I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 166 - Kesenjangan


Semua orang yang ada disana bubar dan kabar mengenai Chen Niu yang merupakan seorang Dewa menyebar dalam waktu yang singkat.


Chen Niu memenangkan pertarungan dengan telak dan Seni Beladirinya sangat mengerikan, sekarang pemimpin kedua Sekte sudah mati dan kemungkinan semua anggota yang tersisa akan menyerah kepada Chen Niu untuk menyelamatkan hidupnya.


Saat ini dipenginapan dijaga dengan sangat ketat, beberapa orang Master Seni Beladiri sudah disiagakan disana dan semuanya sudah sesuai dengan pengaturan Chen Niu.


Zong Nan dan Ren Hao mengirim banyak orang untuk menjaga Keluarga Chen Niu, musuh mereka adalah dua Sekte teratas dan takutnya selama Chen Niu bertarung mereka akan menggunakan cara-cara licik untuk menekan Chen Niu.


Xiao Rain didalam sedang minum Sake dan dia mengutuk Chen Niu karena tidak membawanya bersenang-senang ditempat yang bagus seperti ini. Tiba-tiba Ponselnya berdering dan dia mendapatkan kabar bahwa Chen Niu sudah menghabisi Han Leng dan Huang.


"Hoi... Zong Nan... Bos kita sudah selesai dan keluar sebagai pemenang. Sebentar lagi dia akan sampai !" Teriak Xiao Rain dengan keras.


Zong Nan tersenyum puas dan sejak awal dia sudah percaya kalau Chen Niu tidak akan mati.


Lin Yu dan yang lainya terlihat sangat senang dan berkata, "Kakak Xiao... apakah dia benar-benar sudah menang ?"


"Tentu saja... aku menaruh orang disana dan ketika pertarungan berakhir orangku akan segera menghubingiku. Pertarungan ini terlalu cepat dan mungkin Bos menang telak melawan kedua orang tua ini, aku yakin sebentar lagi vidio pertarungan mereka akan segera menyebar di Dunia Bawah." Kata Xiao Rain dengan jujur.


Lin Yu dan yang lainnya merasa sangat senang dan beberapa waktu cukup sulit untuk tidak mengkhawatirkan Chen Niu. Namun sepertinya kehawatiran mereka sangat sia-sia, Chen Niu layak hidup dengan menyandang reputasi besarnya.


Setelah beberapa waktu Chen Niu akhirnya kembali setelah pergi ketempat Keluarga Qing dan membawa Qing Yanzhong bersama dengannya, semua masalah sudah dia selesaikan dalam satu gerakan dan hanya tinggal menunggu reaksi dari Yao Jun.


Para Pelayan menyediakan minuman dan semua wanita duduk dibelakang Chen Niu kecuali Xiao Rain yang terlihat masam. Namun sebelum Chen Niu membuka pembicaraan ponselnya berdering dengan nomer yang asing, tanpa pikir panjang Chen Niu mengangkatnya dan suara Yao Jun yang terdengar.


"Bagus Bocah... kau sudah membuat keributan yang besar dengan membunuh kedua bajingan itu." Kata Yao Jun dengan dingin.


"Senior bercanda.... keributan ini akan terus berlanjut, terutama Sekte Iblis... mereka harus hancur sepenuhnya ditanganku !" Kata Chen Niu dengan tegas.


"Aku sudah bilang bahwa kedua Sekte adalah kekuatan yang dihargai oleh Pemerintah sekalipun, bahkan aku tidak bisa seenaknya untuk menghancurkannya. Bakatmu memang luar biasa dan belum lama ketika kita bertemu kau sudah berada di Alam Dewa, aku Yao Jun mengakui keberadaanmu. Tapi jika kau ingin bersikeras menghancurkan kedua Sekte ini maka mungkin aku harus terpaksa menghadang jalanmu !" Kata Yao Jun yang memberikan pengakuannya.


"Karena Senior sudah berbicara... mengingat bantuan yang sebelumnya kau berikan maka aku akan memberikan wajah. Tapi setidaknya aku akan memberikan pukulan keras kewajah mereka dan mengingatkan... kalau menyentuh Keluargaku maka mereka akan mati." Kata Chen Niu dengan tegas.


"Aku tidak masalah... asalkan mereka masih ada itu sudah cukup. Satu hal lagi... Sekte Iblis tidak mungkin datang... namun jika kau berniat mengobrak-abrik tempat mereka aku sarankan untuk berpikir dua kali. Mereka memiliki Leluhur Dewa yang disimpan kedalam Peti Mati yang diawetkan, jika mereka sudah terpojok dan dipaksa membukanya maka itu akan menjadi akhir bagimu." Kata Yao Jun dengan puas.


"Menakutkan sekali... tapi mereka cukup layak untuk reputasi mereka. Bahkan metode mereka juga sangat menjijikan, terlebih aku juga tidak sungkan untuk membantu Leluhur mereka mati." Kata Chen Niu dengan santai.


Bahkan jika Yao Jun sendiri juga ingin terlibat melawannya Chen Niu memiliki peluang besar untuk menang. Selama dia memegang Busur Ilahi maka mereka tidak akan memiliki peluang menang sama sekali, alasan dia tidak menggunakannya dalam pertarungan sebelumnya karena tidak ada yang layak untuk menerima serangan seperti itu.


Han Leng dan Huang bahkan belum menyentuh Alam Dewa, hanya dengan kekuatannya sendiri saja mereka tidak mungkin menggoresnya. Busur Ilahi adalah senjata magis yang luar biasa, menggunakannya untuk dua orang itu adalah sebuah pemborosan yang tidak perlu dilakukan.