
Cheng Liu berjalan kearah Chen Niu dan memegang gelasnya, "Master Chen... terimakasih karena memberikan kepercayaan kepada saya. Segelas anggur ini untuk menghormati Master Chen !"
Cheng Liu meminumnya dalam satu kali tegukan dan merasa sangat puas, Chen Niu sendiri sama sekali tidak peduli dan tidak masalah siapapun yang memimpin selama mereka masih dibawah kontrolnya.
"Yah... nikmati saja dan jangan terlalu berbuat seenaknya." Kata Chen Niu dengan santai.
Qing Zhu menuangkan anggur untuk Chen Niu dan dia segera bersulang dengan yang lainya. Pesta ini cukup meriah dan tidak sedikit orang yang membangun relasi mereka dalam bisnis, namun apa yang mengejutkan mereka adalah Chen Niu yang merupakan seorang Penguasa Donghai dan Sichuan sekaligus pendiri dari Grup King yang baru-baru ini sedang naik daun dalam bisnis perhiasan batu giok.
Bisa dikatakan bahwa Chen Niu meraih kesuksesan dalam usia yang masih sangat muda dengan usahanya sendiri. Ini adalah salah satu contoh yang bagus bagi Generasi muda yang sekarang.
Qing Shen berjalan duduk didepan Chen Niu dan berkata, "Master Chen... bisakah saya memesan Gelang Giok yang cocok untuk Wanita. Takutnya Bisnis Master Chen sangat ramai dan sulit untuk melakukan pemesanan !"
"Tuan Qing Shen tidak perlu khawatir... aku akan mengirimkan satu untukmu nanti secara gratis." Kata Chen Niu dengan jujur.
"Oh... Ayah.. terimakasih karena membelikan satu untukku." Kata Qing Zhu dengan senyum yang menawan.
"Untukmu... itu untuk ibumu... sebentar lagi adalah ulang tahunnya dan aku harus menyiapkan hadiah. Sekarang kau mengikuti Master Chen dan bukankah kau bisa memintanya sendiri !" Kata Qing Shen dengan kesal.
Qing Zhu tersenyum dan merasa kalau dirinya sudah salah paham. Chen Niu mengusap kepalanya dan berkata kalau dia akan memberikan satu untuk Qing Zhu.
"Jangan khawatir... aku akan memberikan satu nanti kepadamu." Kata Chen Niu dengan santai.
"Terimakasih... tapi aku tidak menginginkan Gelang. Kalau bisa berikan aku sebuah anting yang cantik." Kata Qing Zhu dengan santai.
"Tidak masalah Tuan Qing Shen... terkadang perempuan memang ingin dimanja, mereka hanya perlu duduk diatas dan menikmati semua kebahagian. Bukankah itu yang semua Pria harapkan !" Kata Chen Niu dengan jujur.
Qing Shen sependapat dengan Chen Niu dan tidak mempertanyakannya lagi. Qing Zhu tersenyum kearah Chen Niu dan tidak menyangka kalau dia akan sangat menghargai wanita.
Apa yang dikatakannya sama sekali tidak salah, memangnya apa gunanya uang dan kekuasaan yang dimiliki seseorang. Semua itu semata-mata hanya untuk membahagiakan Keluarganya dan memberikan jaminan keselamatan untuk masa depan yang lebih baik.
Mereka semua berpesta sampai larut malam dan masing-masing orang mulai pamit untuk pergi, Chen Niu tidak berniat untuk menahan mereka dan mengakhiri perayaan sampai disini.
Chen Niu dan Qing Zhu kembali ke Kamar dan segera Chen Niu menghilangkan mabuknya menggunakan Qi miliknya. Qing Zhu yang terus menatapnya dengan wajah yang penasaran membuat Chen Niu sedikit gelisah.
"Kenapa... apakah ada sesuatu yang salah dengan wajahku ?" Tanya Chen Niu dengan kesal.
"Tidak ada... aku hanya meragukan perkataan Ayahku tentang seorang Pria." Kata Qing Zhu dengan jujur.
"Memangnya apa yang Ayahmu katakan ?" Tanya Chen Niu dengan penasaran.
"Pria itu seperti kucing yang tidak akan segan mencuri Ikan Asin untuk dimakan. Aku sangat percaya diri dengan penampilanku, orang lain sering mengatakan bahwa aku ini cantik dan memiliki tubuh yang indah. Tapi kau bahkan tidak tertarik sedikitpun denganku... entah aku yang kurang cantik atau kau memiliki selera selain perempuan. Tapi apa yang dikatakan Ayahku jauh berbeda dari dirimu." Kata Qing Zhu dengan jujur.
"Sialan... apakah kau menyebutku memiliki kelainan sebagai penyuka sesama jenis. Lebih baik aku mati saja... aku masih menyukai wanita dan ayahmu tidak salah, semua Pria memang seperti itu. Bahkan jika itu orang suci sekalipun dia tetap akan terangsang jika melihat wanita yang membuka kaki mereka."
Chen Niu melanjutkan, "Tapi apa yang dikatakan Ayahmu itu tidak lengkap. Alasan mengapa aku tidak menyentuhmu karena aku masih menghargaimu... jika itu seorang Pelacur maka aku sudah menidurinya tanpa pikir panjang. Tapi kau berbeda... kau mengatakan bahwa kau mencintaiku... tapi cinta yang kau maksud itu terlalu dibuat-buat untukku. Entah kau memang benar-benar mencintai diriku atau hanya untuk mengamankan posisi Keluarga Qing, jika aku menyentuhmu maka sama saja aku sudah merusak masa depanmu. Hati nuraniku tidak akan pernah mengijinkan tindakan seperti itu !"