I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 170 - Menjadikan Dewa


Semua orang yang berada di Aula merasa kalau Chen Niu ini terlalu arogan, tapi tidak untuk Nian Suo. Abaikan sola pernyataan Chen Niu, dia sudah sering bertemu dengan Yao Jun dan setiap ada masalah dirinya yang selalu keluar.


Namun tekanan yang diberikan dari sosok Chen Niu jauh lebih kuat dari Yao Jun, jika harus menebak maka kemungkinan Chen Niu berada diatas Yao Jun soal kekuatan.


Tapi pertarungan bukan hanya berdasarkan kekuatan, Yao Jun mengoleksi banyak Senjata Magis dan Armor modern yang menyulitkan seorang Praktisi.


"Kami bisa menawarkan diri untuk membantu Tuan Chen menundukkan mereka jika dibutuhkan !" Kata Nian Suo dengan tegas.


"Apa yang aku mulai aku akan mengakhirinya dengan tanganku sendiri. Kau mungkin sangat tegas dan memiliki pendirian sebagai Pemimpin, tapi tidak untuk bawahanmu !" Chen Niu menatap kearah para Tetua yang tertunduk.


Nian Suo tidak menyangkal perkataan Chen Niu dan dia memegang kepalanya dan merasa sangat malu dengan fondasi Sekte Keadilan.


"Ya... Itu tidak masalah... Aku bukan orangmu dan konsekuensinya terlalu berat untuk mereka ambil, aku tidak terlalu suka memaksa orang lain atau melihat orang mati tanpa alasan yang jelas." Kata Chen Niu sambil meletakkan cangkirnya.


"Tuan Chen bisa mengabaikan mereka, orang tua ini sudah sampai pada ujungnya dan hidup dalam waktu yang lama. Mati sekarang atau tahun depan tidak ada bedanya dan mustahil dengan bakat orang tua ini masuk ke Alam Dewa, orang tua ini bersedia membantu Tuan Chen !" Kata Nian Suo dengan jujur.


"Aku menyukai karaktermu itu... jadi aku akan memberikanmu sebuah kesempatan, jika aku berkata bahwa aku bisa saja membuatmu menjadi seorang Dewa. Hal apa yang akan aku dapatkan darimu ?" Tanya Chen Niu dengan santai.


Nian Suo terkejut mendengar perkataan Chen Niu dan tanpa sadar dia meremas pegangan kursinya sampai hancur. Bakatnya tidak bisa dibandingkan dengan Chen Niu ataupun Yao Jun, namun jika ada kesempatan untuk memperpanjang hidupnya maka dia akan mengambilnya.


Bahkan semua Tetua saling memandang dan tidak tahu apa yang dikatakan Chen Niu adalah kebenaran atau tidak. Namun mereka juga sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi jika Nian Suo melangkah ke Alam Dewa.


"Jika itu benar maka Orang Tua ini hanya bisa bersumpah untuk melayani dermawan seperti Tuan Chen untuk seumur hidupnya." Kata Nian Suo dengan tegas.


Qing Zhu yang sejak awal diam tidak bisa menahan diri dan berbisik, "Sayang apakah kau yakin dapat melakukannya ?"


"Aku bahkan bisa merubahmu menjadi orang biasa menjadi seorang Master Seni Beladiri hanya dalam waktu dua hari. Seratus persen aku yakin bisa melakukannya." Chen Niu menatap Nian Suo dan memastikan, "Kau tahu arti dibalik perkataanmu itu ?"


"Selama bisa mencapai Alam Dewa maka semuanya layak." Kata Nian Suo dengan tegas.


"Aku tidak membutuhkan Pelayan... tapi kau akan menjadi bawahanku. Tenang saja aku tidak akan melibatkan Sekte Keadilan, apa yang aku minta kau harus siap melakukannya... itupun atas ijin dan perintah dariku." Kata Chen Niu dengan santai.


"Saya siap... bahkan jika harus turun kedalam dasar neraka, saya akan melakukannya sesuai perintah Tuan." Kata Nian Suo dengan penuh keyakinan.


Chen Niu berdiri dan berjalan ketengah Aula, dia memanggil Nian Suo dan segera Nian Suo berdiri dihadapannya.


"Jangan ada yang bergerak dari tempat kalian berdiri kalau tidak ingin mati. Aku akan menggunakan kekuatan jiwaku untuk menekanmu sampai batas maksimal, tenang saja aku akan menggunakan sepuluh sepuluh persen saja dan kau tidak akan mati. Jika kau tidak bisa manahannya dalam satu menit maka kau akan menjadi orang gila, kau hanya perlu menahan rasa sakitnya dan sisanya serahkan kepadaku." Kata Chen Niu dengan santai.


"Tidak ada hasil nyata tanpa adanya sebuah resiko, orang tua ini siap untuk menerima segala kondisi." Nian Suo menerima semuanya dengan lapang dada.


Chen Niu mengangguk dan tiba-tiba kekuatan jiwa yang sangat kuat meledak. Nian Suo merasakan penindasan yang luar biasa dan didalam alam bahwa sadarnya dia melihat sepasang mata yang sedang memelototinya dengan tajam.


Semua orang dapat merasakan hembusan angin yang sangat kuat, tiba-tiba Nian Suo berguling ditanah dan mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya.


Darah mulai mengalir dari mata, hidung dan mulutnya. Nian Suo merasakan rasa sakit yang bahkan tidak pernah dia rasakan sampai saat ini, jiwanya seolah sedang dicabik-cabik oleh Binatang Buas dan dia tetap menjaga kesadarannya walaupun harus merasakan penyiksaan yang kuat.