
Setelah beberapa waktu akhirnya mereka sampai di Kediaman Keluarga Yuan. Disana Chen Niu disambut oleh Ren Hao dan segera dia membawanya masuk kedalam.
Selain penjaga semuanya sudah dibereskan oleh Ren Hao, dia membunuh Ketuanya dan mengusir semua orang dari sana. Semua aset Keluarga Yuan berpindah alih ketangan Chen Niu, ini adalah kompensasi yang dia dapatkan atas perlakukan mereka yang buruk.
"Bagaimana Master Chen... apakah semua ini cukup ?" Tanya Ren Hao dengan sopan.
"Bagus... Mulai sekarang kau akan menjadi bawahanku. Biaya hidupmu mulai sekarang adalah tanggung jawabku, jika membutuhkan sesuatu maka katakan saja dan jangan ragu. Aku selalu memperlakukan bawahanku dengan tulus, yang aku butuhkan adalah kesetiaan dan loyalitas mutlak. Aku bisa memberikan saran untuk masalah seni beladiri sesuai yang kau inginkan." Kata Chen Niu dengan santai.
"Pria Tua ini ingin menjadi sekuat Grandmaster Chen dan berjanji akan memberikan kesetiannya." Kata Ren Hao dengan sungguh-sungguh.
"Bagus... Teluk Wangjia adalah milikku dan aku akan menugaskanmu disana. Aku tidak ingin kau mengerjakan pekerjaan yang sulit, namun pastikan saja bahwa disana tidak ada keributan dan selalu siap jika aku panggil. Satu hal lagi... Song Yiwen adalah wanitaku dan jika dia membutuhkan bantuan atau dalam bahaya, kau harus segera menyelamatkannya !" Kata Chen Niu dengan tegas..
"Baik." Ren Hao sudah siap dengan segala resiko dari mengikuti Chen Niu.
Zie Pei sendiri mengucapkan selamat untuk Chen Niu. Dirinya ingin mendorong Zie Yan untuk lebih mengenal Chen Niu, bagaimanapun juga dia merupakan kecantikan nomer satu di Chuzhou.
Namun sepertinya rencana mustahil untuk dilakukan, dia tidak keberatan dengan Chen Niu memiliki wanita yang lain selama itu dapat mengangkat derajat Keluarganya. Tapi sayangnya Chen Niu sama sekali tidak menunjukan ketertarikan apapun kepada Zie Yan.
Zie Pei dengan santai bertanya, "Tuan bagaimana pendapat Anda mengenai kedua Saudara Anda ?"
"Mereka bukan Saudaraku dan aku sama sekali tidak menganggapnya. Bagiku Keluarga Lan sama sekali tidak ada artinya sedikitpun, dari saat aku lahir dan tumbuh sampai sekarang aku hanya memiliki kedua orang tuaku. Aku datang kemari tidak lebih dari mengiyakan permintaan Ibuku, jika saja Ibuku sudah tidak ada sekarang mungkin Keluarga Lan akan bernasib sama seperti Keluarga Yuan. Apa yang mereka berikan hanya sebuah rasa sakit, bagiku mereka tidak layak untuk dianggap sebagai Keluarga."
Ren Hao mengangguk dan berkata, "Tuan sungguh sangat bijak... ambisi tanpa adanya kekuatan sama saja omong kosong. Hanya Keluarga kelas menengah sudah bersikap sombong seperti itu, tidak akan butuh waktu lama sampai mereka hancur. Pada akhirnya mereka akan merepotkan Tuan dimasa depan atau menggunakan nama Tuan sebagai tameng untuk mereka."
"Benar sekali... tapi jika dilihat dari Karakter Kakekku dia tidak akan melakukannya, tapi tidak untuk Anak dan cucu-cucunya yang arogan. Bisa aku tebak jika Kakekku itu turun dan posisinya sebagai Kepala Keluarga harus digantikan, mungkin mereka nantinya akan saling berebut dan mencelakai satu sama lain. Aku sendiri tidak ingin mengulurkan tanganku untuk membantu mereka." Kata Chen Niu dengan tegas.
"Pemikiranku terlalu sempit dan Tuan Chen sangat ahli dalam membaca situasi. Melihat dari umur Orang Tua ini sedikit malu." Kata Zie Pei dengan sedikit menyanjung.
"Aku mencapai posisi yang sekarang dengan kedua tanganku sendiri. Kemiskinan, penindasan dan membunuh orang sudah menjadi hal yang biasa bagiku. Jika aku tidak dapat menebak niatmu itu artinya posisiku sebagai salah satu Raja Dunia Bawah dapat dipertanyakan."
Chen Niu melanjutkan, "Aku tidak peduli apa yang kau lakukan di Chuzhou... tapi harus kau ingat bahwa ini masih termasuk dalam wilayahku." Kata Chen Niu dengan tegas.
"Kami tidak akan berani." Kata Zie Pei dengan hormat.
Chen Niu mengeluarkan labu giok kecil miliknya dan menyimpan semua dokumen kedalamnya, dia sebenarnya bingung dengan apa yang harus dia lakukan dengan semua aset ini. Namun membuatnya sebagai hak milik Ibunya juga bukanlah hal yang buruk.
Biarkan Keluarga Lan yang mengurusnya dan setengah keuntungannya akan diambil oleh mereka. Jadi orang tuanya tidak perlu melakukan apapun dan Chen Niu akan tenang jika mereka memiliki tabungan mereka sendiri.
Chen Niu mendapatkan kabar dari Ibunya bahwa besok pagi mereka akan berangkat ke Bandara bersama Paman, Bibi dan yang lainya. Hanya Lan Weichen yang tetap tinggal mengingat aturan Keluarga yang tidak mengijinkannya untuk pergi mengunjungi Chen Fu. Sebaliknya merekalah yang harus berkunjung untuk menjaga rasa kehormatan kepada orang yang lebih tua.