I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 200 - Keputusan Besar


Pagi hari Chen Niu bangun lebih awal dan membuka jendela kamarnya. Ditempat tidur yang besar mereka berlima sedang tidur dengan nyenyak, pemandangan tubuh telanjang mereka sangat luar biasa dan Chen Niu merasa kalau dirinya adalah Pria yang paling beruntung.


Chen Niu memberikan kabar kepada Ayah dan Ibunya tentang rencananya, mereka berdua sangat senang dan menyambut hangat keputusan Chen Niu untuk menikah.


Niu Lan mengambil ponsel dari tangan Chen Fu dan berkata, "Nak... kau akan tinggal Suchuan bukan ?"


"Tentu saja... apakah Ibu memiliki rekomendasi, jika aku membawa mereka semua tinggal dirumah aku rasa tidak akan cukup tempat. Ayah juga tidak akan mengijinkannya jika aku merubah strukturnya, apakah Ibu memiliki rekomendasi yang bagus ?" Tanya Chen Niu dengan santai.


"Lalu rumah seperti apa yang kau inginkan ?" Tanya Niu Lan tentang keinginan Putranya.


"Santai... tidak jauh dari tempat kalian dan berisik, sekaligus tanah untuk membangun Panti Asuhan. Aku juga tidak ingin menjauhkan Lin Yu dari Keluarganya, itu saja yang aku inginkan." Kata Chen Niu dengan jujur.


"Kalau begitu beli tanah yang lokasinya tidak jauh dari Gunung belakang. Tempat itu sangat cocok dengan keinginanmu dan mudah untuk dijangkau, tapi harganya cukup mahal... apakah kau sanggup untuk membelinya ?" Tanya Niu Lan dengan santai.


"Ibu tahu kalau aku sangat kaya sekarang... untuk prosesnya tolong katakan pada Bing Chu sekaligus pembangunannya. Bing Chu akan mengerjakan sisanya nanti !" Chen Niu menghela nafas.


"Oke... kalau begitu sampaikan salamku untuk mereka." Niu Lan mematikan panggilannya dan akan segera mengurus semua keperluan Chen Niu.


Mereka semua bangun dan pergi untuk sarapan bersama. Setelah itu Qing Zhu membawa Lin Yu dan Yao Chi untuk mendapatkan sertifikat kelulusan mereka lebih awal seperti Chen Niu.


Tentunya dengan koneksi yang dimiliki oleh Chen Niu dan sedikit pengeluaran, mereka dengan mudah akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Song Yiwen juga membuat pengaturan tentang Teluk Wangjia, dalam bulan terakhir tempat itu tidak akan menerima pengunjung satupun. Tentunya dia meminta orang untuk menyiapkan semuanya dan segala sesuatu yang diperlukan.


Dalam beberapa minggu sesekali Zhao Qi ataupun Ye Xing datang mengunjunginya untuk membahas beberapa hal. Chen Niu juga menanggapi mereka seperti biasa, namun sejak pertarungannya di Hongkong dan mendapatkan Gelar Raja Dewa.


Daratan Cina sekarang menjadi tempat yang aman mengingat ada keberadaan dirinya. Bahkan nilai kepala Chen Niu di Dunia Bawah dihapus dan tidak ada satupun orang yang berani menyinggung dirinya.


Bahkan para Pembunuh Bayaran tidak akan berani melangkah masuk untuk membuat keributan dengannya. Banyak orang yang berharap kalau Chen Niu akan bergabung dengan Militer, namun sayangnya Chen Niu tidak pernah mau dan dia menolak semuanya.


Untuk sekarang dia fokus melatih mereka berlima sekaligus di tempat Leluhur. Chen Niu berada didalam Gua dan mengawasi mereka berlatih, Chen Niu juga mempelajari Seni Beladiri yang cocok untuk digunakan bertarung.


Kemampuan Mata Ilahi Chen Niu juga mengalami peningkatan seiring fondasinya menjadi kokoh di Alam Dewa Langit. Sekarang koneksinya dengan senjata magis terakhir mulai terhubung yaitu Pedang Langit, Auranya terlihat lebih intens seolah dapat memotong apapun yang ada didepannya.


"Dari ketiga Senjata Magis yang setara dengan Alam Mahayana ini, aku lebih cocok menggunakan Busur Ilahi. Aku penasaran... apakah aku bisa mengeluarkan kemampuan Busur Ilahi seperti yang dilakukan Leluhur saat melawan Iblis !" Gumam Chen Niu dengan penuh kerinduan.


Leluhur Chen Yue adalah yang terlemah jika dibandingkan Ayahnya yang menggunakan Tombak Linglong ataupun Kakeknya Leluhur pertama yang menggunakan Pedang sekaligus pemilik Mata Ilahi yang sama dengan Chen Niu.


Namun Chen Niu mewarisi ketiga Teknik Budidaya mereka yaitu Bulan, Matahari dan Bintang. Terlebih kemampuan Mata Ilahi yang belum dapat ditunjukan, sekarang dia sudah siap untuk pergi dan mungkin akan memakan waktu yang lama.


Karena itulah Chen Niu memutuskan untuk menikah lebih awal dan menghilangkan kekhawatiran semua orang. Setelah menikah dia akan memiliki waktu selama empat tahun, sembari menemani mereka dan berlatih ke Puncak Alam Dewa Langit. Chen Niu akan mempelajari semua hal yang dia butuhkan.


Niatnya dia akan memberikan akses Tempat Leluhur kepada Ayahnya dan dia akan membawa Sumber Daya yang cukup untuk ke Alam Mahayana. Tentunya semuanya akan masuk kedalam perhitungannya, ini semua dia lakukan untuk kepentingan mereka sekaligus bentuk perlindungannya.