I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 233 - Katak Didasar Sumur 2


Kediaman Keluarga Chen sekarang ramai banyak orang yang hadir. Banyak hadiah yang sudah disiapkan untuk Putra Chen Niu yaitu Chen Tian serta ucapan selamat dari banyak orang.


Qing Zhu, Song Yiwen, Yao Chi, Xiao Rain dan Cang Yu menyambut semua Tamu, sedangkan Chen Niu bersama dengan Lin Yu menemani Anak mereka berdua.


Chen Niu mengerutkan keningnya dan merasakan Aura yang sangat kuat yang sedang menuju ketempatnya. Semua orang tiba-tiba terdiam dan Cang Yue menatap keatas langit dengan berani.


Puluhan Dewa yang dikomandoi oleh Tong Fang muncul diatas langit. Chen Niu berdiri dan tidak tahu apa yang mereka inginkan, dia bergegas pergi kedepan untuk menanyakan maksud tujuan mereka.


"Kalian berempat baru menjadi Grandmaster Seni Beladiri, ini terlalu berat untuk kalian dan tetaplah berada didekatku !" Kata Cang Yue yang memperingati mereka berempat.


"Kami mengerti Saudari Cang, ngomong-ngomong apakah Suami kita bisa mengatasi mereka ?" Tanya Xiao Rain dengan penasaran.


"Tidak perlu Suami kita untuk turun tangan... aku sendiri cukup membuat mereka mati dengan satu gerakan." Kata Cang Yue dengan ekspresi yang ganas.


Qing Zhu bertepuk tangan dan berkata, "Kalau begitu kami akan mengandalkan Saudari Cang Yue."


Chen Niu menepuk kepala Qing Zhu dan Yao Chi, "Apa yang kalian bicarakan... sepertinya menarik sekali."


Tong Fang melihat kebawah dan berkata, "Raja Dewa... apakah kau tidak ingin menyambut kami ?"


Chen Niu maju dan tertawa, "Hahaha.... tolong jangan membuat lelucon seperti itu. Apa yang kalian lakukan disini, aku tidak ingat mengundang kalian diacara kelahiran Putraku. Sebaiknya kalian memberikan alasan yang bagus atau nanti kalian akan menyesal sudah menciptakan kehebohan semacam ini !"


"Kesombonganmu memang sesuai dengan Gelar yang kau dapatkan. Kami disini untuk tidak mencari masalah denganmu, aku sudah bertemu dengan Yao Jun dan menanyakan lokasi dimana Benua Zhenwu itu. Bergabunglah bersama kami dan mari taklukan Benua Zhenwu, ketika aku menjadi penguasa maka aku akan memberikanmu apapun yang kau mau." Kata Tong Fang yang percaya diri.


"Pfttt..." Chen Niu tidak bisa manahan rasa geli dengan pernyataan mereka semua.


"Suamiku... bisakah kau menyerahkan sekumpulan idiot ini kepadaku ?" Tanya Cang Yue dengan senyum yang ramah.


"Lakukan apapun yang kau inginkan... jika bisa jangan lakukan disini. Sekarang adalah acara yang bahagia dan aku tidak ingin Putraku melihat darah." Kata Chen Niu dengan santai dan dia bergegas mundur.


Cang Yue terbang keatas langit dan merasa sangat senang. Mereka berempat sedikit khawatir dengan tindakan Cang Yue, namun Chen Niu dapat meyakinkan mereka semua dan Alam Dewa Langit bukanlah sesuatu yang bisa dibayangkan oleh Alam Dewa Bumi.


Tong Fang dan yang lainya mulai bingung dan berkata, "Apa maksudnya ini Raja Dewa ?"


"Kalian semua terlalu banyak bicara omong kosong. Aku akan menunjukan belas kasih... sekarang pergi dan jangan pernah menunjukan wajah kalian lagi didepanku. Jika tidak jangan salahkan aku kalau tidak ada diantara kalian yang akan selamat dari sini !" Kata Cang Yue dengan santai.


"Hanya kau sendiri... jika ini Raja Dewa mungkin dia layak memiliki kesombongannya. Aku tidak menyangka kalau Wanitanya juga akan sesombong ini, majulah... aku sendiri sudah cukup melawanmu !" Kata Tong Fang dengan sedikit mengejek.


Chen Niu menggelengkan kepalanya dan tidak menyangka kalau Tong Fang sendiri yang meminta untuk mati. Bahkan di Benua Zhenwu yang sekarang tidak akan ada seorangpun yang dapat menghentikan Cang Yue kecuali dirinya.


"Kekuatan bukan berasal dari jumlah dan kau tidak perlu menahan diri. Katak didalam Sumur seperti kalian bisa maju bersama-sama !" Cang Yue mendesak Qi miliknya dan gelombang Aura yang sangat dahsyat menyapu mereka kebelakang seperti badai.


Chen Niu menjentikkan jarinya dan menciptakan penghalang yang mengelilingi Mansion miliknya, puluhan orang didorong sangat jauh kebelakang dan tidak bisa melawan sama sekali.


Cang Yue terbang kearah mereka dan berniat menyusulnya. Chen Niu tidak ingin ada keributan disana maka Cang Yue hanya bisa mendorong mereka semua untuk menjauh dari sana dan mencari tempat yang sepi.


Tong Fang dan yang lainya sangat terkejut dan mereka terdorong cukup jauh dari tempat sebelumnya. Petir diatas langit mulai mengamuk dan dengan cepat berubah menjadi sangkar Burung yang mengurung mereka didalamnya.


Cang Yue muncul dengan niat membunuh yang sangat kuat. Sedangkan Chen Niu membuat sebuah cahaya yang merupakan bentuk kesadarannya, dia sengaja membiarkan semua orang melihat aksi Cang Yue dan mungkin ini akan menjadi tontonan yang menarik.