
Chen Yue melanjutkan, "Ayahku adalah Pendiri dari Sekte Langit dan Bumi yaitu Chen Situ yang berada di Puncak Mahayana. Ayahku memiliki mata dewa yang mampu melihat kebenaran dan meramal masa depan. Beliau mengatakan bahwa dimasa depan diera yang berbeda akan terlahir seorang Anak dari Keluarga Chen yang memiliki konstitusi yang sama dengan matanya."
Chen Niu menyentuh matanya dan apa yang dikatakan oleh Chen Yue adalah benar, ketika dia menjadi seorang Ahli Batin Chen Niu dapat melihat segala hal yang memiliki energi didalamnya.
Dengan kemampuan mata ini juga dia mencari Batu Giok untuk memulai awal bisnisnya. Sekarang dia mengerti dan semuanya sudah masuk akal, jika Leluhurnya memiliki kemampuan yang sama tidak heran sebagai keturunannya dirinya mewarisi hal yang sama.
"Daratan ini disebut dengan Bumi dan Sekte Langit dan Bumi merupakan kekuatan terkuat dijaman kuno. Namun Ayah sudah meramalkan kehancuran Sekte Langit dan Bumi, sayangnya diluar daratan ini masih ada Alam yang sangat luas dan banyak keberadaan makhluk asing." Kata Chen Yue yang menceritakan semuanya dengan singkat.
Chen Niu memahami perkataan Chen Yue dan apa yang disebut daratan adalah Planet Bumi dan Alam yang sangat luas berarti Alam semesta itu sendiri. Namun jarak setiap Planet sangatlah jauh dan bahkan dengan teknologi yang maju manusia masih kesulitan untuk berpergian.
"Sekte sudah hancur dan tidak ada lagi, namun kami meninggalkan warisan untuk Keluarga Chen dan berharap kalau Keluarga Chen tidak pernah padam. Dulu makhluk asing yang sangat kuat datang dan menyebabkan malapetaka, tidak ada yang tahu apakah hal yang terjadi dimasa lalu akan terjadi lagi dimasa yang sekarang. Jika bersahabat maka tidak masalah, tapi jika berbahaya maka itu sudah menjadi tugasmu untuk membasminya. Aku sudah mengatakan apa yang harus dikatakan, Aliran waktu di Dunia ini berbeda dengan diluar. Ambil semua yang kami tinggalkan dan jadilah kuat untuk menghidupkan kembali Keluarga Chen." Perlahan Chen Yue mulai menghilang sepenuhnya.
Gantungan Giok itu bercahaya dan masuk kedalam kepala Chen Niu. Sekarang mekanisme tempat itu berada dibawah kontrol Chen Niu, dia dapat keluar masuk sesuka hatinya dan orang luar tidak mungkin bisa menerobosnya.
Chen Niu berjalan keluar Gua dan aroma yang kuat merangsang hidungnya. Hamparan tanaman obat yang mungkin berusia jutaan tahun memancarkan energi yang sangat kuat sejauh ratusan meter.
Terlebih terdapat Danau yang berisi cairan yang aneh. Putih seperti susu namun kaya akan energi, bahkan tanaman obat itu tidak bisa dibandingkan dengan Kolam ini.
Diatas Batu yang tidak jauh dari tempatnya berdiri ada tiga buah buku. Matahari, Bulan dan Bintang yang tergambar dimasing-masing buku. Kemungkinan besar ini adalah Teknik Budidaya yang digunakan oleh Leluhur Keluarga Chen dan masih ada rak buku yang berisi puluhan Teknik Budidaya.
Chen Niu duduk ditanah dan mengusap kepalanya, "Aku tidak tahu apakah ini berkah atau keberuntungan memiliki Leluhur seperti itu. Jika saja makhluk seperti itu muncul lagi, apakah diriku sendiri mampu melawannya. Untuk sekarang aku akan kembali terlebih dahulu !"
Karena dia memiliki kunci yang sudah berada didalam dirinya maka hanya dengan memikirkannya dia akan membuat pintu masuk sesuka hatinya.
Tubuhnya merasa jauh lebih ringan dari sebelumnya dan salju yang turun sangat lebat di Gunung. Namun dengan Qi yang melindunginya maka hawa dinginnya tidak terlalu menyiksa.
Segera dia pergi pulang dan setelah beberapa waktu Chen Niu sampai dirumah. Didalam mereka semua sedang memakai pakaian yang tebal dengan meminum coklat panas.
"Dari mana saja kau... diluar salju sangat lebat, baru sebentar kami meninggalkanmu kau sudah pergi seenaknya dan apakah kau tidak kedinginan ?" Kata Niu Lan dengan kesal.
"Dingin ?" Chen Niu tersenyum dan berkata, "Pria tidak akan takut dengan dingin, lagi pula ada empat wanita yang akan membantu menghangatkanku. Perlukah aku khawatir dengan hal kecil seperti ini Ibu !"
"Bagus sekali... siapa yang mengajarimu perkataan kotor semacam itu. Kalian berempat jangan mau dipengaruhi olehnya !" Kata Niu Lan yang mengingatkan mereka.
Semua orang tertawa dan Chen Niu pergi kearah Ayahnya untuk menceritakan pengalamanya, Chen Niu memiliki tugas dari Leluhur untuk menghidupkan kembali Keluarga Chen.
Chen Niu juga mengajari Ayahnya tentang cara berlatih Seni Beladiri dan memberikan salah satu Set latihan yang cocok untuk mereka berdua kedepannya.
Sekarang dia hanya perlu mengatur bagaimana keempat Kekasihnya juga berlatih, dia akan membangun Keluarga Seni Beladiri dan hal ini perlu dilakukan oleh mereka semua.