
Setelah mereka berdua selesai mandi Chen Niu membawa Yao Chi ketempat tidur. Chen Niu sama sekali tidak berniat membiarkan Yao Chi pergi, bahkan jika Yao Chi memohon kepadanya dia masih tidak mau melepaskannya.
"Aku sudah buat janji... ini sudah siang dan aku akan kena marah nanti !" Kata Yao Chi sambil meringkuk dipelukan Chen Niu.
"Kau pikir siapa Bosnya... berani mereka memarahi Istriku dimasa depan. Aku akan menjelaskan semuanya nanti kepada mereka, apa yang perlu kau lakukan adalah menyenangkan Bosmu yang sedang lapar ini." Kata Chen Niu yang terus merangsang Yao Chi.
Waktu menunjukan siang hari dan Chen Niu menyudahinya. Yao Chi terlihat kesal sekaligus malu, namun Chen Niu memberikan pelukan hangat dan meminta maaf kepadanya.
Akhirnya dia membawanya turun dan makan bersama dengan Bibi Zhang, setelah mereka makan Chen Niu mendapatkan kabar yang dia inginkan dari Dong Yan.
Lokasi Ban Ra sudah terkunci dan saat ini mengumpulkan banyak Dewa terkenal disatu tempat. Namun Chen Niu tidak akan mundur dari niat awalnya, dia segera mengatur penerbangan dan berangkat ke Hongkong.
Lebih tepatnya sekarang Ban Ra berada di Po Toi dan hanya butuh waktu beberapa jam sampai Chen Niu sampai disana.
Menurut laporan dari Dong Yan sekarang Ban Ra mendapatkan dukungan dari seorang Dewa Senior yang bernama Cheng Yu. Dewa Cheng Yu merupakan penganut ajaran Tao yang sangat kuat, dengan kata lain dia adalah Raja sebenarnya dari Hongkong.
Setelah beberapa waktu akhirnya Chen Niu sampai dibandara. Namun kedatangannya sudah disambut dengan sangat meriah, selain banyak orang militer yang mengarahkan senjata api kepadanya ada juga Tank yang sudah membidik kearahnya.
Chen Niu berjalan turun dan duduk ditangga dengan ekspresi yang dingin, "Apakah ini sambutan yang kalian berikan kepadaku !"
Seorang Pria yang merupakan seorang Jendral yang mengatur Pasukan maju dan berkata, "Dewa Chen Niu... saya mohon untuk Anda segera mundur, apa yang telah Anda lakukan sama saja mendeklarasikan perang kedua Negara. Demi menegakkan aturan dan kedamaian dunia, kami sama sekali tidak meremehkan Anda tapi mohon untuk pengertiannya !"
"Kami bisa memberikan penjelasan." Kata Jendral itu dengan gugup.
"Sudahi omong kosong kalian tentang penjelasan atau apapun itu. Karena dia berani memburuku maka dia harus siap untuk diburu, awalnya aku tidak ingin membunuh orang yang tidak ada kaitannya dengan masalah kami. Kita lalukan apa yang kau sebut dengan perang, tapi bukan antar kedua Negara... hanya kalian dan diriku yang melakukannya. Aku sendiri sudah cukup untuk menghapus Negaramu dari Peta Dunia !" Chen Niu menjentikkan api keatas langit.
Gelombang panas menyebar dengan gila dan Api itu membesar menjadi Bola Api, pemandangan ini sudah seperti matahari buatan dan jika itu jatuh kebawah maka semua pasukan akan disapu bersih dan tempat itu akan menjadi lautan api.
"Ini adalah kesempatan terakhir untuk kalian... turunkan senjata kalian dan menyerah, atau mati konyol karena membela kebodohan seseorang. Aku datang kemari bukan untuk menjajah kalian, kedatanganku kemari hanya untuk menuntut pembalasan dari perbuatan seseorang. Jika kalian pikir sosok Bajingan itu sebesar sebuah Negara, maka kalian bisa melanjutkannya !" Kata Chen Niu dengan dingin.
Semua Prajurit terlihat ragu untuk melanjutkan pertempuran, semua ini tidak ada bedanya dengan bunuh diri. Walaupun mereka sudah mengerahkan senjata berat masih mustahil untuk mengalahkan seorang Dewa.
Terlebih masalah ini tercipta karena kesalahan seseorang. Dewa didepan mereka ini masih manusiawi, dia tidak membunuh warga sipil dan memberikan kesempatan mereka untuk memilih.
Mereka adalah Prajurit yang mengabdikan diri kepada Negara dan bukan untuk melindungi Bajingan bersalah yang serakah sampai menciptakan situasi ini.
Jendral itu dengan tegas berkata, "Anda bisa lanjut... terlepas dari perintah yang diatas kami menyerah. Tapi bisakah Anda menjanjikan untuk tidak melukai warga sipil ?"
Chen Niu berdiri dan menepuk pundak Jendral itu, "Kau mendapatkan rasa hormat dariku... aku bisa menjanjikan satu hal, hanya mereka yang membela Bajingan Ban Ra yang akan mati. Jadi jangan salah paham dan akan aku tegaskan sekali lagi, aku tidak memiliki permusuhan kepada Negaramu... dendam yang aku miliki hanyalah milik pribadi."
Chen Niu bergegas terbang dan meninggalkan mereka semua. Sekarang posisi Ban Ra sudah terkunci olehnya, entah siapa yang akan menjadi pendukungnya maka Chen Niu hanya perlu membunuhnya.