
"Saya permisi! Terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk bekerja di perusahaan ini! Mungkin saya tak berjodoh dengan perusahaan ini," ucap Reynaldi.
Dia mencoba menahan perasaan kecewanya kepada Melani. Dia masih tak percaya, kalau Melani akan berbuat seperti itu. Padahal kemarin, Melani 'lah yang mengejar Reynaldi untuk menikah dengannya.
Reynaldi melangkahkan kakinya keluar dari perusahaan dengan membawa barang-barang miliknya. Tak ada kata perpisahan secara pribadi kepada Melani. Reynaldi merasa begitu kecewa kepada Melani, karena mempermainkan pernikahan. Jika memang Melani ingin hidup bebas, seharusnya Melani tak menikah dengannya.
Kini Reynaldi sudah dalam perjalanan pulang. Namun, dia berencana tidak langsung pulang ke rumah. Dia ingin menenangkan hatinya terlebih dahulu. Reynaldi sudah sampai di taman kota. Dia langsung memarkirkan motornya. Kemudian turun, dan membeli minuman dingin untuk menyegarkan.
Setelah membeli minuman, Reynaldi langsung berjalan memasuki taman kota untuk mencari tempat duduk. Reynaldi tampak duduk termenung di sebuah bangku panjang yang berada di taman itu.
Dia begitu menyesal. Padahal dulu, hidupnya begitu bahagia saat bersama Nisa dan juga Khanza. Gara-gara dia juga, Nisa harus kehilangan anak laki-lakinya. Semua itu, karena dia dulu enggak bersyukur. Dia memilih berzina dengan Viona.
Hingga akhirnya, satu persatu Allah mengambil miliknya. Kini dia harus menderita. Dua kali menikah, dia selalu gagal. Allah memisahkan dia dengan Viona, dan Allah juga yang menunjukkan kalau Melani bukan wanita yang baik untuknya.
Reynaldi memutuskan untuk hidup sendiri. Dia ingin menata kepingan-kepingan hatinya terlebih dahulu, menata hidupnya dulu. Dia ingin fokus mengurus sang mama dan juga Khanza. Dia ingin menjadi anak yang bertanggung jawab, kepada sang mama, dan ayah yang bertanggung jawab untuk Khanza anak semata wayangnya.
Mungkin, awalnya terasa berat untuk melewati semua ini. Tetapi, dia berusaha untuk tetap kuat melanjutkan hidupnya. Demi masa depan yang lebih cerah. Dia yakin, kalau Allah akan membantu hambanya yang berjuang dan bersungguh-sungguh.
"Tolong kamu segera urus surat perceraian kita! Agar cepat selesai!" Tulis Reynaldi di pesan chatnya kepada Melani.
"Aaahhh," teriak Melani. Dia meluapkan perasaannya, dengan melemparkan semua berkas-berkas yang berada di meja kerjanya. Dia merasa tak terima.
"Dasar laki-laki sombong! Aku yakin, kamu pasti menyesal telah membuang aku di hidup kamu! Aku akan buat kamu menderita!" ucap Melani dengan sombong.
Reynaldi tampak meneteskan air matanya. Dia teringat akan kebersamaannya dulu bersama Nisa. Kini dia mendapatkan karma, atas apa yang dia lakukan dulu kepada Nisa.
"Andai aku dulu tak ikuti nap*suku bersama Viona. Pasti, kita masih bersama sampai saat ini. Kita akan menjadi pasangan yang bahagia. Kini kamu sudah hidup bahagia dengan Abi," ucap Reynaldi lirih.
Hari semakin siang, udara semakin panas. Reynaldi memutuskan mencari mesjid terdekat, untuk sholat zuhur. Reynaldi melajukan motornya, untuk mencari mesjid terdekat. Kini sampailah dia di mesjid, Reynaldi langsung memarkirkan motornya. Kemudian memasuki mesjid, untuk berwudhu, dan sholat zuhur.
Reynaldi meneteskan air matanya kembali di dalam sujudnya. Meskipun demikian, dia berusaha untuk tidak menunjukkannya di depan sang mama. Reynaldi begitu menjaga perasaan sang mama.
"Ya Allah, aku mohon! Kuatkan aku menjalani cobaan darimu! Berikan aku rezeki melimpah, agar aku bisa membahagiakan anak dan mamaku. Hanya mereka yang aku miliki di dunia ini. Aku sangat menyayangi mereka. Meskipun rasanya begitu berat, aku akan selalu berusaha melewatinya. Amin," ucap Reynaldi dalam hati.
Untungnya, keadaan mesjid saat itu tampak sepi. Reynaldi bisa meluapkan kesedihannya. Dia menangis sampai sesenggukan.
"Kamu harus kuat, Rey! Kamu pasti bisa melewatinya! Akan ada waktunya kamu akan bahagia! Bersabar, dan terus semangat! Jangan putus untuk berdoa!" Reynaldi bermonolog, mencoba menguatkan dirinya.
Reynaldi menghapus air mata yang membasahi wajahnya. Dia tak ingin terus terlarut dalam kesedihannya. Hidup harus terus di jalani. Dia harus terus berjuang untuk sang mama.
Reynaldi mampir di sebuah rumah makan Padang. Dia baru teringat, kalau dirinya belum makan. Dia hampir saja melupakan jam makan siang. Dia harus memiliki semangat, dan memperhatikan kesehatan.
Dia langsung memarkirkan motornya di depan rumah makan Padang itu. Kemudian memasuki rumah makan itu, dan memesan paket nasi ayam bakar dan juga es teh manis.
Kehidupannya kini sangat sederhana. Namun, dia tetap memilih bercerai dari Melani. Dia tak ingin berdosa, karena terus mempertahankan menjadi suami Melani. Padahal, dia sudah mulai membuka hatinya untuk Melani. Dia pun sudah mulai mencintai Melani. Tapi ternyata, mereka tak berjodoh.
Reynaldi memesan dua bungkus nasi padang untuk sang mama dan juga sang ART yang selalu setia kepadanya. Selalu sabar mengurus sang mama. Reynaldi bersyukur, karena masih ada orang yang baik dan tulus membantu dia.
Setelah pesanannya selesai, dan Reynaldi sudah selesai membayarnya. Reynaldi langsung melanjutkan perjalanannya menuju rumah. Tekadnya sudah bulat. Dia akan berusaha mencari pekerjaan. Sebelum mendapatkannya, Reynaldi berniat menjadi ojek online.
Reynaldi baru saja sampai di rumah. Mendengar suara motor majikannya, sang ART langsung bergegas membukakan pintu pagar rumah. Setelah pintu pagar di buka. Dia langsung masuk, dan memarkirkan motornya.
"Bi, tadi saya beli nasi padang untuk bibi dan juga mama. Tolong siapkan yang untuk mama ya! Biar nanti saya yang menyuapi Mama," ucap Reynaldi sambil memberikan bungkusan berisi nasi padang kepada sang ART.
Reynaldi memilih langsung mengganti pakaiannya menjadi pakaian rumahan. Setelah itu, barulah dia masuk ke kamar sang mama berada. Sang mama saat itu sedang membuka matanya, dan termenung.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Sudah pulang, Rey? Tanya sang mama.
"Iya, sudah Ma! Mama makan ya! Rey belikan nasi padang pakai ayam bakar. Rey suapi ya!" ujar Reynaldi kepada sang mama.
Rey selalu sabar mengurus sang mama. Seperti saat ini, dia sedang menyuapi sang mama makan dengan telaten.
"Mama harus makan yang banyak, biar selalu sehat menemani Rey mencapai kesuksesan! Rey ingin membahagiakan mama, menjadi anak yang berguna! Doakan Rey ya, Ma! Semoga Rey bisa mewujudkannya.
"Iya, mama akan selalu mendoakan kamu yang terbaik! Niat kamu tulus untuk membahagiakan mamanya. Mama yakin, Allah akan mengabulkan doa kamu!" ucap sang mama dan Rey mengaminkannya.
"Sudah, Rey! Mama sudah kenyang!" ucap sang mama dan Rey menghentikan menyuapi sang mama.
Setelah selesai menyuapi sang mama. Rey langsung membaringkan tubuhnya di ranjang, di sebelah sang mama. Dia tampak menggenggam tangan sang mama. Rey begitu menyayangi sang mama.
Mampir yuk ke karya temanku 🙏😍