
Sore harinya mereka makan bersama disebuah restoran yang sudah dipesan Song Yiwen, nafsu makan Chen Niu cukup besar dan membuat Song Yiwen sangat senang.
Sekarang Chen Niu akan berada di Jiangbei selama beberapa hari dan mereka mungkin bisa menghabiskan waktu bersama. Setelah makan Chen Niu memutuskan untuk kembali kerumah dan beristirahat.
"Berapa hari kau akan disini ?" Tanya Song Yiwen dengan penasaran.
"Tidak akan lama... tapi jika kau ingin aku bisa tinggal selama tiga hari disini." Kata Chen Niu dengan jujur.
"Baguslah... Itu berarti kau bisa menemaniku jalan-jalan besok ?" Tanya Song Yiwen dengan santai.
"Kemanapun yang kau inginkan." Chen Niu sama sekali tidak bisa menolaknya.
Chen Niu melihat kearah kaca spion dan dibelakang ada sebuah mobil putih yang terus mengikutinya sejak dia keluar dari restoran. Chen Niu dapat merasakan niat membunuh yang mereka pancarkan dan sepertinya ada tiga orang pembunuh yang mengincar nyawanya.
"Yiwen... dengarkan aku untuk sekarang, apapun yang terjadi jangan pernah keluar dari dalam mobil. Mereka mengincar nyawaku dan secepatnya aku akan menyelesaikan mereka !" Kata Chen Niu dengan dingin.
Song Yiwen terlihat sangat cemas dan mengangguk, Chen Niu segera menambah kecepatan mobilnya dan mencari tempat yang sepi. Mobil itu terus mengikutinya dengan gigih dan setelah beberapa waktu Chen Niu berhenti tepat dipinggiran jalan yang sepi.
Dengan santai Chen Niu turun dan mobil putih itu berhenti tidak jauh darinya. Dua orang Pria dan satu wanita turun dari dalam mobil, wanita itu memiliki kode nama yaitu Red. Sedangkan dua Pria lainya disebut Iron dan Dark, mereka adalah Master luar Cina yang sengaja datang untuk mengincar kepala Chen Niu.
"Tampan sekali... menemukanmu sungguh sangat sulit, sayang sekali jika kita harus membunuh orang yang setampan dirimu. Bagaimana jika bermain dengan Kakak sebentar ?" Kata Red dengan sedikit menggoda.
"Jangan meremehkannya... dia menduduki peringkat kedua dan melihat dari rekaman kekuatannya tidaklah lemah. Raja Utara Chen Niu memang layak akan reputasi besarnya, namun sayangnya dia menyinggung orang yang tidak seharusnya dia lawan." Kata Dark dengan santai.
Chen Niu tersenyum dan berkata, "Percaya diri sekali... kenapa kalian tidak mengatakan saja siapa yang mengirim kalian kemari ?"
"Itu tergantung pada kemampuanmu apakah bisa memaksa kami untuk buka mulut !" Red tersenyum dan menarik nafas dalam-dalam.
Pelindung Qi itu hancur dan Chen Niu dipaksa mundur beberapa langkah. Namun mata Chen Niu terus mengawasi sekitarnya dan mengunci pergerakan Dark yang sedang menyembunyikan hawa keberadaannya untuk melakukan serangan diam-diam.
Dark yang merasa dirinya diawasi menjadi sedikit frustasi. Chen Niu sangat tenang dan bahkan dikejutkan oleh mereka berdua, dia masih bisa menganalisis semuanya dan pengalaman bertarungnya tidaklah rendah.
"Hanya dengan kemampuan seperti ini kalian sudah berani menantangku. Bahkan kalian tidak lebih baik dari Nan Tian dan dengan bangga mengatakan ingin membunuhku, apakah kalian sedang bermimpi !" Kata Chen Niu dengan sedikit mengejek.
Dark muncul dibelakang Chen Niu dan Belatinya diarahkan langsung keleher belakang Chen Niu, "Bajingan sombong akan mati !"
Belati itu menusuk bayangan udara Chen Niu dan sosoknya mulai kabur. Hawa dingin terasa sangat jelas dipunggung Dark, namun sebelum dia bisa menoleh kebelakang kepalanya sudah ditangkap dan dibenturkan ketanah dengan keras.
"Kemampuan bersembunyi yang bagus, tapi jika kau ingin menikam orang dari belakang lain kali jangan berteriak. Tapi sepertinya tidak ada lain kali untukmu !" Chen Niu mendesak Qi miliknya dan menekan Dark lebih keras.
Kepalanya hancur dan darah menyembur menjadi genangan kecil. Ekspresi Chen Niu masih terlihat sangat dingin menatap Iron dan Red yang terlihat marah.
"Membunuh Saudaraku !" Iron berlari kearah Chen Niu dan kulitnya berubah menjadi hitam dan keras.
Red membuat sebuah cambuk api dan mengayunkannya sekuat tenaga, cambuk api itu melesat kearah Chen Niu bersamaan dengan Iron yang penuh dengan niat membunuh.
Chen Niu dengan santai menangkap cambuk api dengan tangan kirinya, dia mengepalkan tinjunya dan Qi yang tajam menyelimuti tangannya. Segera dia menghindari tinju Iron dan membalasnya dengan tinjuan didadanya.
Tinju Chen Niu menembus dada Iron dan terlihat lubang yang sangat jelas. Jantungnya hancur dan darah menyembur dari mulutnya, dalam sekejap Iron mati dan Red menjadi sangat ketakutan.
Informasi yang mereka dapatkan Chen Niu itu salah dan dia bukanlah Grandmaster biasa melainkan sudah berada di Puncak. Mereka memang lebih kuat dari kebanyakan Master namun masih hal yang mustahil untuk menandingi Grandmaster puncak seperti Chen Niu.