
Han Leng dengan dingin berkata, "Aku tahu dia adalah orang yang layak dan jika kau menganggapnya berbahaya maka mungkin apa yang kau katakan itu benar. Tapi jangan salah paham... Aku tahu benar bagaimana sifat busukmu, kau tidak akan menawarkan kerjasama tanpa ada keuntungan bukan !"
"Benar... Apa yang aku inginkan adalah salah satu Wanitanya. Aku akan menyiapkan Array Pemusnah, kau tahu nilai dari Array itu bukan. Kau dan aku... kita hanya perlu bekerjasama dan biarkan Array Pemusnah yang menghabisinya." Kata Huang dengan percaya diri.
"Oke... untuk sekarang kita akan bekerjasama, tiga hari lagi setelah pemakaman Anakku selesai. Kita akan berangkat dan mencarinya, pastikan orangmu tetap mengetahui keberadaannya !" Kata Han Leng dengan tegas.
"Kalau begitu kita sepakat." Huang berjalan keluar pintu dan melambaikan tangannya.
Dalam hatinya dia bersorak kegirangan dan tidak sabar untuk menunggu hari pertarungan, bukan hanya Chen Niu yang akan mati dirinya juga berencana untuk membunuh Han Leng dan menjebaknya bersama Chen Niu didalam Array Pemusnah.
Membunuh semua musuhnya dalam satu gerakan dengan memanfaatkan kemarahan Han Leng, dia juga akan mendapatkan semuanya dan jika Sekte Keadilan kehilangan Han Leng maka menyingkirkan Tetua Agung Nian Suo hanya masalah yang mudah untuknya.
Han Leng sendiri juga tidak akan pernah mempercayai Huang begitu saja, mereka sudah saling bertarung untuk waktu yang lama. Namun memastikan kemenangan juga dibutuhkan, dia hanya perlu bersiap dengan kemungkinan terburuk tentang Huang yang mungkin saja diam-diam menusuknya dari belakang.
....
Disisi lain Chen Niu masih bersenang-senang sampai pagi. Qing Zhu masih bertahan sampai akhir dengan ekspresi yang lelah, Chen Niu mengusap perutnya dan tersenyum dengan santai.
"Aku menyerah... Ini sudah melebihi batasku !" Kata Qing Zhu dengan lelah.
Lin Yu, Yao Chi dan Song Yiwen sudah tidur terlebih dahulu. Chen Niu tersenyum dan mencium kening Qing Zhu dengan penuh kehangatan.
"Tidurlah." Chen Niu berdiri dan merendam kakinya dikolam air panas.
Segera dia menyalakan rokoknya dan menikmatinya dengan santai. Tiba-tiba sebuah Anak Panah melesat kearahnya, Chen Niu menyipitkan matanya dan Panah itu berhenti tepat didepannya.
Surat itu berisi sebuah tantangan pertarungan disekitar Laut dekat dengan Hotel Keluarga Qing, terlebih tantangan ini juga melibatkan Master Sekte Iblis.
Sekarang umpan yang dia lempar diambil dengan baik oleh mereka. Kesempatan untuk menyingkirkan mereka tidak akan datang dua kali.
Ponsel Chen Niu berbunyi dan dia segera berdiri mengambilnya, orang yang menghubunginya adalah Zhao Qi dan sepertinya Chen Niu sudah bisa menebak apa yang ingin dia bicarakan.
"Halo... Apakah otakmu sedang bermasalah, dimanapun kau berada masalah selalu datang. Apakah kau tidak tahu situasimu sekarang ?" Teriak Zhao Qi dengan marah.
Chen Niu berjalan kehalaman dan berkata, "Memangnya ada apa... apakah akan terjadi gempa di Tsunami ?"
"Jangan bercanda.... kau terang-terang memprovokasi dua Sekte sekaligus dan sekarang mereka bekerjasama untuk mengambil kepalamu. Kau dan aku juga Masterku memiliki hubungan yang baik, apakah kau ingin menjadi musuh kami dan jika kau meminta maaf dengan benar mungkin nyawamu masih bisa selamat !" Kata Zhao Qi dengan kesal.
"Minta maaf bisa saja... bagaimana jika kau memberikan Zhao Ra kepadaku, ada puluhan Anak buahku yang mungkin tertarik dengan mencicipinya !" Kata Chen Niu dengan sedikit memprovokasi.
"Kau akan mati jika melakukan itu... tidak peduli siapa kau, jika ini menyangkut Putriku bahkan Dewa sekalipun aku bersumpah untuk membunuhnya." Teriak Zhao Qi dengan marah.
"Lalu kenapa kau masih memintaku... kau tahu benar apa maksud tujuan Sekte Iblis kepada Song Yiwen. Beberapa hari lalu Tuan Muda dari Sekte Keadilan terang-terangan merampok aset Keluarga Qing dan meminta semua Kekasihku untuk tidur dengannya. Jika kau memandang Keluargamu sangat tinggi mengapa aku juga tidak bisa melakukannya."
Chen Niu menenangkan dirinya dan berkata, "Dengarkan aku baik-baik... tidak peduli apa yang ingin kau sarankan. Aku akan mengakhiri masalah ini dan tidak akan mundur, untuk menghargai kebaikanmu dimasa lalu lebih baik kau tetap menjadi penonton saja. Aku Chen Niu adalah orang yang sombong, dalam hidupku aku tidak memiliki sejarah kalah dan jika kau tidak percaya datanglah untuk melihatnya dengan mata kepalamu sendiri."
"Aku juga tidak berniat untuk masuk kedalam air yang keruh. Karena kau sudah memutuskan maka tidak ada yang bisa aku katakan lagi, berita ini sudah menyebar sangat luas dan mungkin akan banyak Praktisi kuat yang datang." Kata Zhao Qi dengan jujur.