I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 76 - Universitas Donghai


Chen Niu menyalurkan Qi Sejati miliknya kedalam Jimat dan menempelkannya didinding. Penghalang besar yang tak terlihat terbentuk dan Energi Alam disekitarnya mulai ditarik, Chen Niu tersenyum puas dan tidak memiliki pendapat tentang kehebatan jimat ini.


Selama dia pergi maka Jimat ini akan menjadi bentuk perlindungan untuk Lin Yu dan Qing Zhu, jadi Chen Niu tidak perlu mengkhawatirkan Roh Jahat atau apapun itu selama dirinya tidak ada dirumah.


Chen Niu bergegas kekamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah beberapa waktu dia mengganti pakaiannya dan pergi keruang tamu untuk bersantai.


Qing Zhu yang tahu kepulangan Chen Niu bergegas membuatkan kopi untuknya dan duduk disamping Chen Niu.


"Dimana Lin Yu ?" Tanya Chen Niu dengan penasaran.


"Setelah menerima terapi Kakak Lin tertidur pulas dikamar. Aku tidak ingin mengganggunya dan besok bukankah Universitas akan dibuka !" Kata Qing Zhu dengan santai.


"Ya... besok kita akan berangkat bersama." Kata Chen Niu dengan santai.


"Apa kau tidak memperhatikanmu sebelumnya atau kau yang berbeda dari sebelumnya. Kulitmu terasa lebih halus dan kencang !" Kata Qing Zhu dengan bingung.


"Aku baru saja menjadi seorang Grandmaster Seni Beladiri, jadi wajar saja jika semua ketidakmurnian didalam tubuhku hilang." Kata Chen Niu dengan bangga.


"Wow... Ayah dan Kakek pasti akan senang mendengar kabar ini. Tapi keuntungan terbesar adalah milikku. Sebagai Selirmu aku memiliki hak penuh untuk memilikimu sepenuhnya." Kata Qing Zhu yang terlihat bahagia.


Chen Niu memeluk Qing Zhu dengan lembut dan mengusap punggungnya, "Aku tahu kalau Keluargamu sangat menghargai tradisi. Tapi ingatlah ini baik-baik... jika kau mengakuiku sebagai Pria yang akan menjadi Suamimu dimasa depan maka kau dilarang menyebut dirimu sebagai Selir. Bagiku entah kau ataupun Lin Yu adalah orang yang sama dihatiku, siapa yang pertama atau kedua itu tidaklah penting."


Qing Zhu membalas pelukan Chen Niu dan merasa sangat hangat, dia merasa senang dengan perlakuan Chen Niu yang sangat baik kepadanya dan sepertinya dia tidak jatuh cinta kepada orang yang salah.


Qing Zhu mengangkat wajahnya dan tersenyum dengan bahagia. Chen Niu yang melihat hal ini tidak bisa menahan diri dan sangat ingin menciumnya, mereka berdua berciuman dengan sangat lembut untuk waktu yang cukup lama.


"Hah... cukup... aku tidak ingin ini berlanjut, aku baru saja beristirahat dan walaupun kau sangat kuat akan kesulitan bagiku untuk mengimbanginya." Kata Qing Zhu yang mengusap bibirnya.


"Um.... aku akan bertanya terlebih dahulu kepada Kakak Lin Yu. Biarkan dia yang memutuskan ingin pergi kemana, tapi jika ini hari Valentine maka giliranku yang memutuskan." Kata Qing Zhu dengan jujur.


"Terserah kalian saja.... ayo keatas dan tidur, kau juga butuh istirahat yang baik untuk besok bukan !" Chen Niu berdiri dan membawa Qing Zhu untuk tidur bersama dengannya.


Keesokan paginya semua orang bangun lebih awal dan Bibi Zhang sudah menyiapkan makanan di ruang makan. Mereka semua makan bersama-sama dan terlihat sangat santai menikmati hidup.


Setelah beberapa waktu Qing Zhu dan Lin Yu berangkat terlebih dahulu ke Universitas Donghai, mereka adalah Murid tahun kedua dan hanya perlu melapor sedikit untuk absen. Berbeda dengan Chen Niu yang memiliki Upacara Murid baru dan mungkin setelahnya akan ada pesta untuk rekrutan Murid Baru.


Chen Niu sedikit ragu untuk berangkat menggunakan Pagani, dia takut bahwa nanti akan menarik perhatian dan merepotkan. Jadi dia mengambil tasnya dan pergi menggunakan Taksi.


Setelah beberapa waktu akhirnya dia sampai di gerbang Universitas Donghai, setelah melalui acara penyambutan Murid baru Chen Niu segera berjalan kearah Kelasnya.


Tiba-tiba seorang wanita yang wajahnya tertutup rambut menabraknya dari belakang. Buku yang dibawa Wanita itu berserakan ditanah dan Chen Niu membantunya berdiri sekaligus mengambil bukunya.


"Maafkan aku yang tidak melihat jalan sampai menabrakmu !" Kata Wanita itu dengan malu.


"Tidak perlu minta maaf... berhati-hatilah ketika berjalan." Chen Niu memberikan bukunya dan Wanita itu mengambilnya.


"Sekali lagi saya minta maaf dan selamat tinggal." Wanita itu membungkuk dan dengan cepat dia lari karena terburu-buru.


Chen Niu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan entah mengapa wanita itu terlihat sangat familiar. Tapi sayangnya dia sama sekali tidak bisa mengingat siapa Wanita itu dan segera dia pergi.


Segera dia mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan merasa sangat bernostalgia. Jurusan Bisnis memang yang terbaik dan Chen Niu merasa nyaman jika berada disini, mengingat masa lalunya membuatnya sedikit bersemangat. Walaupun dia dulu adalah orang gagal tetapi kali ini dia bertekad untuk mendapatkan semuanya.