
Pagi harinya Chen Niu berangkat dan pada sore harinya dia sudah sampai di Busan. Chen Niu pergi seorang diri dan semua barangnya berada didalam Labu Giok.
Menaiki Kapal umum dan dia segera pergi ke Pulau Jeju. Setelah beberapa jam akhirnya Chen Niu sampai dengan selamat, Pulau Jeju cukup indah dan banyak wisatawan yang berdatangan untuk melihat keindahan alamnya.
Chen Niu sudah seperti wisatawan dan dia segera mencari motel sampai menunggu malam datang, akan mudah jika dirinya bergerak saat malam hari dan tidak perlu banyak hal yang harus dia urus.
Untungnya dia memilih lokasi yang dekat dengan gunung. Setelah memastikan rutenya dia dapat bergerak saat malam hari, tentunya akan mudah jika ini di Cina.
Jika ini di Cina maka Chen Niu tidak peduli untuk membuat keributan secara langsung, namun sayangnya ini adalah Korea dan Fly House memiliki koneksi dengan pemerintah.
Tujuannya kemari hanya mengambil hidup Seong Won dan menghancurkan Gudang mereka, untuk masalah lain Chen Niu hanya perlu menyembunyikan identitasnya dan tidak mengusik pemerintah.
Malam hari sudah tiba dan bulan terlihat jelas diatas langit. Chen Niu memakai pakaian hitam dan mengenakan topeng yang menutupi wajahnya.
Saat ini dia berada diatas pohon dan menyembunyikan diri. Tidak jauh darinya ada sebuah Mansion yang lumayan jauh dari kota, dia melihat beberapa Penjaga yang ada dipintu dan tersenyum dengan santai.
Didalam Mansion Ruang Tamu Seong Won sedang duduk santai, dia merangkul dua orang wanita yang sangat cantik dan didepannya ada Putranya yang bernama Wo Jo.
Wo Jo melihat dokumen didepannya dan berkata, "Penjualan kali ini menurun setelah kita tidak bisa berbisnis lagi di Cina. Walaupun kita tidak mengalami banyak kerugian tapi ini cukup menantang, tindakan Ayah dengan memasang harga untuk kepala mereka bertiga apakah tidak terlalu berlebihan !"
"Kau masih baru dalam hal ini dan tidak mengerti apapun. Mereka menyandang gelar Raja Dunia bawah bukan tanpa alasan, mereka benar-benar memiliki kemampuan dan raksasa bisnis yang memiliki pengaruh besar. Bahkan aku yakin dinegara manapun mereka masih tetap dihormati mengingat mereka adalah monster yang sebenarnya." Kata Seong Won dengan jujur.
"Jika Ayah sadar jika mereka adalah sosok yang berbahaya, kenapa Ayah malah lebih menantang mereka ?" Tanya Wo Jo dengan penasaran.
"Zhao Qi dan Ye Xing masih dalam jangkauanku, tapi tidak untuk Chen Niu atau Nalan yang seorang Grandmaster yang ada dipuncak. Mereka sudah berani mengacau dengan bisnisku dan jika aku tidak memberi peringatan maka aku tidak layak diposisiku. Aku tidak bisa langsung bertarung dengan mereka, tapi dalam segi kekayaan aku dapat memasang harga untuk kepala mereka."
*Bang... Bang... Bang...*
Suara tembakan diluar mengejutkan mereka dan dua orang Master Seni Beladiri segera bersiap untuk melindungi Wo Jo dan Seong Won.
"Ada apa ini ?" Teriak Seong Won dengan marah.
Sebuah mayat penjaga menghancurkan pintu dengan darah yang berceceran. Perlahan Chen Niu masuk kedalam dan matanya dipenuhi dengan niat membunuh.
Belati ditangan kanannya dilumuri oleh darah Penjaga dan Pistol ditangan kirinya terlihat sangat mengancam. Topeng yang menutupi wajahnya dan hanya memperlihatkan matanya yang penuh dengan niat membunuh.
Tanpa sadar kehadiran Chen Niu membuat mereka sangat ketakutan dan segera menjaga jarak. Chen Niu duduk disofa dan memainkan Belati ditangannya.
"Siapa yang mengirim dirimu kemari... jika kau berhenti sekarang aku akan melupakan masalah ini dan membayarmu dua kali lipat !" Kata Seong Won dengan panik.
"Kau ingin membayarku... bukankah sebelumnya kau sangat ingin membunuhku. Sekarang aku disini dan berhadapan langsung denganmu, tunjukan kepadaku bagaimana cara menggunakan uangmu untuk membunuhku sialan !" Chen Niu berkata dengan dingin.
"Membunuhmu... Siapapun kau aku tidak peduli, kalian berdua bunuh dia untukku !" Perintah Seong Won dengan marah.
Kedua Master itu berlari kearah Chen Niu dan berniat menyerangnya, namun Chen Niu dengan santai menangkap kepalan mereka berdua dan membenturkannya di Lantai.
Bahkan tanpa menggunakan Qi miliknya kedua Master ini sama sekali tidak layak bagi Chen Niu, membunuh mereka terlalu mudah dan Chen Niu memiliki rencana lain untuk mereka berdua.
Kedua Gadis itu meringkuk dipojokan sedangkan Seong Won dan Wo Jo terlihat sangat ketakutan.