
Hari demi hari terus berlalu dan kekuatan jiwa Chen Niu mencapai terobosan yang besar, walaupun rasanya sangat menyiksa dan kasar namun faktanya dengan menerima tekanan ini jauh lebih efektif.
Chen Niu akhirnya sampai diujung dan bernafas dengan lega, "Hah... aku tidak tahu apakah Senior Yao dapat melewati hal semacam ini !"
Menatap jauh kedepan Chen Niu melihat banyak pilar yang kokoh, dibawah pilar terdapat lahar yang memancarkan sensasi panas yang mengerikan.
"Hahaha... Aku tidak menyangka kalau keberuntunganku akan sebagus ini. Terakhir kali aku tidak bisa membalasmu dan sekarang kau berada ditempat yang sama denganku !" Teriak seseorang yang berdiri diatas salah satu Pilar yang tidak lain adalah Duan Qinghan.
Chen Niu mengerutkan keningnya dan berkata, "Kau lagi... aku muak melihat wajah jelekmu itu, jika kau berada disini itu artinya ada orang lain yang dikirim ditempat yang sama. Dimana mereka semua sekarang ?"
"Menurutmu mereka dimana sekarang... tentunya aku juga akan membuatmu bergabung bersama dengan mereka dineraka !" Duan Qinghan melompat keatas langit dan membentuk sebuah segel.
Qi miliknya memadat menjadi ratusan jarum yang melesat kearah Chen Niu seperti hujan. Chen Niu melompat kearah Duan Qinghan dan mengayunkan tangannya, gelombang Qi yang sangat kuat menyapu semua jarum hingga hancur.
"Karena kau sangat ingin mati maka kita akan mengakhiri semuanya disini !" Chen Niu mengepalkan tinjunya dan tepat meninju dada Duan Qinghan.
*Bang.*
Pukulannya mendorong Duan Qinghan kebawah dan masuk kedalam lahar. Namun tangan Chen Niu sedikit merasa sakit, jelas tubuh fisiknya sangat kuat dan jika dia merasa sakit maka Duan Qinghan mungkin menggunakan perlindungan senjata magis.
Duan Qinghan keluar dari dalam lahar dan sosoknya mengenakan armor perak, dia tidak bisa berhenti untuk membanggakan dirinya dan ini adalah perbedaan dari mereka.
"Kau memang kuat... tapi memiliki kelemahan yang jelas, melampauiku itu mustahil untukmu !" Duan Qinghan mengangkat tangannya dan Cincin Ruang dijarinya mulai menyala.
Sebuah Pedang tiba-tiba muncul ditangannya dan Chen Niu dapat merasakan fluktuasi Aura yang cukup kuat. Duan Qinghan mengayunkan Pedangnya dan dengan cepat cahaya pedang membelah segala sesuatu yang ada jalur lintasannya.
Chen Niu menghindar dengan sangat cepat dan bayangan matahari dan bulan berada dibelakangnya. Aura Chen Niu melonjak dengan sangat kuat dan Qi mulai memadat ditangannya.
"Sebelum kau mati aku ingin bertanya satu hal, apakah kau tahu Sekte Langit dan Bumi ?" Tanya Chen Niu sambil memadatkan Qi miliknya.
Duan Qinghan membuka matanya lebar-lebar dan cukup terkejut dengan pertanyaan Chen Niu mengenai Sekte Langit dan Bumi. Sekte yang berada dijaman kuno dan dimana era terkuat, bahkan Master Sekte mereka memiliki berada di Alam Mahayana yang merupakan penguasa sejati.
Duan Qinghan sendiri merupakan seorang Raja besar, dia berada di Alam Dewa namun jika dijaman kuno maka dia tidak lebih setara dengan Murid di Sekte Langit dan Bumi.
"Ya... katakan padaku... apakah keberadaan Sekte yang hilang dijaman kuno itu ada disini. Jika kau memberikan alasan yang jelas maka aku mungkin bisa mengampuni hidupmu dan menjadikanmu Pelayanku !" Kata Duan Qinghan dengan dingin.
"Kau idiot... menjadi Pelayanmu apakah kau layak, sebelumnya kau menanyakan namaku bukan.... dengar ini baik-baik... Aku berasal dari Keluarga Chen dan namaku adalah Chen Niu. Leluhur Keluarga Chen adalah Pendiri dari Sekte Langit dan Bumi."
Chen Niu tersenyum dan berkata, "Kau hanyalah idiot yang membanggakan diri dengan senjata magismu itu. Karena aku sudah mendapatkan jawaban maka aku akan benar-benar membunuhmu !"
Punggung tangan Chen Niu mulai menyala dan Busur Ilahi muncul didepannya. Qi yang sudah dia kumpulkan berubah menjadi Anak Panah dan Auranya terlihat sangat agung.
"Gawat... Busur Ilahi Pemusnah." Duan Qinghan merasakan perasaan yang menakutkan dari Busur Ilahi dan segera kabur.
Chen Niu mengatakan bahwa dia salah satu keturunan dari Pendiri Sekte Langit dan Bumi, apa yang dia pegang adalah salah satu Artifak terkuat dijaman kuno. Duan Qinghan juga memiliki catatan tentang Artifak dan sekuat apapun armornya maka mustahil untuk bertahan dari Anak Panah yang dilepaskan dari Busur Ilahi.
Chen Niu melepaskan Anak Panahnya dan melesat kearah Duan Qinghan seperti meteor yang terus mengejarnya. Sedikit demi sedikit kecepatan Duan Qinghan dapat disusul dan Anak Panah itu mengenai dadanya.
*Boom.*
Ledakan api yang sangat kuat membentuk bola seperti matahari, gelombang panasnya bahkan membuat lahar dibawahnya tidak berarti apa-apa dan Duan Qinghan mati tanpa sisa dari tubuh ataupun jiwanya.