
Keesokan paginya semua orang pergi berbelanja meninggalkan Chen Niu dan Lin Yu dirumah, mereka berdua ditaman dan Chen Tian juga bersama dengan mereka.
Lin Yu merasa kalau hidupnya saat ini sudah lengkap sejak saat Chen Niu kembali, dia lebih sering tersenyum dan suasananya menjadi jauh lebih hangat.
"Apakah kau memerlukan sesuatu... ingin makan atau apapun itu aku akan segera mengambilnya untukmu !" Kata Chen Niu yang mengkhawatirkan Lin Yu.
"Tenanglah... sudah empat bulan sejak aku melahirkan. Lagi pula itu tidak seperti yang sedang kau pikirkan, aku baik-baik saja dan tidak membutuhkan apapun sekarang." Kata Lin Yu sambil menggendong Chen Tian.
Chen Niu merangkul Lin Yu dan mencium pipinya, "Terimakasih sudah membuat hidupku lengkap... Lihatlah Anak kita, dia sangat mirip sepertimu !"
"Apa yang kau katakan... dia jauh lebih mirip dengan Ayahnya. Tapi aku berharap agar dia tidak meniru sifat Ayahnya dimasa depan." Kata Lin Yu dengan santai.
"Apa katamu ?" Chen Niu sedikit tersinggung.
"Tidak ada." Lin Yu memalingkan wajahnya dan berkata, "Menurutku ini tidaklah adil jika aku seorang yang memiliki Anak, kau harus bekerja keras nanti dan membuat mereka hamil !"
"Dengan senang hati aku akan melakukannya." Chen Niu mengacungkan jempolnya dengan percaya diri.
Lin Yu hanya bisa tersenyum pahit dan inilah sifat Chen Niu yang tidak dia suka. Terlalu vulgar dan berterus terang sekalipun apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang memalukan.
Malam harinya mereka semua berpesta dikolam renang belakang Mansion. Banyak makanan yang enak tersaji diatas meja dan Chen Niu merasa bahwa dirinya sudah seperti Raja yang sebenarnya.
Qing Zhu terus berada didekatnya dan Yao Chi mengambilkan makanan untuknya. Song Yiwen membuat beberapa makanan dan Cang Yue sendiri sangat malu dengan pakaian renang yang terbuka.
Walaupun semuanya juga mengenakan pakaian yang sama dan Lin Yu memintanya untuk terbiasa, dia masih tetap malu dengan keadaanya. Untungnya tidak ada Pria lain yang melihatnya seperti ini jika tidak Cang Yue akan mencongkel matanya.
Chen Niu menghampirinya dan tiba-tiba dia menarik Cang Yue kedalam kolam renang, mereka semua terjun kedalam dan Chen Niu menekan Cang Yue dipinggir kolam.
"Tolong jangan buat aku mengenakan pakaian memalukan seperti ini didepan Pria lain." Cang Yue berkata dengan sungguh-sungguh.
"Tidak ada Pria yang ingin tubuh wanitanya dilihat oleh Pria lainya. Hanya aku seorang yang boleh menikmati keindahan ini !" Chen Niu mencium leher Cang Yu dan mulai merasakan sedikit kehangatannya.
Xiao Rain yang melihat hal ini tidak bisa tinggal diam dan begitu pula dengan Qing Zhu, mereka segera bergabung bersama-sama dan semua orang menghabiskan malam yang panas dan penuh gairah.
Keesokan paginya Chen Niu memulai harinya seperti biasa. Bekerja dan mengecek semua pekerjaan bawahannya, kabar pembantaian para Dewa di Kediaman Chen Niu menyebabkan berita besar.
Namun pertarungan para Dewa bukanlah sesuatu yang bisa dicampuri. Jadi tidak ada yang mempermasalahkannya dan kebanyakan media menutupi kebenarannya seperti angin.
Chen Niu berada diatap perusahaan miliknya dan merasakan angin yang berhembus. Rokok ditangannya dinikmatinya dengan santai dan dia menikmati waktu sendirinya.
Masa depan semuanya sudah berubah dan kekuatannya sekarang berada dipuncaknya, Raja Iblis sudah mati dan dunia menjadi lebih damai tanpa adanya ancaman darinya.
Namun Chen Niu hanya meyakini satu hal bahwa dia harus terus mengolah kekuatannya seperti apa yang dilakukan Leluhur Chen Feng. Masa depan tidak bisa diprediksi dan mungkin saja ada Raja Iblis kedua yang muncul atau beberapa orang kuat yang mencari masalah.
Hanya kekuatan yang dapat mengatur segalanya dan untuk membuat kehidupan yang dia inginkan, kekuatan adalah hal yang sangat dibutuhkan. Untuk itulah dia akan terus berkembang sampai batasnya dan mempertahankan kedamaian untuk Keluarganya.
Setelah Chen Tian berumur satu tahun maka dirinya akan membawanya ke Benua Zhenwu untuk berlibur. Tentunya semua Keluarganya akan ikut bersama-sama dengannya, sekarang dia perlu menunjukan kepada semua orang disana tentang Putranya dan biarkan mereka tahu tentangnya.
Terlebih dia juga sudah mengatakan kepada semua orang kalau dia akan kembali bersama dengan Putranya. Jadi mungkin mereka sedang memikirkan cara untuk memberikan hadiah yang layak untuk menunjukan ketulusan.
Chen Niu menghisap rokoknya dan berkata, "Aku bersyukur dapat mengulang kembali... jika bukan karena bantuan Leluhur mungkin aku sudah berada dineraka sekarang. Semua usaha yang aku lakukan tidak sia-sia... setidaknya ini adalah kehidupan yang benar-benar aku inginkan sejak lama dan memberikan mereka semua kebahagian yang pantas mereka dapatkan."