
Tujuh tahun sudah berlalu dan kedamaian di Benua Zhenwu masih tetap terjaga, sedangkan Bumi masih tetap sama tanpa adanya perubahan yang besar.
Setelah insiden dimana Cang Yue membunuh banyak sekali Dewa, sejak saat itu tidak ada yang berani menentang Chen Niu. Kebanyakan dari mereka memohon kepada Chen Niu untuk pergi ke Benua Zhenwu, jadi Chen Niu tidak masalah mengirim mereka semua.
Disisi lain halaman latihan seorang Anak kecil yang berumur 8 tahun sedang berlatih bersama Prajurit. Sosoknya yang imut dan tampan mewarisi kedua orang tuanya yaitu Chen Niu dan Lin Yu, Anak itu adalah Chen Tian yang sedang berlatih.
Chen Tian memulai berlatih dari umur enam tahun dan bakatnya sangat bersinar. Hanya dalam waktu dua tahun dia sudah bisa menggunakan tenaga dalamnya.
Namun sosoknya sangat nakal dan suka berlarian kesana kemari, selama ada sesuatu yang menarik dia akan pergi dan suka menjahili orang-orang disekitarnya.
Bahkan ketika pergi keluar Neneknya akan terus menggandengnya dan tidak akan melepaskannya begitu saja. Chen Tian yang penuh rasa penasaran membuatnya sangat kerepotan, namun dengan wajahnya yang lucu membuatnya tidak bisa memarahinya.
Chen Tian membuka pintu Aula dan berlari kecil ketengah Aula, dia melihat Ayah dan keenam Ibunya duduk bersama. Saat ini semua Ibunya sedang hamil 5 bulan dan Chen Tian membawa Pedang kayu ditangannya.
"Ayah... Ayo kita bertarung... aku tidak akan membiarkan Ayah menyakiti Ibu !" Kata Chen Tian yang mengacungkan pedang kayunya.
Lin Yu dan yang lainya ingin tertawa mendengar Anaknya yang manis. Chen Niu tersenyum dan merangkul Lin Yu, dia sengaja melakukannya dan ingin bermain dengan Putranya dengan cara yang menyenangkan.
"Bocah kecil... kau sudah kalah 5 kali dan masih belum menyerah !" Chen Niu berdiri dan melangkah menuruni tangga.
"Aku sudah berlatih dan tidak akan kalah !" Chen Tian berlari kearah Chen Niu dan mengayunkan Pedangnya.
Chen Niu menguap dengan malas dan menggunakan pelindung Qi dengan satu lapisan yang tipis. Chen Tian terus memukulnya dan Chen Niu hanya pura-pura berteriak kesakitan untuk memberikan sedikit harapan menang untuk Putranya.
"Argh... Aku menyerah... mulai sekarang Ibumu adalah milikmu !" Chen Niu berbaring dilantai dan berpura-pura kalah.
Chen Tian membuang pedang kayunya dan berlari kearah Lin Yu, "Bu... jika Ayah menggangu Ibu lagi maka katakan saja kepadaku !"
"Tentu.... kami semua akan mengandalkanmu Anak manis. Jika Adik-Adikmu ini sudah lahir maka kau juga harus menjaganya nanti sebagai Kakaknya !" Kata Song Yiwen sambil mengusap kepala Chen Tian.
"Oke." Chen Tian menyetujuinya dengan cepat dan merasa senang.
Chen Niu berdiri dan merapikan bajunya dan bergabung bersama dengan mereka. Setidaknya dia merasa sangat senang jika Putranya Chen Tian sangat peduli dengan Keluarganya.
Malam harinya pesta digelar di Istana dan banyak orang yang datang. Pesta ini dilakukan untuk memperingati kehamilan mereka semua, anggota Keluarga akan bertambah lebih banyak dan entah itu Chen Fu atau Niu Lan mereka tidak bisa menahan kebahagiaan mereka.
Chen Niu sudah bekerja keras untuk menciptakan situasi dimana mereka dapat memiliki hidup yang bahagia. Sekarang mereka sudah sangat puas melihat semua ini dan tidak ada lagi penyesalan didalam hati mereka.
Chen Niu duduk disinggasana seperti layaknya seorang Raja, dalam sejarah Benua Zhenwu dia akan dikenang sebagai Pahlawan besar dan sekaligus Raja yang berdiri diatas segalanya.
Masa depan memang berubah setelah dia kembali ke masa lalu. Kehidupannya yang kosong sekarang sudah berubah karena banyak orang yang berada disisinya untuk berbagi perasaan menyenangkan.
Sekarang dia hanya perlu fokus menjaga kestabilan dan menikmati hidup bersama Keluarganya. Menghidupkan kembali Keluarga Chen dan melihat Anak-Anaknya lahir serta tumbuh menjadi dewasa bersama semua Istrinya.
Sekarang tidak ada lagi penyesalan didalam dirinya dan mulai sekarang waktu akan berjalan dalam kehidupan yang menyenangkan bagi semua orang. Dirinya akan mengemban gelarnya yaitu sebagai Raja yang akan mengatur Dunia dibawah kendalinya.