
Cang Yue berteriak dengan keras, "Kalian semua jangan mundur... tidak ada tempat untuk lari dan sekarang adalah waktunya kita semua menggabungkan kekuatan. Kalian yang berada di Alam Dewa Bumi bersiap untuk menembak... sisa Pasukan akan membuat penghalang untuk mencegah terkena dampak ledakan. Aku sendiri yang akan menghancurkannya diatas langit !"
Aura Cang Yue meledak dengan gila dan Petir yang ganas berubah menjadi Burung Petir, dia mendesak seluruh Qi miliknya dan memuntahkan esensi darahnya demi mengeluarkan serangan terbaiknya.
Semua orang yang mendengar perkataan Cang Yue mulai termotivasi dan pergi keposisi mereka masing-masing. Sekalipun mereka lari mereka akan tetap terkena dampak serangan Bola Hitam dan akan tetap mati, dari pada mereka menunggu mati setidaknya mereka akan berjuang untuk bertahan hidup dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki.
Ribuan Kultivator di Alam Dewa mendesak Qi mereka dan yang lainya mulai bersiap-siap. Mereka memuntahkan esensi darah dan akan melakukan yang terbaik untuk bertahan hidup.
Teriakan dan Aura yang sangat ganas menyelimuti seluruh kota. Gelombang Qi yang besar menyembur keatas langit dan menabrak Bola Hitam, perlahan Bola Hitam itu terdorong lebih tinggi dan Cang Yue terus memberikan komandonya.
Tidak ada satupun dari mereka yang menahan diri dan ini bukan waktunya untuk menyimpan kekuatan mereka. Bola Hitam itu terdorong lebih tinggi melewati awan dan Cang Yue tidak tahu apakah ini sudah cukup atau tidak, ekspresi semua orang terlihat sangat pucat dan kekuatan mereka mungkin akan segera habis.
Cang Yue bersiap untuk menyerang dan berkata, "Setelah aku membuat gerakan segera buat penghalang !"
Burung Petir memancarkan Aura penghancur yang besar dan Cang Yue meninju keatas langit. Burung Petir itu melesat seperti sebuah Roket dan semua orang segera mendesak Qi mereka untuk membuat penghalang Pelindung yang sangat kokoh.
*Boom*
Burung Petir itu menembus Bola Hitam dengan daya hancur yang besar. Ledakan penghancur yang sangat kuat disertai gelombang Aura yang mengerikan terlihat jelas diatas langit dan menciptakan lubang badai yang besar.
Langit seolah akan runtuh dan mereka semua menghela nafas, kekuatan penghancur seperti itu jika benar-benar terjatuh dikota mereka tidak akan memiliki peluang untuk selamat sama sekali. Penghalang Qi tidak yang hanya terkena dampaknya saja sudah menunjukan retakan, mereka tidak bisa membayangkan pertempuran seperti apa yang terjadi di jaman kuno antara Sekte Langit dan Bumi melawan Raja Iblis ini.
Salah seorang Pria yang berada dibenteng kota melihat kearah luar, dari kejauhan dia melihat kabut hitam yang sangat tebal dan dari dalam kabut hitam keluar sosok tengkorak yang berjalan kearah kota.
Cang Yue mengeratkan giginya dan merasa sangat kesal. Semua orang baru saja lolos dari kematian dan sekarang muncul sekumpulan Monster tulang, kondisi semua orang saat ini terlihat kelelahan dan dilihat dari jumlahnya setidaknya ada ratusan ribu Monster Tulang.
*Slash.*
Sekolompok Pasukan dari arah berlawanan datang dan seorang Pria mengayunkan Pedangnya. Qi Pedang membelah tanah dan membentuk sebuah jurang yang panjang sekaligus sangat dalam.
Pria itu bernama Zhang Heqing yang merupakan Kultivator Alam Dewa yang berada dipuncak, dibelakangnya dia membawa tiga ribu Kultivator dan mereka merupakan bawahan dari Mo He.
"Kalian semua tahan sekumpulan tulang itu, manfaatkan medan yang baru saja aku ciptakan dan jangan terlalu banyak membuang tenaga." Perintah Zhang Heqing dengan tegas.
Mereka semua mengangguk dan bergegas turun dan menyerang Monster Tulang. Cang Yue terbang ke Benteng dan menatap Zhang Heqing, dia tidak tahu mengapa musuh membantu mereka tapi ini cukup bagus mengingat kondisi mereka juga tidak memungkinkan.
Zhang Heqing mendarat dibenteng dan semua orang bersiap untuk bertarung. Namun Cang Yue menyuruh mereka untuk mundur dan mendengar apa yang ingin Zhang Heqing sampaikan.
"Salah satu Komandan dari Mo He... apa tujuanmu datang kemari, kau tidak berniat untuk menyerah kepada kami bukan dan berpikir bahwa aku akan menerimamu begitu saja !" Kata Cang Yue sambil mengacungkan Pedangnya.
"Tuan Mo He sudah mati dan orang yang aku layani sudah tidak ada. Sekarang tubuhnya dikendalikan oleh sosok Iblis itu, aku sangat mengerti situasi berbahaya yang dihadapi oleh Benua Zhenwu. Alasan kita bermusuhan adalah karena perbedaan Tuan yang kita ikuti, Tian Zong sudah mati dan begitu pula dengan Tuan Mo He."
Zhang Heqing melanjutkan, "Aku juga tidak menyangka kalau Tuan Mo He akan bekerjasama dengan makhluk yang berbahaya seperti itu untuk mendapatkan kekuatan. Benua Zhenwu adalah tempat kelahiranku dan aku tidak akan membiarkannya hancur bersama dengan apapun, sekarang mari lupakan dendam masa lalu dan bekerjasama untuk kebaikan Benua Zhenwu. Setelah semua ini selesai aku bersedia memberikan kepalaku dengan bayaran kau akan melepaskan semua Saudara seperjuanganku."