Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Mengungkap Masa Lalu Rey


"Apa kabar, Sel?" Reynaldi justru yang menyapa Sella lebih dulu. Dia tak ingin, kalau nantinya Melani justru salah paham padanya.


"Oh, kalian saling kenal sebelumnya?" Tanya Melani yang kini menatap ke arah Rey, terlihat sekali dia menunggu jawaban


"Iya. Sella adalah teman aku sewaktu SMA. Sel, kenalkan! Ini calon istri gue. Kami akan segera menikah. Kedatangan kami ke sini, karena ingin memesan untuk kebaya untuk pernikahan kami." Rey langsung memperkenalkan Melani dengan Sella. Mereka tampak berjabat tangan. Melani bersikap ramah kepada calon suaminya.


"Rey, maaf. Bukannya, terakhir gue dengar lo nikah sama Viona ya? Bercerai sama istri lo," ucap Sella.


Inilah yang dia takuti, dan akhirnya terjadi juga. Sella membahas masalah Viona dan juga perceraian dengan Nisa. Rey tampak tegang. Dia khawatir, kalau Melani menjadi ilfeel dengannya. Saat Melani tahu, kalau dirinya pernah menikah dua kali.


"Iya Viona sudah meninggal. Ini calon istri gue! Ya sudah, enggak usah bahas lagi masa lalu gue! Gue enggak mau salah paham dengan calon istri gue!" Ujar Rey tegas. Akhirnya, Sella mengerti. Dia tak membahas panjang lebar lagi. Lagipula, bukankah itu bukan menjadi urusan dia?


Suasana terlihat nyaman kembali, tak seperti tadi yang sempat terasa tegang. Sella langsung menjalankan tugasnya, mulai mengukur tubuh Melani. Dia bersikap profesional. Itu semua menjadi urusan Reynaldi yang menjalani kehidupan.


"Masa lalu aku sangat buruk. Aku bukanlah laki-laki yang setia. Aku dulu selingkuh dengan mantan kekasihku dulu sewaktu SMA. Dulu, hidupku sangatlah sempurna. Tetapi, aku tak mensyukurinya. Hingga akhirnya Allah mengambil dariku satu persatu. Aku kehilangan istri yang begitu sabar dan bisa dikatakan sempurna, yaitu bundanya Khanza. Setelah itu, aku kehilangan jabatan aku sebagai seorang manager. Aku pun pernah salah jalan, hingga akhirnya mama aku menjual rumahnya untuk membebaskan aku dari penjara. Kehidupan aku semakin terpuruk. Hingga akhirnya, aku harus tinggal di kontrakan itu," jelas Reynaldi.


"Ibu sudah tahu kan siapa aku sebenarnya? Jika Ibu ingin mundur, silahkan! Sebelum semuanya terlambat. Memang, untuk ke depannya. Aku enggak akan melakukan itu lagi. Masa lalu adalah pelajaran berharga untukku. Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi," ucap Reynaldi.


"Sudah aku bilang, jangan memanggil aku dengan panggilan ibu. Kita ini sebentar lagi akan menikah, hanya menghitung hari saja. Oh iya, aku akan menyewa sebuah rumah untuk kamu tempati dengan ibu kamu sebelum kita menikah! Aku ingin memberikan kehidupan yang layak untuk kamu dan ibu kamu," ucap Melani.


"Kenapa kamu menyewa rumah segala untuk aku? Padahal, biarkan saja aku tinggal di sana! Setelah menikah nanti, aku juga kan pindah ke rumah kamu. Pemborosan saja! Lebih baik kamu gunakan uang itu untuk hal yang bermanfaat," protes Rey kepada Melani.


"Sudah tak apa-apa! Aku ingin memberikan kamu kenyamanan! Jangan kamu tolak! Aku akan menerima kamu apa adanya! Aku pun tak akan melarang kamu untuk melakukan apapun! Kamu pun, jangan pernah melarang aku untuk melakukan apapun! Aku tak ingin dikekang. Meskipun nantinya, kamu akan menikah denganku!" Sahut Melani. Rey tampak menelan salivanya. Entah akan seperti apa rumah tangganya Rey dengan Melani.