I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 40 - Berbeda Rasa


Pagi harinya Lin Yu membuka matanya dan melihat Chen Niu tertidur disampingnya, setelah sekian lama mungkin ini adalah tidurnya paling nyenyak.


Badannya mulai terasa segar dan dia melihat kearah Chen Niu dengan penuh cinta. Tangannya mengusap wajah Chen Niu dengan lembut dan tanpa sadar dia mendorong wajahnya dan mencium bibir Chen Niu.


Lin Yu sedikit terkejut namun tangan Chen Niu menahan kepalanya, ketika dia sadar dia melihat mata Chen Niu yang terbuka dan lidahnya perlahan mulai masuk kedalam mulutnya.


Lin Yu mencoba untuk melepaskan diri tapi Chen Niu menahannya dengan kuat. Perlahan tubuh Lin Yu mulai melemas dan rileks, dia membalas ciuman Chen Niu dengan penuh kasih sayang.


*Tok... Tok... Tok...*


Bibi Zhang mengetuk pintu dan mengagetkan mereka berdua, "Tuan Muda dan Nona... makanan sudah siap !"


Lin Yu terlihat sangat malu dan menenggelamkan kepalanya didada Chen Niu. Sekarang Chen Niu hanya bisa mengusap kepalanya dan berteriak, "Baik... kami akan mandi terlebih dahulu, Bibi Zhang bisa beristirahat !"


Bibi Zhang segera pergi dari tempat itu dan berpikir kalau pasangan ini masih bermesraan satu sama lain.


Chen Niu segera bangun dan mengangkat Lin Yu dari tempat tidurnya, sesuatu yang tiba-tiba ini membuatnya cukup panik dan segera Chen Niu membawanya kedalam kamar mandi.


Segera dia melepas semua pakaiannya dan manarik handuk yang Lin Yu gunakan, sekarang mereka bisa melihat tubuh telanjang mereka dan Lin Yu menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa tiba-tiba sekali ?" Tanya Lin Yu dengan malu.


Chen Niu mengisi bak mandi dan menghidupkan Shower, "Untuk menghemat waktu lebih baik mandi bersama-sama."


Chen Niu memeluk Lin Yu dengan sangat erat dari belakang, tangannya mulai bergerak dengan nakal dan sesekali dia mencium punggung dan lehernya dengan lembut.


"Tentu saja semuanya... malam hari kau menyerahkan diri kepadaku dan aku sudah menahan diri untuk membiarkanmu beristirahat, tapi setelah kau merasa segar pagi ini kau sudah berlebihan untuk merangsangku. Apakah kau tidak pernah belajar biologi... Pria akan jauh lebih bersemangat ketika mereka bangun tidur dipagi hari. Karena kau sudah membuatku seperti ini maka kau harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya !" Kata Chen Niu dengan sedikit menggoda.


"Kalau begitu jadilah Pria sejati sekarang." Lin Yu tidak keberatan dengan apa yang akan Chen Niu lakukan kepadanya.


Ketika kata-kata ini keluar Chen Niu memainkan tubuh Lin Yu dengan gila dan tidak menahan diri, dia membawanya kembali ke tempat tidur dan mendorong dirinya lebih keras.


Lin Yu terlihat gugup dengan pertama kalinya melakukan **** dengan seorang Pria. Namun Chen Niu sekarang adalah kekasihnya dan satu-satunya Pria yang dia cintai, jadi dia tidak keberatan ataupun menyesal dengan Pria sebaik Chen Niu.


"Maaf sudah membuatmu menunggu Bidadariku... sisanya serahkan saja kepadaku." Chen Niu menarik selimutnya dan memulainya dengan perlahan agar tidak menyakiti Lin Yu.


Awalnya memang terasa sakit namun Lin Yu mulai terbiasa dengan hal ini. Erangan nakal terus keluar dari mulutnya dan sulit untuk ditahan, Lin Yu merasa malu menunjukan wajahnya yang aneh dan Chen Niu hanya semakin lebih terangsang melihatnya.


Sekarang dia menemukan pengalaman yang baru dalam hidupnya. Dulu pada masa puncaknya Chen Niu tidak terlalu peduli dengan Wanita, bahkan jika dia ingin para wanita akan membuka diri untuknya dan tidak mungkin menolak dengan status dan kekayaan yang dia miliki.


Tapi sekarang semuanya tampak berbeda, setelah kembali kemasa lalu dia menemukan orang yang dapat menarik perhatiannya. Lin Yu adalah seorang Bintang besar dimasa depan dan dia harus akui bahwa kecantikannya memang salah satu yang terbaik.


Namun perasaan nyaman didalam hatinya bukan semata-mata karena potensi masa depan Lin Yu, melainkan dia benar-benar sangat nyaman dengan bersama dirinya.


Bercinta dengan sembarang Wanita memang merupakan hal yang biasa untuknya dimasa lalu, tapi entah mengapa bercinta dengan orang yang dia sayangi memberikan perasaan yang jauh lebih puas seolah kekosongan didalam hatinya diisi penuh dengan kebahagiaan.


Tangan mereka saling bersentuhan satu sama lain dan keringat sudah seperti banjir. Mereka berdua melakukannya sampai beberapa kali dan waktu sudah menunjukan siang hari, pinggang Lin Yu seolah mau patah dan merasa sakit. Chen Niu hanya bisa pasrah dan membawa makanan serta memijatnya.


Namun kebersamaan mereka terasa sangat menyenangkan. Seolah seperti sebuah pengantin baru yang saling memanjakan satu sama lain, jadi hari mereka hanya penuh dengan senyuman serta kepuasaan didalam hati satu sama lain.