
Tidak terasa sudah bulan Chen Niu berlatih dan dia sama sekali tidak bergerak dari tempatnya, hanya fluktuasi Auranya menjadi lebih kuat dan ledakan Qi terus menerus terjadi didalam tubuhnya.
Semua Batu Roh sudah dia serap sepenuhnya dan terkadang dia mendorongnya menggunakan herbal. Sekarang kekuatannya melonjak dengan pesat dan kekuatan spiritualnya jauh lebih padat dari sebelumnya.
Hanya tinggal selangkah lagi sampai dia menerobos ke Alam Mahayana namun kali ini dia harus mengakhiri latihannya. Terlalu memaksakan diri bukanlah hal yang bagus dan Teknik Bulannya membutuhkan energi Yin yang banyak.
Sebelum dia mendapatkannya maka Chen Niu tidak berani mencoba untuk memulai terobosan, takutnya fondasi yang sudah dia bangun dengan Teknik Matahari, Bulan dan Bintang akan rusak keseimbangannya jika salah satunya melemah.
Chen Niu adalah seorang Pria dengan energi Yang Qi ditubuhnya. Yin Qi sendiri biasanya dimiliki oleh seorang wanita, dengan Teknik Iblis mungkin dirinya bisa merebut Yin Qi dengan paksa. Namun Chen Niu tidak akan pernah mau melakukan tindakan keji itu dengan metode Iblis.
Chen Niu merasakan sesuatu terbang kearahnya dan itu adalah Luo, "Tuan Chen... Raja Fei Yan ingin bertemu denganmu dan membahas beberapa hal. Aku rasa ada masalah yang terjadi kepadanya !"
"Masalah apa ?" Tanya Chen Niu dengan rasa penasaran.
"Aku juga tidak mengerti... lebih baik pergi dan mendengarkan langsung darinya !" Kata Luo dengan jujur.
Chen Niu mengangguk dan mereka bergegas terbang ke Istana. Yao Jun dan yang lainya masih melakukan retret dalam latihan, Luo sendiri mengalami kemacetan dan berhenti untuk sementara waktu.
Setelah beberapa waktu akhirnya mereka sampai di Istana. Fei Yan duduk disinggasana dengan ekspresi yang tidak menyenangkan, ketika dia melihat Luo membawa Chen Niu dia tidak bisa menahan diri untuk menyambutnya.
"Saudara Chen !" Fei Yan memberi salam dengan sopan.
"Mari hentikan formalitas diantara kita berdua... katakan masalah apa yang ingin kau bicarakan denganku ?" Tanya Chen Niu dengan rasa penasaran.
Chen Niu merasa ada yang salah dan berkata, "Jika ada seorang Dewa Langit yang melindungi seluruh Wilayah Barat maka mustahil mereka melakukan penyerangan, kecuali..."
"Benar sekali... Dewa Langit Tian Zong sudah mati dalam pengepungan yang direncanakan Dewa Langit Mo He. Untuk kematiannya masih menjadi misteri besar, namun bukti kematiannya sudah sangat jelas. Satu Sekte sudah hancur dan dua Sekte lainya dipaksa tunduk oleh Dewa Langit Mo He, hanya saja tinggal Sekte Seribu Gadis yang dipimpin oleh Cang Yue. Dengan temperamennya yang hebat Cang Yue memutuskan untuk bertarung sampai mati, begitu pula dengan Putriku yang setia dengan mereka dan akan berjuang bersama-sama."
Fei Yan membungkuk dan berkata, "Aku menundukkan kepalaku bukan sebagai seorang Raja. Kali ini aku meminta bantuan dari Saudara Chen untuk menolong Putriku sebagai Ayah, aku bersedia melakukan apapun untuk Saudara Chen selama Saudara Chen bisa menjamin keselamatan Putriku."
Chen Niu membantu Fei Yan berdiri dan berkata, "Aku sudah menerima keramahan darimu di Kerajaan ini, tentu saja aku pasti akan membalasnya. Apakah Dewa Langit yang bernama Mo He itu ada disana ?"
"Terimakasih... Mo He tidak mungkin ada disana, mungkin hanya para bawahannya sajalah yang maju." Kata Fei Yan dengan jujur.
"Sayang sekali... ayo pergi sekarang... jangan mengulur waktu dan karena aku tidak tahu jalannya maka kau tunjukan jalannya. Mereka berempat akan tetap tinggal menjaga tempat ini, aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk melakukannya." Chen Niu terlihat percaya diri.
Luo mengangguk dan setuju dengan perkataan Chen Niu. Sebenarnya dirinya sendiri juga ragu untuk masuk kedalam pertarungan, jika tidak ada Chen Niu maka dirinya tidak akan mungkin berani.
Setelah datang kemari dia sudah tahu perbedaan mereka dengan Kultivator ditempat ini. Fondasi kekuatan mereka tidak sebaik Fei Yan dan kemungkinan mereka hanya bisa menjadi penonton saja.
Fei Yan menyarankan untuk menggunakan Array Teleportasi terdekat. Tanpa pikir panjang mereka bertiga segera berangkat dan tidak ingin membuang lebih banyak waktu.
Chen Niu sedikit kecewa karena tidak bisa bertarung dengan Dewa Langit Mo He, namun dia cukup curiga bahwa mungkin kematian Dewa Langit Tian Zong berhubungan dengan Raja Iblis.