muda muncul dibelakang Chen Niu dan meledak tepat dibelakangnya. Chen Niu terpental kearah Danau dibawah Villa, namun seutas benang Qi menjerat Yu Meng. Wajahnya berubah menjadi kusut dan tubuhnya ditarik dengan paksa kearah Chen Niu.


Ban Ra yang melihat kesempatan ini tidak membuang waktunya, dia mengayunkan tangannya dan Burung Api yang besar terbang kearah mereka berdua.


Chen Niu mencengkram leher Yu Meng dan membuat tubuhnya menjadi Perisai hidup untuknya. Burung Api itu tepat mengenai mereka berdua dan menciptakan ledakan api serta gelombang panas yang kuat.


Bahkan uap terlihat sangat jelas dia yakin bahwa kemampuannya dapat melukai Chen Niu. Ma Lan hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tidak menyangka kalau Ban Ra akan sangat keji. Mereka berempat memang tidak berteman, hanya karena tujuan mereka sama maka mereka berempat memutuskan bekerjasama untuk berurusan dengan Chen Niu.


Namun kekuatan Chen Niu berada diluat ekspetasi mereka dan mungkin jauh lebih unggul dari Yao Jun. Langkah terbaik adalah untuk tidak membuang waktu, takutnya Yao Jun akan segera tahu bahwa mereka ada disini dan membantu Chen Niu.