
Chen Niu tersenyum dengan santai dan merasa lega karena Bing Chu tidak mati. Sulit menemukan orang yang kompeten dan dapat dipercaya sepertinya, akan menjadi kerugian besar jika dia mati secepat ini.
Chen Niu kembali duduk dan Lin Yu segera keluar dari kolam renang, "Ada apa... kenapa kau terlihat bingung ?"
"Ya... siapa yang menghubungimu ?" Qing Zhu juga penasaran dengan hal ini.
"Bukan masalah besar... hanya tentang pekerjaan yang harus segera aku selesaikan di Sichuan." Kata Chen Niu dengan jujur.
"Bukankah itu bagus... selagi kau menyelesaikan pekerjaan kau juga bisa mengunjungi kedua orang tuamu disana." Kata Lin Yu dengan jujur.
Qing Zhu mengedipkan matanya dan berkata, "Benar sekali apa yang dikatakan Kakak Lin Yu, karena sebentar lagi tahun baru rasanya tidak bagus untuk mengenalkan kami sekarang jadi kami tidak akan ikut. Tapi sebagai gantinya kau harus meminjamkan kami Pesawatmu... aku ingin kembali ke Xianjiang dan menengok Keluargaku, terlebih aku akan mengajak Kakak Lin Yu bersama denganku !"
"Aku tidak masalah." Lin Yu menyetujui untuk ikut ke Xianjiang.
"Baiklah... tenang saja paling lama aku hanya dua hari disana. Sebelum aku pergi maka kalian berdua harus memuaskanku malam ini !" Chen Niu merangkul mereka berdua dan membawanya ke kamar.
Keesokan paginya Chen Niu pergi mandi dan membersihkan tubuhnya. Lin Yu dan Qing Zhu mengemasi barang bawaan mereka dan Chen Niu sudah mengatur semuanya untuk mereka, dia memakai pakaian dan jaketnya dan bersiap untuk berangkat.
Seperti biasa dia menitipkan Villa kepada Bibi Zhang, namun dia sungguh terkejut karena Sheng Tian menghubunginya. Kabar pertarungannya dengan Nan Tian di Danau Wanhua sudah tersebar sangat luas.
Menurut informasi yang diberikan Sheng Tian kepadanya, Nan Tian memang sengaja melakukan ini demi mendeklarasikan kemenangannya. Banyak Peseni Beladiri yang mungkin akan hadir untuk melihat pertarungan mereka, tapi bagi Chen Niu niat Nan Tian sudah terlihat sangat jelas.
Apa yang Nan Tian inginkan adalah Kursi Raja Utara Dunia Bawah yang sekarang dia duduki saat ini. Sejak awal dia memiliki kemampuan untuk melakukannya, tapi Nan Tian memilih cara yang lebih efesien untuk merebut kekuasaannya.
Tapi Chen Niu cukup yakin bahwa dirinya dapat melawan Nan Tian. Terlebih ada sebuah item yang benar-benar dia inginkan dari Nan Tian, yaitu sebuah Labu yang merupakan senjata magis.
Faktanya bahwa benda-benda ajaib itu memang ada dan itu bukan sebuah omong kosong. Dunia ini memiliki banyak rahasia dan faktanya adalah dirinya yang tiba-tiba kembali kemasa lalu adalah sebuah keajaiban terbesar.
Segera dia pergi ke Garasi dan segera berangkat menggunakan mobilnya. Perjalanan yang dia tempuh tidak terlalu jauh dan hanya butuh beberapa jam dengan mengendarai mobilnya.
....
Disisi lain banyak Master Seni Beladiri yang berkumpul di Danau Wanhua. Lokasinya berada disebuah tempat yang cukup indah dan sekarang semua jalan sudah diblokir.
Danau Wanhua memiliki luas 72.000 hektar dan dikenal sebagai salah satu Danau terluas sekaligus indah. Duel dari Seniman Beladiri bukanlah sesuatu yang baru, terlebih kemampuan ini sudah diluar jangkauan pemerintah dan paling banyak mereka akan memblokir jalan.
Terlebih ini adalah pertarungan dua orang Grandmaster. Chen Niu dikenal sebagai Raja Utara dengan kemampuan dan umurnya yang masih sangat muda, dia bisa dikatakan adalah jenius sejati dalam Seni Beladiri dengan pencapaiannya yang sekarang.
Nan Tian sendiri sudah cukup tua dan umurnya sudah lebih dari seratus tahun. Namun fisiknya masih terlihat sangat bugar dan dikenal sebagai pembunuh para Master.
Jika pertarungan dari kedua orang ini meledak maka dapat dipastikan hanya ada satu dari mereka yang akan hidup. Siapa yang menang masih belum dipastikan mengingat momentum keduanya juga tidak bisa dianggap lemah.
Bing Chu dan lima orang bawahannya berdiri disebuah tebing dipinggir Danau. Ekspresinya terlihat sangat marah dan melihat kearah tengah Danau, disana sebuah perahu kecil dan Nan Tian duduk dengan tenang.
"Kakak... apakah menurutmu Bos akan menang melawan orang tua itu ?" Tanya salah satu bawahan.
Bing Chu mengerutkan keningnya dan berkata, "Mustahil Bos akan kalah... terakhir kali dia berhasil melumpuhkanku dengan mudah. Tapi kemampuan Bos yang sekarang sudah berada dilevel yang jauh diatasku, jika Bos sudah menyetujuinya maka dia pasti sudah yakin akan kemenangannya."
Bing Chu sudah sangat hafal dengan sifat Chen Niu dan tidak ada keraguan sedikitpun. Jika Chen Niu memutuskan untuk bertarung maka dia akan keluar sebagai pemenang, walaupun Chen Niu sangat tegas namun dia sebenarnya cukup berhati-hati dalam segala tindakan yang dia ambil.