
Senior itu terlihat sangat marah dan Wanita yang berdiri disampingnya menatap Yao Chi dengan jijik. Mereka berpikir kalau Yao Chi ini terlihat seperti kutu buku yang suram, melihat orang seperti ini bagi mereka hanya merusak pemandangan.
Semua orang juga menyaksikan keributan ini dan melihatnya dengan penuh ketertarikan. Yao Chi hanya bisa menundukkan wajahnya dan terlihat sangat ketakutan, Chen Niu yang melihat hal ini hanya bisa menghela nafas dan berjalan kearah mereka.
"Senior... tolong jangan mempermalukannya didepan umum. Dia sudah meminta maaf dan jika kau ingin ganti rugi aku bisa memberikannya kepadamu !" Chen Niu berdiri dihadapan Yao Chi dan berniat membantunya.
Melihat kesalahan kecil seperti ini membuatnya sangat muak. Yao Chi sudah meminta maaf dengan benar dan tidak seharusnya dipermalukan, Chen Niu sangat membenci penindasan dan entah mengapa dia menjadi teringat masa lalunya.
"Siapa kau berani mengajariku !" Senior itu melayangkan pukulannya kewajah Chen Niu dengan penuh emosi.
Namun bagi Chen Niu gerakannya cukup lambat dan dia menangkap pergelangan tangan Senior itu dengan santai. Chen Niu meremasnya dengan sedikit kekuatan dan Senior itu menjerit kesakitan.
"Argh..." Teriakan itu terdengar sangat keras dan semua orang yang melihat ini menjadi lebih tertarik.
Yao Chi menjadi sedikit panik dan menarik lengan baju Chen Niu, namun Chen Niu sama sekali tidak peduli dan tidak berniat untuk melepaskan Seniornya.
"Argh... tolong lepaskan... aku minta maaf !" Teriak Senior itu dengan wajah yang kesakitan.
"Maaf... kau saja sulit untuk memaafkan seseorang dan kenapa juga aku harus memaafkan tindakanmu yang mencoba memukulku. Jika kau berpikir aku tidak berani mematahkan tanganmu lebih baik kau berpikir dua kali, kau hanya perlu mengatakan iya dan aku akan langsung mematahkan tanganmu dihadapan semua orang." Kata Chen Niu dengan dingin.
"Tidak... ini hanya masalah sepele dan aku tidak ingin mempermasalahkannya." Kata Senior itu sambil merintih kesakitan.
Chen Niu melepaskan cengkramannya dan Senior itu segera lari dari sana. Baru kali ini dia merasa remasan tangan seseorang sangat menyakitkan, jika dia tetap disana maka takutnya Chen Niu akan benar-benar mematahkan lengannya.
Chen Niu berbalik dan melihat Yao Chi, "Kau juga... lain kali hati-hati kalau berjalan !"
"Maaf... penglihatanku agak buram." Kata Yao Chi sambil menundukkan kepalanya.
Chen Niu membawa Yao Chi untuk duduk disampingnya dan mengambilkan makanan untuknya. Segera dia menelpon Lin Yu namun saat ini Lin Yu sulit untuk dihubungi, jadi dia meminta Qing Zhu untuk datang.
Setelah beberapa waktu Qing Zhu datang dan memeluk Chen Niu dari belakang. Semua orang dengan cepat memperhatikan ini dan tidak menyangka kalau ada Dewi lain yang ada di Universitas Donghai.
Yao Chi sendiri juga terkejut namun harus dia akui bahwa Chen Niu memang baik dan tampan. Jadi orang sepertinya tidak mungkin sendirian, pasti akan ada wanita yang menyukainya.
"Apa yang sayangku ini butuhkan ?" Tanya Qing Zhu dengan penasaran.
Chen Niu menyentuh tangan Qing Zhu dan berkata, "Ini adalah temanku... bisakah kau mengantarnya untuk membeli lensa mata dan memberikan sedikit perubahan untuknya. Namanya adalah Yao Chi dan berteman baiklah dengannya karena dia sedikit pemalu !"
Qing Zhu melihat kearah Yao Chi yang mendukkan kepalanya, tapi jiwa seorang wanita didalam dirinya sedang bergejolak. Berdandan adalah hobi setiap wanita, terlebih jika harus merias seseorang akan memberikan kepuasan tersendiri.
"Serahkan saja kepadaku... tapi apakah benar hubungan kalian hanya sebatas teman ?" Tanya Qing Zhu dengan senyum yang berbahaya.
Yao Chi sedikit malu dengan pertanyaan Qing Zhu, "Benar."
"Pergilah sana... jangan tanyakan pertanyaan yang membuat dirinya tidak nyaman. Jika kau sudah selesai maka malam ini aku akan memberikanmu hadiah !" Kata Chen Niu dengan ekspresi yang mesum.
"Siap." Qing Zhu segera membawa Yao Chi pergi dan tidak sabar untuk mendapatkan hadiahnya.
Walaupun dia tahu apa yang nanti akan dilakukan Chen Niu tapi hal ini tidak masalah untuknya, mereka tinggal bersama dan walaupun belum resmi menikah tapi dia bisa dianggap Istri dari Chen Niu.
Chen Niu menggelengkan kepalanya dan hanya bisa berharap kalau Yao Chi akan menjadi lebih baik. Jika penampilannya berubah maka tidak akan ada satupun orang yang akan menindasnya, walaupun ini terlalu cepat tetapi hal ini jauh lebih baik.
Segera dia bangun dan mengambil tasnya, Chen Niu berjalan kearah parkiran dan tidak ingin tinggal disana untuk waktu yang lama. Lebih baik dia pergi dan mengecek semua pekerjaan, terlebih besok dia akan pergi ke Jiangbei dan akan tinggal beberapa hari disana.