
Hari ini Reynaldi berniat ingin menemui Khanza. Dia ingin mengatakan kepada sang anak tentang rencana pernikahan dirinya dengan Melani. Reynaldi sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah mantan istrinya, menemui anak semata wayangnya.
"Ma, Rey berangkat dulu ya. Rey ingin ke rumah Nisa, bertemu dengan Khanza. Rey ingin Khanza tahu, tentang rencana pernikahan Rey dengan Melani," pamit Rey, saat mencium tangan sang mama.
"Iya, Rey. Semoga saja Khanza setuju dengan rencana pernikahan kamu dengan Melani," sahut sang mama dan diaminkan oleh Rey.
Setelah pamit kepada sang mama, Rey langsung melajukan motornya ke rumah mantan istrinya. Rey mampir dulu di minimarket sebelum masuk gerbang perumahan Nisa. Dia berniat ingin membelikan cemilan untuk anaknya. Rey memarkirkan motornya, tepat di depan ruko minimarket tersebut. Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam untuk berbelanja
Rey membelikan sang anak coklat, cemilan, dan susu kemasan. Senilai 100 ribu rupiah. Dia lebih memilih membelikan makanan, daripada memberikan uang kepada sang anak. Setelah selesai berbelanja, Rey langsung melajukan kembali motornya menuju rumah mantan istrinya.
Tak butuh waktu lama, kini dia sudah sampai di depan rumah Nisa. Setelah memarkirkan motornya, dia langsung menekan bel rumah Nisa. Mendengar bunyi bel berbunyi, sang ART langsung bergegas untuk menemui tamu yang datang. Melihat Rey yang datang, sang ART langsung membuka pintu pagar, dan mempersilahkan Rey untuk masuk ke dalam rumah.
"Silahkan duduk dulu ya Pak! Tuan dan Nyonya sedang makan dulu," ucap sang ART. Rey kini disuruh menunggu di ruang tamu. Sang ART langsung masuk ke dalam menghampiri majikannya, dia langsung memberitahu kalau tamu yang datang adalah Reynaldi.
Mendengar Rey yang datang, Nisa yang saat itu sedang makan bersama Khanza dan juga Abi. Berniat untuk mengajak Rey makan. Namun, dia tetap menghargai sang suami. Dia izin terlebih dahulu kepada sang suami. Setelah mendapat izin dari sang suami, barulah dia menghampiri Rey, dan mengajak Rey makan bersama.
Rey menolaknya, karena dia memang baru saja makan. Sebelum dia berangkat ke rumah Nisa, dia makan terlebih dahulu. "Kamu makan saja sana! Aku tadi sudah makan, sebelum berangkat ke sini. Terima kasih untuk tawarannya," ucap Rey kepada mantan istrinya. Hingga akhirnya, Nisa masuk kembali ke dalam untuk melanjutkan kembali makannya.
Setelah Khanza selesai makan, dia langsung menghampiri sang ayah. Kemudian, dia langsung mencium tangan ayahnya Sebagai rasa hormat dirinya kepada sang ayah. Rey mengajak sang anak duduk di teras. Khanza dan Rey saat ini sudah duduk di luar.
"Iya, maaf. Ayah terpikir ingin langsung ke rumah kamu saja. Makanya, ayah memutuskan untuk langsung datang ke rumah kamu saja. Ada hal penting yang ingin ayah katakan padamu," sahut Rey.
"Apa yang ingin ayah katakan padaku?" Tanya Khanza.
Rey mengatakan keinginannya untuk menikah dengan Melani dalam waktu dekat. Awalnya, Khanza terkejut mendengarnya. Dia tak menyangka kalau sang ayah akan menikah kembali. Khanza tampak terdiam, hening seketika. Sampai akhirnya, Rey bertanya kepada sang anak. Apakah sang anak setuju atau tidak, dirinya ingin menikah dengan Melani.
"Aku ikut bahagia, jika ayah bahagia dengan pilihan hidup ayah! Aku ikut saja, Yah! Semoga pernikahan ayah ini, akan menjadi pernikahan terakhir ayah. Aku doakan, semoga ayah hidup bahagia dengannya," Sahut Khanza.
"Makasih ya, sayang! Aamiin. Semoga saja, doa kamu dikabulkan. Ayah jadi merasakan hidup bahagia," ucap Reynaldi dan Khanza mengiyakan.
Setelah berbincang panjang lebar dengan Khanza, Reynaldi pamit untuk pulang. Dia mengatakan kepada sang anak, kalau dirinya akan mengundang sang anak saat pernikahan dirinya dengan Melani nanti. Saat Rey dan Khanza berbincang, Nisa tak sedikitpun mengganggu mereka. Dia terlihat masa bodo dengan mantan suaminya itu, karena dia memang sudah tak ada urusan lagi dengan Rey. Urusan Rey hanya dengan Khanza.
"Ya sudah, ayah pulang dulu ya!" Ucap Rey. Khanza memanggil sang bunda, kalau sang ayah pamit pulang. Nisa hanya mengiyakan. Khanza mencium tangan sang ayah, dan mengantarkan sang ayah sampai naik motor.
Rey sudah pulang. Dia sudah merasa tenang, karena sudah berbicara dengan sang anak. Dia kini sudah mengantongi restu dari sang anak. Rey melajukan motornya, menuju kontrakannya. Setelah kepulangan Rey, Khanza langsung menceritakan kepada Papa Abi dan Nisa tentang rencana pernikahan sang ayah.
Sama halnya dengan Khanza, Abi dan Nisa pun sempat terkejut saat mendengar rencana pernikahan Rey. Tapi, perlahan mereka sadar. Rey wajar melakukan hal itu, karena dia pun perlu mendapatkan kebahagiaan. Doa terbaik yang Abi dan Nisa ucapkan untuk Rey. Semoga pernikahan kali ini, menjadi pernikahan terakhir Rey. Mereka turut bahagia, jika Rey bahagia.