
Dewa Langit dan Dewa Bumi memiliki perbedaan kekuatan yang sangat jelas. Bahkan Chen Niu tidak mengeluarkan banyak tenaga untuk membunuh Yang Wudi yang berada di Puncak Alam Dewa Bumi.
Sekarang Chen Niu memiliki beberapa poin yang bisa dia pikirkan. Pertama terdapat lebih dari satu orang yang menerobos Alam Dewa Langit dan Tian Zong dikepung oleh mereka.
Namun apa yang paling mengkhawatirkan adalah yang kedua dimana Mo He merupakan salah satu Anjing dari Raja Iblis seperti Yang Wudi. Semuanya akan masuk akal jika Tian Zong bertarung habis-habisan dengan Mo He dan berakhir mati dengan campur tangan Raja Iblis.
....
Disisi lain di Sekte Seribu Gadis banyak Kultivator yang berkumpul dan ratusan orang berada di Alam Dewa Bumi mencoba yang terbaik untuk merusak penghalang yang mengelilingi Sekte Seribu Gadis.
Pengepungan dari segala sisi ini membuat Cang Yue merasa sakit kepala. Kematian Tian Zong membuat orang-orang dari timur menginvasi Wilayah Barat, kedua wilayah ini sudah bermusuhan sejak lama dan Cang Yue tetap menjaga kehormatannya sebagai Master Sekte Seribu Gadis dengan tidak membelot.
Mo He bukanlah sesuatu yang baik dan pemimpin yang layak untuk dia ikuti. Jadi dia memutuskan untuk melawan dan akan mati dengan keyakinan penuh.
Hanya masalah waktu sampai Formasi Penghalang Sekte hancur, setelah itu akan ada banyak nyawa yang hilang. Walaupun dia yakin akan mati namun fondasi Sekte harus terus berjalan dan setidaknya dia meminta para Tetua untuk membawa Murid untuk melarikan diri.
Namun masih banyak Tetua yang peduli kepadanya dan ikut bertarung disisinya, walaupun hasilnya sangat jelas kalau mereka akan kalah tapi semua orang tidak takut mati sama sekali.
Cang Yue berdiri dan berkata, "Semuanya... maafkan aku karena menjadi Master Sekte yang tidak kompeten. Bahkan untuk melindungi Sekte Seribu Gadis dari bencana ini, aku sama sekali tidak memiliki kemampuan. Jika ada yang ingin pergi maka lakukanlah... aku akan mengulur waktu untuk kalian."
"Master Sekte tidak perlu menyalahkan diri sendiri... bencana selalu datang tiba-tiba dan kami akan maju bersama Master Sekte." Kata semua Tetua dengan tegas.
Tetua kedelapan menghela nafas dan berkata, "Jika aku tahu bahwa diriku akan mati seperti ini... lebih baik aku mati didalam pelukan Pria !"
Tetua Agung memukul kepala Tetua kedelapan dan berkata, "Kepalamu hanya berisi seorang Pria... lihatlah Master Sekte Cang Yue, banyak Pria besar yang mengejarnya dan dia tetap menjaga kehormatannya sebagai orang Sekte Seribu Gadis."
Cang Yue ingin tertawa mendengar mereka dan membayangkan wajah seseorang yaitu Chen Niu, sejak dia kembali dari Bumi entah mengapa dia selalu teringat dengannya.
*Boom... Boom... Boom...*
Ledakan diluar menjadi lebih intens dan Cang Yue merasakan Aura dari Praktisi Alam Dewa Langit, luka dalam akibat pertarungan yang sebelumnya tidak memungkinkannya untuk bertarung lagi saat ini dan jika Mo He datang secara langsung maka tidak akan ada yang selamat dari Sekte Seribu Gadis.
Seorang Tetua luar yang menjaga Formasi Pelindung bergegas masuk, "Master Sekte... Raja Fei Yan dari Kerajaan Fei datang dan meminta ijin untuk masuk !"
"Apa yang dia lakukan... Apakah dia ingin mati !" Teriak Cang Yue dengan bingung yang tidak tahu lagi harus berkata apa.
"Tapi Master Sekte... Raja Fei Yan membawa bala bantuan, sekarang orang itu sedang bertarung melawan musuh." Kata Tetua itu dengan senyum yang lebar.
"Suruh mereka masuk dan berlindung... berapa banyak yang Fei Yan bawa ?" Tanya Cang Yue yang menyangga kepalanya karena pusing.
"Dua orang... tapi yang bertarung hanya satu orang." Jawab Tetua itu dengan jujur.
*Boom... Boom... Boom.*
Chen Niu berada diatas langit diluar penghalang Sekte Seribu Gadis. Tangannya memegang Busur Ilahi dan dia menembakan ratusan panah yang menghujani kamp musuh dikeempat sisi.
Ledakan demi ledakan yang disertai gelombang Qi yang ganas memakan banyak korban, namun Chen Niu sama sekali tidak peduli ataupun merasa kasihan kepada mereka yang mati.
Entah mereka terpaksa melakukan ini atau tidak dia tidak akan mempermasalahkannya. Bagi mereka yang lari maka mereka akan tetap hidup dan bagi mereka yang tinggal maka pilihan satu-satunya adalah kematian.
Sekarang panggung yang besar sudah disiapkan untuknya. Setelah pertempuran hari ini maka dirinya akan mengambil alih Wilayah Barat sebagai Penguasa, karena apa yang perlu dia lakukan sekarang adalah memancing Mo He dan mengkonfirmasi apakah dia memiliki hubungan dengan Raja Iblis atau tidak. Karena itulah sebisa mungkin dia akan membuat namanya sampai terdengar ditelinga Mo He.