I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 127 - Bos


Selama tiga hari ini Chen Niu menghabiskan waktunya untuk pergi ke Universitas, walaupun dia jarang berangkat dan mengikuti kelas namun tidak ada seorangpun yang mengkritiknya.


Lin Yu dan Qing Zhu selalu menemaninya dan sesekali dia mengajak mereka keluar bersama untuk jalan-jalan. Mo Lie sudah menyiapkan tiket Kapal Pesiar yang langsung menuju ke Korea, sedangkan semua perlengkapan yang dia minta dari Zhao Qi semuanya sudah beres.


Chen Niu sengaja meminta waktu satu bulan karena dia tidak ingin terjadi sebuah kesalahan yang buruk. Singkatnya persaingan Raja tidak bisa dihindari oleh Chen Niu, walaupun mereka bertiga bekerjasama tetapi Chen Niu bukan orang bodoh yang dapat mempercayai mereka.


Terutama Ye Xing yang selalu memiliki rencana buruk, dia akan sangat senang jika dirinya mati dan Wilayah Utara kosong. Jadi Chen Niu tidak akan mengambil resiko untuk memberitahu mereka, namun dalam waktu satu bulam dia akan memastikan bahwa semuanya selesai.


Chen Niu tidak memiliki banyak hal dan berangkat bersama Xiao Rain. Qing Zhu mengantar mereka dengan mobil dan sampainya mereka di Pelabuhan mereka segera naik ke Kapal.


Para Staff meletakkan barang mereka di Kamar dan Xiao Rain berkeliling bersama Chen Niu, disana sudah banyak orang yang termasuk dalam jangkauan Bisnis namun hal ini cukup nyaman mengingat tidak ada satupun dari mereka yang mengenal Chen Niu.


Setelah beberapa waktu Kapal itu berangkat dan Xiao Rain merasakan angin laut yang segar di Deck paling atas. Banyak hal mewah yang dimiliki Kapal ini seperti Restorant, tempat belanja, Kolam Renang dan masih banyak hal yang bagus untuk bersantai.


Xiao Rain merentangkan tangannya dan berkata, "Ini sangat mewah... berapa banyak uang yang kau keluarkan ?"


"Entahlah... aku menyuruh Mo Lie yang mengurus semuanya secara diam-diam. Nikmati saja liburannya dan jangan pikirkan uang." Kata Chen Niu dengan bangga.


"Wow... Bosku memang mengesankan, tidak rugi jika mengikutimu seumur hidupku. Kalau begitu aku ingin mendaftar sebagai salah satu Istrimu saja !" Kata Xiao Rain sambil mengalungkan tangannya dileher Chen Niu.


"Hahaha... jangan bercanda, aku tahu gayamu dan kau tidak mungkin tertarik dalam hubungan bodoh seperti itu. Tapi jangan khawatir... kau bisa menganggap aku apapun yang kau mau, segala kebutuhanmu adalah tanggung jawabku." Kata Chen Niu dengan geli.


"Oh... perkataanmu itu cukup kejam tapi kau juga tidak salah. Kalau begitu aku tidak akan sungkan kepadamu... aku ingin sebuah apartemen yang nyaman, mobil dan beberapa pelayan yang mengurusku. Bisakah kau mengurusnya nanti setelah kembali ?" Kata Xiao Rain dengan senyum yang santai.


"Ugh... baiklah." Chen Niu hanya bisa mengiyakan dan tidak mungkin menarik perkataannya.


"Sialan... aku sudah tahu kalau kau akan melakukan ini. Selama dua hari aku sudah menahan diri dengan baik, aku pasti akan membuatmu hancur dan memohon ampun." Kata Chen Niu dengan senyum yang jahat.


Chen Niu merangkul Xiao Rain dan pergi kembali ke kamar yang sudah disiapkan. Mereka mendapatkan pelayanan kelas pertama dan ruangannya terlihat sangat bagus, disana Chen Niu berniat menundukkan Xiao Rain dan memuaskan hasratnya.


Malam harinya terdapat sebuah pesta di Aula, banyak orang yang mencoba membangun hubungan bisnis dan kebanyakan dari mereka merupakan golongan kelas atas.


*Door.*


Suara tembakan terdengar sangat keras dan seorang Pengawal jatuh kelantai dengan kepala yang berlubang. Semua orang melihat darah dilantai dan membuat mereka semua panik.


*Door... Door...*


Tembakan terdengar sekali lagi dan sekumpulan orang berbaju hitam dengan pistol ditangan mereka masuk. Semua orang meringkuk ditanah dan terlihat sangat ketakutan.


"Diam ditempat... kalian tidak memiliki tempat untuk lari ataupun bersembunyi. Jika ada dari kalian yang tidak bekerja sama dengan baik maka jangan salahkan aku jika melubangi kepala kalian dengan peluru panas." Teriak Ketua dari Kelompok Penjahat.


Jumlah mereka sekitar 30 orang dan mereka juga membawa pistol ditangan mereka. Semua orang tidak berani membantah dan hanya bisa pasrah dengan keadaan mereka sekarang.


"Sekumpulan anjing yang pintar... sekarang taruh semua barang berharga didepan. Sisanya kalian semua berpencar dan ambil semua barang berharga mereka disetiap kamar !" Kata Ketua itu dengan ekspresi yang puas.


20 orang mulai berpencar menggeledah harta sedangkan sepuluh orang itu mengawasi semua orang. Satu persatu para Sandera maju dan meletakkan harta benda mereka didepan, tidak ada niat untuk melawan dan mereka sendiri tidak menyangka kalau keamanan dari Kapal ini akan seburuk ini.