
"Aku sudah menyiapkan Villa untuk kita menginap. Sudah lama juga kita gak liburan. Maaf ya, aku terlalu sibuk bekerja. Sampai tak ada waktu untuk kita liburan," ucap Abi sambil melingkarkan tangan dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak sang istri.
"Mas, jangan seperti ini! Aku geli," rengek Nisa kepada sang suami.
Abi membalikkan tubuh istrinya. Kini posisinya menjadi saling berhadapan. Nisa tampak tersipu malu, wajahnya memerah. Dia terlihat grogi di pandangi suaminya.
"Kamu kenapa gugup? Apa kamu menginginkannya?" goda Abi sambil memainkan alisnya.
Bukannya menjawab, Nisa justru memukul manja dada Abi. Abi tampak tersenyum. Dia langsung menangkap tangan Nisa. Perlahan dia mendekati wajah Nisa. Kemudian menempelkan bibirnya di bibir Nisa, dan mulai **********.
"Yuk main dulu sebentar! Sudah lama juga. Mumpung Anak-anak sudah tidur," rayu Abi.
Semenjak Nisa hamil. Azzura dan Azzam sering tidur bersama Khanza. Khanza menjadi kakak siaga, yang mengurus adiknya. Memberikan kesempatan kepada sang bunda beristirahat. Kala malam hari, karena saat siang Nisa kerap tak bisa tidur.
Tanpa menunggu jawaban dari sang istri. Abi sudah membawa sang istri ke ranjang.
"Buka dong Sayang bajunya!" pinta Abi.
Keduanya kini sudah sama-sama dalam keadaan polos. Percintaan mereka di mulai. Sebagai Laki-laki normal, pastinya Abi sudah lama menginginkannya. Namun, dia selalu memperhatikan kondisi istrinya. Disaat hamil muda, Abi memilih untuk menahan hasratnya. Dia tak ingin terjadi sesuatu dengan sang istri.
Abi semakin mempercepat permainannya, karena di rasa sudah hampir mencapai kli*maks. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama. Abi langsung mencabut miliknya dan membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri.
Dia mencoba mengatur napasnya yang saat itu masih terengah-engah. Jantungnya pun berdegup kencang.
"Makasih ya, Sayang! Aku sayang kamu," ucap Abi sambil melabuhkan kecupan di pucuk kepala dan kening istrinya.
Nisa beranjak turun dari ranjang, untuk bergegas membersihkan area sensitifnya. Abi pun melakukan hal yang sama. Setelah itu, barulah mereka membaringkan tubuhnya di ranjang.
Rumah tangga Nisa dengan Abi selalu terlihat harmonis, tak ada pertengkaran. Mereka di karuniai tiga orang anak. Keduanya kini sudah tidur terlelap.
Suara adzan di ponsel Nisa sudah berkumandang. keduanya tampak membuka matanya. Terlihat sama-sama masih mengantuk.
"Kamu duluan yang mandi!" ujar Abi.
Akhirnya, Nisa yang beranjak turun duluan. Dia yang akan mandi duluan. Setelah mandi wajib barulah mereka akan sholat berjamaah.
"Mata aku masih ngantuk," ungkap Abi.
Nisa pun masih merasa ngantuk. Setelah Sholat, mereka memutuskan untuk berbaring kembali. Hingga akhirnya mereka tidur kembali.
Keduanya terkejut terbangun, saat sang anak berteriak memanggil mereka sambil mengetuk pintu kamarnya keras.
Nisa langsung beranjak turun dari ranjang, dan bergegas membuka pintu kamar itu. Agar kedua anaknya bisa masuk ke dalam.
"Untung kita mainnya cepat. sebelum mereka masuk," ujar Abi dan Nisa mengiyakan.
Jika tidak, terpaksa mereka harus terganggu. Menghentikan aktivitas permainannya, demi kedua buah hatinya.
Kedua anaknya kini sudah berbaring di ranjang. Ingin tidur dengan mereka. Abi tak mungkin melarangnya. Mau tak mau dia harus menerimanya.
Lagipula, dia masih merasa lelah. Tubuhnya terasa remuk. hingga akhirnya mereka memutuskan untuk tidur kembali. Kembar ikut tidur bersama mereka.