I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 220 - Persiapan


Cang Yue memberikan sebuah Mutiara Putih kepada Chen Niu, "Ini adalah Mutiara Jiwa dimana kau dapat melihat seseorang yang ingin kau lihat, selama kekuatannya dibawahmu seharusnya kau bisa melihatnya !"


Chen Niu mengambilnya dan mungkin ini adalah hadiah terbaik yang bisa dia dapatkan. Dirinya sangat merindukan Istri-Istrinya ataupun Keluarga yang lainya, itu akan menjadi sedikit obat untuk dirinya.


Chen Niu menuangkan kekuatan jiwanya dan Mutiara itu masuk kedalam laut kesadarannya, Chen Niu duduk dan kesadaran ilahinya dapat melihat bayangan Sichuan.


Dikediaman rumahnya Chen Niu dikejutkan oleh sesuatu. Lin Yu duduk dihalaman bersama dengan Bibi Zhang, namun perutnya yang besar menandakan bahwa dirinya sedang hamil anaknya.


Setidaknya jika menilai dari ukuran perutnya Lin Yu sudah hamil 6 atau 7 bulan. Sedangkan yang lainya sedang melakukan pekerjaan mereka sambil merawat Lin Yu.


"Nyonya... apakah ingin buah-buahan... tidak ada banyak waktu sampai Anak Nyonya Lin lahir dan Anda harus memberikan nutrisi yang cukup untuknya." Kata Bibi Zhang dengan penuh perhatian.


"Tidak perlu Bibi Zhang... Aku sudah makan terlalu banyak." Lin Yu menolaknya dan hanya ingin bersantai.


"Apakah Nyonya sedang merindukan Tuan lagi ?" Tanya Bibi Zhang dengan penasaran.


"Aku adalah Istrinya dan sudah pasti aku sangat merindukannya. Aku yakin ketika dia kembali Chen Niu akan merasa sangat senang karena bertambahnya anggota Keluarga kita. Aku ingin melihat ekspresi macam apa yang dia tunjukan nanti !" Kata Lin Yu dengan penuh kerinduan.


Chen Niu yang tidak sengaja mendengar hal ini merasakan guncangan yang hebat dalam hatinya sekarang. Bahagia itu sudah pasti namun sekarang yang ada hanya perasaan bersalah yang dalam untuk Lin Yu.


Sebagai seorang Suami ataupun yang sebentar lagi menjadi seorang Ayah untuk Anak didalam perut Lin Yu, sungguh dia merasa sangat sakit hati karena tidak dapat menemani Istri sekaligus Anaknya.


Chen Niu menarik dirinya kembali dan tidak ingin melihat lebih jauh. Semakin dia tahu tentang masalah ini maka dirinya akan menjadi semakin bersalah.


Lin Yu dan yang lainya memang tidak menyalahkannya. Namun dia merasa bahwa dirinya adalah Pria yang buruk, jika Chen Niu tahu tentang hal ini lebih awal maka dirinya mungkin tidak akan pernah datang.


Sekarang dia memiliki Keluarganya sendiri dan tentunya hatinya yang kosong menjadi terisi, apa yang ingin dia lakukan adalah melindungi mereka semua.


Chen Niu memegang wajahnya dan air matanya tanpa sadar keluar. Cang Yue yang melihat perubahan ini tidak bisa berhenti untuk tidak mengkhawatirkannya. Namun dia hanya memeluk Chen Niu dan menunggu penjelasannya nanti.


Setelah beberapa waktu Chen Niu mendapatkan kembali ketenangannya dan berkata, "Kau bertanya berapa banyak peluang untukku menang bukan. Aku pasti seratus persen akan menang melawannya... Perang ini akan mengakhiri sejarah pertempuran tiga Generasi."


Chen Niu melanjutkan, "Aku Generasi yang terakhir Chen Niu... aku akan menggunakan segala kemampuan yang aku miliki untuk membunuh Raja Iblis."


Semua orang dapat mendengar pernyataan Chen Niu dan membuat semua Pasukan Bersorak dengan penuh semangat juang. Teriakan mereka menggema diatas langit disertai aura yang sangat kuat.


Mereka bergerak dalam satu tujuan yaitu untuk menyingkirkan bahaya besar. Sekarang keberanian mereka sudah terkumpul dan tiga hari lagi adalah pertempuran yang menentukan hancur atau tidaknya Benua Zhenwu.


Waktu terus berlalu dan tiga hari sudah berlalu, komando dipegang oleh Cang Yue sedangkan formasi perang yang diambil cukup luar biasa.


Mereka semua seperti Burung Elang yang menerjang musuhnya dari arah langit, jutaan Pasukan berkumpul disatu arah dan Chen Niu menugaskan gelombang Aura mereka sudah seperti sebuah tsunami yang dapat menenggelamkan semua musuhnya.


Yao Jun berdiri disamping Chen Niu bersama dengan yang lain, "Chen... pastikan kau menang melawannya. Aku tidak ingin hal ini terjadi di Bumi... walaupun Bumi memiliki militer dan senjata canggih. Namun sesuatu seperti ini sudah diluar akal sehat."


"Aku tahu langkah apa yang harus aku ambil... Keluargaku masih menunggu dirumah. Aku pasti akan menang entah berapa banyak harga yang nanti aku bayarkan." Kata Chen Niu dengan tegas.


Dari semua orang Chen Niu jauh lebih tahu situasi berbahaya dari ancaman Raja Iblis. Dirinya tidak tahu apakah Bumi juga menjadi targetnya, namun yang pasti semuanya akan berakhir disini dan tidak akan ada yang dapat menghentikannya.


Bahkan sekalipun dia harus mati maka dirinya akan membawa Raja Iblis untuk mati bersama dengannya. Dirinya tidak akan pernah membiarkan bahaya seperti ini ada.