
Setelah memberitahu semua orang bahwa dirinya akan pergi, Chen Niu segera berangkat ke Bandara sendirian. Perjalanan ini mungkin akan memakan waktu yang lama untuk sampai di Kauai mengingat posisinya berada didekat Hawai.
Sampainya disana Chen Niu melihat banyak Tentara dan Yao Jun bersama dengan Cucunya akan bergabung. Segera setelah Chen Niu berkenalan dengan Jendral Yao Qin mereka bertiga segera berangkat.
"Chen... aku memiliki kabar yang buruk untuk kita, apakah kau tahu Gerbang Abadi ?" Tanya Yao Jun dengan santai.
"Tidak tahu dam tidak pernah dengar." Chen Niu menjawabnya dengan kesal.
"Gerbang Abadi itu hanya sebutan mereka dan singkatnya mereka adalah Dewa yang berasal dari Dunia yang berbeda. Mereka menyebut diri mereka sebagai Pembudidaya atau kita singkat saja sebagai Kultivator Immortal, Buah Guntur ini sepertinya juga menyita perhatian mereka dan mungkin mereka akan menekan kita." Kata Yao Jun dengan santai.
"Elien ?" Tanya Chen Niu dengan penasaran.
"Hahaha... kau terlalu banyak nonton film." Yao Qin tidak bisa menahan tawanya.
"Makhluk asing tidak selamanya disebut elien, wujud mereka kurang lebih sama dengan manusia dan aku yakin hanya berbeda tempat tinggal." Yao Jun menjelaskannya dengan singkat.
Chen Niu mengangguk dan berkata, "Aku mengerti... pada akhirnya semuanya hanya tentang masalah kekuatan bukan. Jika Senior mengatakan bahwa hal ini berbahaya maka dapat dipastikan bahwa kekuatan mereka sangat tinggi, tapi ijinkan aku bertanya satu hal... apakah maksud dari kedatangan mereka untuk menguasai Bumi ini ?"
"Menguasai... kau terlalu berpikir berlebihan. Mereka bahkan tidak menganggap kita sebagai manusia, memang ada kasus dimana mereka menemukan bakat dan membawanya untuk dijadikan Murid. Bagi mereka tempat ini sangat buruk dan tidak layak untuk dipandang, sejujurnya aku juga ingin tahu tempat macam apa yang mereka tinggali sampai menilai kita seperti itu !" Kata Yao Jun dengan penasaran.
Chen Niu juga penasaran dengan Gerbang Abadi yang merupakan pintu masuk dunia baru, bisa dikatakan mungkin ini berhubungan dengan Leluhurnya dimasa lalu dan lokasinya mungkin sangat tersembunyi dari Dunia ini.
Jika benar maka tempat itu mungkin sesuai dengan apa yang dia lihat diingatan Leluhurnya, banyak Praktisi kuat yang ada disana dan dulu tempat berdirinya Sekte Langit dan Bumi yang dipimpin oleh Keluarga Chen.
Setelah seharian penuh akhirnya mereka sampai di Hawai. Chen Niu dan Yao Jun melanjutkan perjalanan dengan terbang melintasi laut kearah utara, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di Kauai.
Chen Niu pergi kesebuah tebing dan terlihat jelas dipuncak Gunung terlihat awan hitam dengan petir yang menyambar sebuah Pohon dibawahnya. Banyak puluhan orang yang diam-diam menyembunyikan Auranya, namun Chen Niu dapat merasakan kalau mereka sangat kuat.
Jika pertarungan pecah maka tempat ini akan menjadi neraka yang sesungguhnya, pertempuran puluhan orang dialam Dewa bukanlah hal yang bisa diabaikan. Total semuanya ada 70 orang yang merupakan seorang Dewa, sedangkan tiga orang yang berada dijarak paling dekat dengan Pohon Buah Guntur bahkan terlihat jauh lebih ganas.
Dua orang Pria bersama dengan satu orang wanita muda yang mengenakan cadar. Kedua Pria itu bernama Duan Qinghang dan Fei Yan, sedangkan wanita itu bernama Cang Yue.
Mereka bertiga berada di Alam Dewa Bumi khususnya Cang Yue, gadis itu memancarkan Aura yang hampir mencapai Alam Dewa Langit yang hampir sama seperti Chen Niu.
Duan Qinghan mengerutkan keningnya dan dapat merasakan kalau ada seseorang yang menyelinap, dia mengangkat jarinya dan menembakkan sinar cahaya dari ujung jarinya.
Cahaya itu mengenai bayangan hitam dan sosok pria yang menyelinap mulai terlihat jelas dengan lubang didadanya yang dipenuhi darah.
"Semut kecil mencoba untuk melangkahi kami dengan cara yang licik, hanya kematian yang pantas kau dapatkan !" Duan Qinghan meremas tangannya dan tiba-tiba Auranya menjadi sangat ganas.
Pria itu meledak dan kabut darah terlihat sangat jelas, bahkan jiwanya juga ikut dihancurkan sampai tidak tersisa. Semua orang yang melihat hal ini menjaga jarak aman dan menghindari untuk memprovokasi Duan Qinghan.
Duan Qinghan tersenyum dan berkata, "Semut-Semut ini sangat menjengkelkan... bagaimana jika kita selesaikan mereka semua disini sekarang ?"
"Jika kau ingin melakukannya maka lakukan saja sendiri." Kata Cang Yue dengan dingin.
Fei Yan tersenyum dan berkata, "Mereka adalah bakat-bakat nomer satu ditempat ini, walaupun tidak sebanding dengan kita tapi aku yakin Saudara Duan bisa membunuh mereka semua semudah membalikkan telapak tangan."