I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 112 - Korban


Sekarang Ren Hao mengerti mengapa Chen Niu terlihat sangat marah. Yuan Sin mengincar Ibunya secara terang-terangan didepannya dan jelas sebagai seorang Anak Chen Niu tidak akan terima dengan perlakuan seperti ini.


Untungnya saja Ren Hao belum bertindak terlalu berlebihan, jika tidak dia tidak akan memiliki mayat untuk dikubur. Kedua Paman Chen Niu merasakan ketakutan yang luar biasa, tempramen yang dia tunjukan dari awal bukanlah tanpa sebab.


Mereka tidak lebih seperti anjing yang menggonggong didepan mulut singa. Jika tidak Niu Lan disana mereka yakin bahwa dengan tindakan mereka yang kurang ajar sudah dapat membuat mereka mati kapanpun.


Chen Niu berjalan kearah Ren Hao dan menepuk bahunya, "Mulai hari ini tidak ada Keluarga Yuan di Kota Chuzhou."


"Saya mengerti." Ren Hao menundukkan kepalanya dan memahami perintah Chen Niu.


"Bagus." Chen Niu dengan santai berjalan keluar dan dia kembali ketempat Keluarga Lan untuk menemui Ibunya.


Setelah keheningan beberapa waktu Ren Hao bergerak dengan dirinya sendiri. Perintah Chen Niu adalah mutlak dan jika dia tidak berhasil atau lari maka kehidupannya dimasa depan akan dalam masalah.


Lan Haidong masih terlihat pucat dengan melihat mayat Yuan Sin, jika saja dia menyetujui taruhan waktu itu dan menerima satu pukulan Chen Niu. Bukankah sama saja dia mengantar nyawanya sendiri, untung saja Chen Niu tidak mempermasalahkannya.


Lan Gang dan Fu Lan menghampiri Lan Weichen dan berkata, "Ayah ini..."


"Pastikan kalian berdua meminta maaf dengan benar nanti kepada Niu Lan." Kata Lan Weichen dengan tegas.


Fu Lan dengan gugup berkata, "Tapi Ayah... Chen Niu masihlah anggota Keluarga kita, bukankah ini kesempatan besar dengan memanfaatkan reputasinya !"


"Bodoh... Lebih baik kau diam saja dan jangan melakukan tindakan yang buruk. Apakah kau tidak dengar apa yang dikatakan Chen Niu tadi... dia sama sekali tidak peduli jika Keluarga Lan atau yang lainya dihancurkan. Jika bukan karena Niu Lan Ibunya... maka aku yakin Keluarga kita adalah yang pertama hancur ditangannya sebelum Keluarga Yuan. Aku mengatakan semua ini demi kalian semua... lebih baik kalian untuk meminta maaf dengan tulus dan datang ke Sichuan menyapa Chen Fu dengan ramah." Kata Lan Weichen dengan jujur.


"Kami akan mematuhi perintah Ayah." Kata mereka berdua dengan patuh.


Zie Pei merangkul Lan Weichen dan berkata, "Pak Tua... sepertinya ada banyak hal yang kau sembunyikan !"


"Aku juga cukup terkejut dengan semua ini." Kata Lan Weichen dengan jujur.


Semua orang setuju dengan Zie Pei dan segera mereka semua bubar. Fraksi dari Keluarga Yuan sudah menyerah dan tidak ada yang bisa mereka lakukan selain mendapatkan kerugian, namun semua orang sangat paham bahwa kemenangan ini secara tidak langsung adalah milik Keluarga Lan.


Chen Niu adalah Cucu dari Lan Weichen sekaligus Putra dari Niu Lan yang merupakan anak dari Lan Weichen. Status Keluarga Lan mungkin akan meroket mengingat Chen Niu adalah Raja Dunia Bawah Utara Cina.


Terlebih diusianya yang sangat muda yang sudah menjadi Grandmaster Seni Beladiri, masa depannya akan bertahan sangat lama dan mungkin sulit untuk digoyahkan. Hari ini adalah kesempatan besar bagi mereka untuk dapat mengenal dan menjalin hubungan baik dengan Raja Utara Chen Niu.


Chen Niu sendiri sampai di Kediaman Keluarga Lan dan setelah menemui Ibunya dia kembali kekamarnya yang sudah disiapkan. Segera dia menelpon Lin Yu dan bertanya keadaan mereka berdua melalui panggilan Vidio.


"Kau masih ingat untuk menelponku setelah berhasil membodohiku dengan pertarunganmu yang hebat !" Kata Lin Yu dengan kesal.


"Siapa juga yang membodohimu... Bagaimana keadaan kalian disana ?" Tanya Chen Niu dengan santai.


"Baik... Keluarga Qing sangat ramah dan sekarang aku tidur dikamar Qing Zhu bersama dengannya. Kapan kau akan kembali ?" Tanya Lin Yu dengan santai.


"Tidak dalam waktu dekat... Sekarang aku berada di Chuzhou mengantar Ibuku untuk memberikan penghormatan kepada Leluhur. Sekalian saja aku ingin melihat pembangunan Grup King di Jiangbei dan mengeceknya sendiri." Kata Chen Niu dengan jujur.


Qing Zhu tiba-tiba muncul disamping Lin Yu dan berkata, "Sayang... Kakek menitipkan salam kepadamu !"


"Katakan padanya kalau aku juga sama... Kalian sudah seperti Kakak Adik dengan tidur bersama." Kata Chen Niu dengan sedikit menggoda.


"Sedangkan kau adalah orang yang cabul karena sering meniduri kami berdua Kakak beradik." Kata Qing Zhu dengan mengejek.


"Sialan... jangan bahas masalah itu, ketika kembali aku akan menghukum kalian berdua karena sudah membantahku !" Kata Chen Niu dengan senyum yang tidak sabar.


"Itu Qing Zhu... mengapa aku ikut terbawa ?" Kata Lin Yu dengan kesal.


"Sama saja." Chen Niu mengakhiri panggilannya dan tidak berniat mengganggu waktu istirahat mereka.