
Tiga hari sudah berlalu dan akhirnya Cang Yue selesai menyerap semua manfaat dari Buah Guntur. Melihat Chen Niu didepannya membuatnya sangat terkejut dan tanpa sadar dia menendang perutnya.
Chen Niu tersungkur dilantai dan memegang perutnya sambil mengutuk, "Sialan... Apakah ini caramu berterimakasih !"
Cang Yue mundur kebelakang dan menutupi dadanya dengan kedua tangannya. Saat ini dia sangat malu memperlihatkan tubuhnya yang telanjang, tanpa sadar dia juga sudah memperlihatkan wajahnya yang dimana merupakan pelanggaran terhadap aturan Sektenya.
Chen Niu menghela nafas panjang dan segera berbalik dengan wajah yang kemerahan, Cang Yue memang cantik dan sesuai kriterianya. Namun hal ini bukanlah sesuatu yang baik melihat Gadis telanjang didepannya, walaupun tidak sengaja tetapi dia harus menghargainya selayaknya pria terhormat.
Cang Yue memakai pakaian baru dan menutup wajahnya dengan cadar. Sekarang dia tidak tahu harus bereaksi apa namun tetap saja dia sadar kalau Chen Niu sudah membantunya.
"Terimakasih... jika bukan karena dirimu yang mungkin akan mati dan maaf karena sudah menendangmu !" Kata Cang Yue yang mulai mendapatkan kembali ketenangannya.
"Lupakan saja... nasi sudah menjadi bubur dan tidak ada yang perlu dikatakan. Sekarang bagaimana cara untuk keluar dari sini ?" Tanya Chen Niu yang segera bangkit.
"Kau hanya perlu mengatakan menyerah." Kata Cang Yue yang terlihat kesal.
Tiba-tiba lingkaran cahaya muncul dibawah Cang Yue dan sosoknya menghilang dikirim keluar dari sana. Chen Niu sedikit terkejut dan menggelengkan kepalanya, namun dia berjalan kearah Pohon Buah Guntur dan menyimpannya.
Dirinya tidak tahu apakah Pohon Buah Guntur ini akan dapat menghasilkan Buah lagi atau tidak, tapi tidak ada salahnya untuk menyimpannya terlebih dahulu didalam tempat para Leluhur.
"Menyerah." Chen Niu dikirim keluar dan berada ditebing yang curam.
Tempat yang semula sangat ramai sekarang menjadi sangat sepi. Hanya ada tiga orang disana yaitu Fei Yan, Cang Yue dan satunya lagi seorang wanita berambut pirang yang sebelumnya diselamatkan oleh Chen Niu dari kendali Duan Qinghan. Wanita itu bernama Isabel dan dia merupakan orang Rusia yang beru menjadi Dewa Bumi sekaligus kekuatan militer.
"Santai saja... aku bisa membuatmu pergi menyusulnya, tapi sekali kau datang ketempat itu maka kau tidak akan bisa kembali lagi." Kata Chen Niu dengan tegas.
Isabel berdiri dibelakang Chen Niu dan ikut membelanya. Walaupun dia tahu bahwa dirinya masih kurang dalam hal kemampuan, namun rahmat pertolongan yang diberikan Chen Niu cukup membuatnya berterimakasih.
Cang Yue melerai mereka dan berkata, "Cukup Fei Yan... aku memiliki hutang besar padanya, jika bukan karena dirinya mustahil aku bisa memurnikan Buah Guntur !"
Fei Yan tersenyum dan berkata, "Anda terlalu banyak berpikir, orang ini memiliki kekuatan yang hebat dan aku mengakuinya bahwa dia jauh lebih kuat dariku. Aku hanya ingin mengkonfirmasi kematian Duan Qinghan, jika iya maka aku harus berterimakasih secara langsung kepadanya. Tindakannya cukup membuat banyak keuntungan bagiku !"
"Tidak perlu terlalu sungkan... orang itu sengaja menunggu dan berniat membunuhku. Sayangnya dia tidak memiliki kemampuan untuk itu, dia sendiri yang datang untuk bunuh diri dan aku hanya membanti prosesnya saja." Kata Chen Niu dengan penuh niat membunuh.
"Hahaha... Terserahlah aku tidak peduli dengan kebodohannya. Pencapaianmu tidak terbatas dan Dunia sampah ini tidak cocok untukmu, aku bisa menganggapmu sebagai Saudara dan kau bisa tinggal di Dinasti milikku. Aku berjanji akan memperlakukanmu dengan baik, dimasa depan mungkin tidak akan ada Sekte yang akan menolak bakat sepertimu. Tinggalkan saja Dunia sampah ini dan pergi ke Benua Zhenwu bersama dengan kami !" Kata Fei Yan dengan penuh percaya diri.
Fei Yan hanya merasa senang dan jika Duan Qinghan mati maka dia bisa melahap Kerajaan miliknya. Kekuatan tempurnya pasti akan meningkat dan demi keuntungan jangka panjang maka tidak terlalu buruk jika menganggap Chen Niu sebagai Saudara.
"Terimakasih atas niat baikmu dan maaf sepertinya aku harus menolak. Aku masih memiliki tanggung jawab disini, tapi waluapun begitu aku masih belum menyerah untuk mengejar kekuatan dan dimasa depan mungkin aku tidak menutup kemungkinan untuk pergi kesana !" Kata Chen Niu dengan kejujuran.
"Terserah kau saja... datanglah ke Dinasti Fei jika saat itu tiba." Kata Fei Yan dengan santai.
Chen Niu memang sangat penasaran dengan seperti apa tempat mereka, tapi sama sekali tidak ingin meninggalkan Keluarganya. Bagaimanapun juga dia bukanlah orang miskin yang kekurangan Sumber Daya, tapi jika dimasa depan ada sesuatu yang mengharuskannya untuk pergi maka dia pasti akan melakukannya.