I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 194 - Balas Dendam


Setelah beberapa waktu terbang akhirnya Chen Niu sampai dipinggir laut, disana terdapat sebuah Kuil yang mengapung. Banyak Seniman Beladiri dan reporter dari jarak yang jauh, mereka semua sudah menebak kalau hari ini akan terjadi.


Niat membunuh Chen Niu meledak-ledak dan berteriak, "Bajingan Ban Ra keluarlah... apakah kau sangat takut untuk bertemu denganku !"


Enam sosok keluar dari dalam Kuil dan salah satunya adalah Ban Ra, mereka semua adalah Dewa Bumi yang sangat kuat dan salah satunya memancarkan tekanan yang tidak kalah dari Huang Ling.


Orang itu merupakan Cheng Yu yang merupakan penguasa sebenarnya. Ban Ra merasa sangat marah dan tidak menyangka kalau Chen Niu akan mengejarnya sampai seperti ini.


"Anak Muda... Dosamu sudah terlalu banyak karena berani membunuh tiga Muridku. Sekarang berlututlah dibawah kaki Orang Tua ini dan bunuh dirimu sendiri, mungkin itu akan menjadi penebusan Dosa yang benar." Kata Cheng Yu dengan dingin.


"Mereka datang ketempatku dan memohon untuk mati, aku hanya membantu mereka untuk pergi ke neraka. Apakah kau juga menginginkan hal yang sama orang tua ?" Tanya Chen Niu dengan senyum yang penuh dengan niat membunuh.


"Sombong juga ada batasnya sialan... kau berani menghina Master Cheng Yu, apakah kau sedang mencari kematian !" Teriak Ban Ra dengan marah.


"Pengecut sepertimu lebih baik diam... lebih baik kau segera mencari sandera seperti yang terakhir kali cara yang kau gunakan untuk lari dariku. Tapi sayangnya ini Hongkong, bahkan jika kau menyandera semua warga negara ini akhirnya kau akan tetap mati." Chen Niu mengeluarkan Tombaknya dan Qi yang ganas menyelimutinya.


Chen Niu mengayunkannya dengan sekuat tenaga dan gelombang Qi yang ganas menerjang kearah mereka berenam. Mereka semua tidak bisa menahan rasa keterkejutannya saat melihat Qi yang ganas.


Tanpa pikir panjang Cheng Yu memberikan instruksinya, mereka berenam mengumpulkan Qi dan membentuk sebuah dinding penghalang. Namun dengan keganasan Qi yang dikeluarkan Chen Niu, hanya butuh waktu sebentar sampai penghalang itu hancur dan menerbangkan mereka semua.


Kilatan cahaya melesat kearah Cheng Yu dan itu adalah Tombak Linglong yang Chen Niu lempar kearahnya. Cheng Yu mengeluarkan sebuah kubus berwarna ungu dan menghadang laju Tombak.


*Klang.*


Kedua Senjata Magis itu saling berbenturan dan Chen Niu tersenyum sambil membentuk segel, Tombak Linglong berputar-putar dan menyemburkan Qi yang ganas kesegala arah.


*Boom... Boom... Boom...*


Ban Ra sendiri terlihat menyedihkan dengan lengan kirinya yang hilang, Chen Niu memang tidak sengaja mengincar titik vitalnya dan berniat memberikan pelajaran yang berharga karena sudah mengusiknya.


"Seharusnya kau menerima kematianmu dulu dan tidak lari, sekarang aku akan benar-benar membunuhmu !" Chen Niu terbang kearah Ban Ra dan memusatkan Qi ditinjunya.


Cheng Yu yang ingin menghentikan Chen Niu tiba-tiba diserang oleh Tombak Linglong, dengan kendali Chen Niu yang hebat Tombak Linglong terus menyerang kearah Cheng Yu tanpa memberikannya kesempatan untuk lewat.


Ban Ra terlihat sangat panik namun dia sekarang ditekan oleh kekuatan jiwa yang kuat. Hanya dengan kekuatannya yang sekarang mustahil untuk bergerak, dia tidak menyangka bahwa sebelumnya Chen Niu belum menunjukan kekuatannya yang sesungguhnya.


Chen Niu meninjunya dengan keras diperut Ban Ra dan membuatnya memuntahkan darah, tulang rusuknya seolah hancur dan tidak berhenti disitu saja. Energi Yin Bulan masuk dengan paksa kedalam tubuh Ban Ra, matanya perlahan mulai merah dan darah terus mengalir dari telinga, mulut hidung dan mata.


Energi Yin didalam tubuhnya sudah terlalu berlebihan. Ototnya dan tulangnya seolah ditumbuk, rasa sakit yang tak tertahankan dirasakan oleh Ban Ra dan bahkan dia tidak dapat berteriak sedikitpun.


Chen Niu menendang Ban Ra dan membuatnya melayang tinggi. Tubuh Ban Ra yang sudah tidak kuat menanggung beban Yin Bulan meledak menjadi kabut darah, organ dalamnya berjatuhan kelaut dan pemandangan disekitarnya terlihat mengerikan.


"Tidak." Cheng Yu terlihat sangat marah dengan melihat kematian Ban Ra yang sangat menyedihkan.


Cheng Yu mendesak Qi miliknya dan mengayunkan kedua tangannya, Benang Putih yang merupakan lapisan es keluar dari dalam laut dan membentuk sebuah Monster Ular Es.


Bayangan Matahari dan Bulan muncul dibelakang Chen Niu, tanpa pikir panjang dia menembakkan kekuatannya.


*Boom.*


Ular Es itu hancur berkeping-keping dan Tombak Linglong kembali kepada Chen Niu. Keganasan ledakan itu membuat Cheng Yu terlempar dan menyemburkan darah dari mulutnya. Dirinya sekarang mengerti mengapa Ban Ra sangat ketakutan dengan sosok Chen Niu, kekuatannya terlalu mengerikan bahkan dirinya yang berada di Puncak bukan lawan yang sebanding.