
Cuaca terlihat cerah, pagi ini Nisa berniat untuk mengajak Khanza berolahraga sekaligus mencari sarapan pagi. Dia ingin menikmati hidupnya dengan sang anak. Tak peduli dengan mertuanya yang akan kelaparan karena dia tak masak.
"Selamat tinggal Jakarta, setelah perceraian ini selesai, aku akan kembali ke Yogya dan membuka usaha di sana," ucap Nisa.
"Pasti Bunda sedih lagi ya mikirin Ayah? Sudahlah Bun, lupain saja Ayah! Khanza yakin, suatu hari nanti pasti Ayah akan menyesal telah menyakiti hati Bunda," ucap Khanza dan Nisa menganggukkan kepalanya lemah.
"Khanza tak mau lihat Bunda seperti ini! Bunda harus kuat, tak boleh lemah seperti ini! Sekarang kita cari makan saja yuk! Bunda harus makan, biar tidak sakit! Nanti kalau Bunda sakit, Khanza siapa yang urus?" tanya Khanza yang kini menatap ke arah sang Bunda.
"Iya. Yuk, kita cari sarapan. Kamu mau makan apa?" tanya Nisa kepada sang anak.
Akhirnya pilihan mereka jatuh pada soto ayam lamongan. Nisa sudah terlihat lebih tenang, dan menikmati makanannya. Dia sadar, hidup harus terus dilanjutkan selama dia masih bernapas.
"Oh ya Bun, aku lupa. Besok aku harus bawa buku cerita," ujar Khanza.
"Oh, gitu? Ya sudah, setelah makan kita langsung pulang. Habis itu kita langsung ke toko buku di Mall xxx, sekalian Bunda mau ke toko perhiasan di Mall itu," ucap Nisa.
"Toko perhiasan? Bunda mau beli emas?" tanya Khanza sambil menikmati makanannya.
Nisa menggeleng, karena tujuannya dia kesana bukan untuk membeli emas. Tetapi dia ingin menjual semua perhiasan yang suaminya belikan. Dia hanya akan menyisakan cincin pernikahannya dengan Reynaldi. Rencananya uang hasil penjualan emas itu akan dia gunakan untuk modal usaha nanti di Yogyakarta.
"Sabar ya, Bun! Pasti rasanya berat sekali untuk Bunda," ucap Khanza. Untungnya dia memiliki Khanza, di usianya yang belum genap 7 tahun dia sudah bisa berpikir dewasa. Kini dia menjadi teman curhat sang Bunda.
Berbeda halnya dengan Nisa yang sedang menikmati sarapan paginya, Mama Ratih justru sedang mengoceh. Pasalnya sang menantu belum juga pulang untuk memasak, sedangkan saat ini perutnya sudah terasa lapar.
"Kemana sih ini anak. Sampai sekarang belum masak juga," gerutu Mama Ratih. Hingga akhirnya dia meminta Bi Surti untuk membuatkan dia dadar telor, untuk mengisi perutnya yang terasa lapar.
"Aku harus bilang sama Reynaldi, kalau stock uang aku sudah habis," ucap Mama Ratih. Mama Ratih berniat menghubungi anaknya yang sedang berbulan madu, tetapi ternyata ponsel sang anak tak aktif. Hingga akhirnya dia terpaksa harus menunggu sampai sang anak pulang.
Nisa baru saja sampai di rumah, dan langsung menuju kamarnya. Dirinya memutuskan untuk mandi secara bergantian dengan Khanza sang anak. Nisa sudah selesai mandi, dia langsung menyiapkan semua perhiasan yang suaminya berikan selama ini untuknya.
"Semoga hasil penjualan ini cukup untuk aku menyambung hidup bersama Khanza," ucap Nisa. Nisa langsung memasukkan semua perhiasan miliknya ke dalam tas.
"Masih terlalu kepagian Bun kalau kita berangkat sekarang, Mall 'kan bukanya jam 10.00 apa jam 11.00 WIB 'kan?" ujar Khanza.
Reynaldi dan Viona sudah bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Namun, malam ini mereka masih akan bersama, dan lusa Reynaldi baru akan kembali ke pelukan Nisa. Mereka berencana mampir dulu ke Cimory untuk berfoto di sana sekaligus makan di kafe yang berada di sana.
Mereka menunjukkan kemesraan mereka, mereka juga kerap mengabadikan momen kebersamaan mereka. Namun, Reynaldi tak berani menyimpan foto-foto itu di ponselnya. Karena dia takut ketahuan oleh Nisa. Dia belum tahu, kalau istrinya sudah tahu kalau dia berbohong dan bahkan Nisa akan menggugat cerai dia.
"Tumben banget enggak ada telepon atau pesan?Biasanya telepon terus menerus?" gumam Reynaldi. Saat dia mengaktifkan ponselnya, dan hanya pesan dari sang mama yang masuk, yang meminta uang padanya dan mengadu kalau Nisa tak menyediakan makanan untuknya.
"Mama bertengkar lagi sama dia? Kok Nisa seperti itu lagi? Ya sudah aku transfer 500 ribu ya, mama irit-irit, karena sekarang sudah ada Viona juga yang harus aku nafkahi. Lagi pula Rey sudah habis banyak untuk pernikahan dengan Viona," balas Reynaldi.
Mama Ratih baru terpikir, kalau tindakan dia untuk menyuruh Reynaldi menikahi Viona adalah tindakan yang salah. Sekarang dia harus merasakan, keuangan Reynaldi terbagi untuk Viona. Namun, tetap saja. Dia justru berpikir, ingin menyingkirkan Nisa. Padahal selama ini Nisa tak pernah mengusik suaminya saat memberi uang kepada sang mama. Mama Ratih salah, justru Viona yang nantinya akan menjadi bumerang untuknya. Dia belum tau sapa sifat Viona.
Reynaldi dan Viona sudah dalam perjalanan pulang, tetapi dia akan mampir dulu sesuai rencana awal. Nisa terbangun, tetapi sang anak masih tertidur. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menunggu sampai sang anak bangun, dia terpaksa mengundur waktu berangkat.
"Kita harus segera pulang, takutnya nanti keburu ketutup yang arah pulang. Nunggu lagi nanti yang ada kelamaan," ajak Reynaldi. Hingga akhirnya mereka langsung buru-buru untuk pulang ke Jakarta.
Jalanan terbilang lancar, kini mereka sudah masuk tol menuju Jakarta. Viona merengek minta makan steak kepada Reynaldi, saat sampai di Jakarta. Tentu saja Reynaldi akan menurutinya.
"Eh, anak Bunda sudah bangun. Bobonya nyenyak banget," ucap Nisa saat sang anak membuka matanya. Dia langsung memeluk tubuh sang anak erat. Anaknya 'lah yang membuat dia untuk tetap kuat.
"Bun, kita harus ke Mall sekarang. Aku soalnya besok harus bawa buku itu," ujar Khanza.
Hingga akhirnya mereka bersiap-siap untuk berangkat. Mereka kini sudah dalam perjalanan menuju Mall. Namun, sebelum dia membeli buku. Nisa mengajak sang anak untuk ke toko perhiasan tempat dia beli dulu. Hadiah dari Reynaldi. Setelah itu mereka barulah ke toko buku.
Reynaldi dan Viona baru saja sampai di Mall. Reynaldi menggandeng tangan Viona dengan mesra memasuki Mall.
Tatapan Nisa kini mengarah ke pasangan yang sedang bergandengan tangan dengan mesra. Jantungnya seakan terhenti seketika, dadanya terasa sesak. Nisa terlihat shock. Waktu yang dinanti telah tiba, Allah menunjukkan dan mengabulkan doanya selama ini.
"Mas Reynaldi? Ternyata kecurigaan aku benar. Wanita yang waktu itu datang dan dekat dengan Mama kamu, dia adalah selingkuhan kamu. Wanita itu bukan Vivi, tetapi Viona. Selama ini kamu bohongin aku, kalian masih berhubungan," ucap Nisa.
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestieku😍