I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 152 - Pengakuan


Setelah mengobrol untuk beberapa waktu akhirnya mereka sudah saling akrab. Niu Lan membawa mereka untuk pergi berbelanja di Pusat Perbelanjaan, Chen Niu dan Ayahnya diminta untuk menjaga rumah.


Chen Niu menikmati rokoknya dan secangkir kopi hangat dimeja makan. Chen Fu yang melihat kelakuan Anaknya hanya bisa menggelengkan kepala.


"Kau yakin akan menikahi mereka semua dimasa depan ?" Tanya Chen Fu dengan sungguh-sungguh.


"Tentu saja... Ayah tidak perlu khawatir, hubungan mereka sangat baik dan tidak akan ada pertengkaran. Memenuhi kebutuhan mereka aku sendiri sudah cukup, semuanya sudah aku rencanakan termasuk masa depan kalian berdua." Kata Chen Niu dengan penuh keyakinan.


"Kau sudah dewasa dan kau bisa menentukan sendiri masa depan apa yang ingin kau ciptakan, tapi kita juga harus memberikan wajah kepada Keluarga mereka !" Kata Chen Fu dengan serius.


Bagaimanapun Chen Niu sudah sangat serius dalam pilihannya. Pada akhirnya mereka juga harus terlibat dan bertemu dengan masing-masing Keluarga mereka.


"Lin Yu, Yao Chi dan Song Yiwen adalah seorang Yatim Piatu. Sedangkan Qing Zhu memiliki Keluarganya di Xianjiang. Setelah menetap beberapa hari disini aku akan pergi mengunjungi mereka sekaligus berlibur bersama mereka." Kata Chen Niu dengan jujur.


"Jangan bilang kalau Qing Zhu berasal dari Keluarga nomer satu di Xianjiang yaitu Keluarga Qing ?" Tanya Chen Fu dengan penasaran.


"Ayah memiliki pengetahuan dan semua itu adalah benar, tenang saja... Keluarga Qing tahu benar diriku dan tidak mempermasalahkan hal ini. Mereka berada dibawahku dan tahu segalanya tentangku." Kata Chen Niu sambil meminum kopinya.


"Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan, kau berkata bahwa melakukan bisnis perhiasan di Donghai. Sedangkan pengaruhmu sampai di Chuzhou, sekarang adalah waktu yang tepat untukmu mengatakan kebenaran !" Kata Chen Fu yang sangat penasaran.


Chen Niu mengangguk dan berkata, "Apakah Ayah tahu Raja Dunia Bawah ?"


"Ya... Walaupun kita adalah orang biasa aku masih memiliki pengetahuan tentang hal ini. Raja Dunia Bawah adalah orang-orang yang memiliki pengaruh besar dengan kekuatan yang hebat, jangan bilang padaku kau memiliki hubungan dengan salah satu Raja Dunia Bawah. Kau tahu bahwa hal itu sangat berbahaya dan aku tidak menyarankanmu untuk berada dibawah mereka." Kata Chen Fu yang sedang mengingatkan Putranya.


"Ayah salah... Aku tidak berada dibawah mereka, Putramu ini adalah salah satunya. Cina Utara berada dibawah kendaliku sejak awal, aku dikenal sebagai Raja Utara Cina." Kata Chen Niu dengan jujur.


"Mustahil." Kata Chen Fu dengan penuh keterkejutan.


"Abaikan soal dirimu adalah Penguasa daratan Cina Utara. Umurmu bahkan belum mencapai dua puluh tahun, sejak kapan kau membangun kekuatan dan jika dipikir secara logika itu mustahil." Kata Chen Fu dengan ekspresi yang bingung.


Sehebat apapun Chen Niu pencapaian ini sangat tidak wajar. Chen Niu mengangkat tangannya dan kedua cangkir melayang didepan mata Chen Fu.


"Aku akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi terlepas itu apakah Ayah bisa menyimpan pembicaraan ini hanya untuk kita berdua ?" Tanya Chen Niu dengan sungguh-sungguh.


"Ya... Aku berjanji." Kata Chen Fu sambil mengangguk.


Chen Niu menghela nafas dan berkata, "Aku berasal dari masa depan yang kembali ke masa lalu. Aku adalah Putra kalian berdua Chen Niu yang memiliki pengetahuan tentang masa depan, aku tidak tahu mengapa setelah kematian datang kepadaku aku kembali ke umurku yang sekarang. Tapi satu hal yang pasti... mungkin Tuhan memberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya !"


Chen Fu memegang kepalanya dan tidak menyangka kalau ada sesuatu yang ajaib seperti ini. Dilihat dari manapun semua yang dikatakan Chen Niu adalah hal yang mustahil, namun semua apa yang dia dapatkan sekarang adalah sesuatu yang jauh lebih aneh dan tidak seharusnya dicapai dengan umurnya yang masih sangat muda.


"Jika itu benar maka apa dirimu dimasa depan ?" Tanya Chen Fu yang mencoba untuk tetap tenang.


"Orang yang berdiri diatas mayat musuh-musuhku. Grandmaster Seni Beladiri yang sudah seperti sebuah mesin, tanpa perasaan dan hanya tahu bagaimana cara membunuh." Kata Chen Niu dengan dingin.


"Penyesalan apa yang kau miliki sampai membuatmu menjadi mesin pembunuh ?" Tanya Chen Fu dengan penasaran.


Chen Niu menundukkan kepalanya dan berkata, "Hah... sebuah ketidakberdayaan dimana aku tidak bisa menolong ataupun melindungi orang yang sangat berarti untukku."


"Apakah kami yang menjadi alasanmu !" Chen Fu menunjuk dirinya sendiri.


Chen Niu mengangguk dan membenarkannya, alasan mengapa dia bisa sampai seperti itu adalah ketika kedua orang tuanya mati dalam ketidakberdayaan sampai memaksa mereka mengakhiri hidup mereka bersama-sama.