
"Sayang, hari ini aku pulang terlambat ya. Soalnya pekerjaan aku di kantor sedang menumpuk. Kamu dan Khanza tak usah menunggu aku pulang ya," ucap Reynaldi saat dirinya akan berangkat bekerja. Nisa tampak mengantar Reynaldi sampai depan sang suami naik ke mobil.
"Iya, ya sudah hati-hati ya di jalan," ucap Nisa. Nisa mencium tangan suaminya dan Reynaldi melabuhkan kecupan di kening istrinya.
Setelah sang suami pergi ke kantor, Nisa bersiap-siap untuk mengantarkan Khanza ke sekolah. Saat ini Khanza sudah duduk di bangku kelas satu. Hari ini Reynaldi akan datang ke rumah orang tua Viona.
"Maafin aku Sayang, aku terpaksa harus menikahi Viona secara siri. Agar dia tak mengganggu kamu terus menerus. Aku tak ingin kehilangan kamu, aku mencintai kamu," ucap Reynaldi.
Viona sudah tak sabar menunggu sang kekasih datang. Sejak tadi dia sudah bersiap-siap bahkan dirinya sudah berkali-kali memakai lipstik dan juga bedak, agar terlihat cantik di depan kekasihnya.
Akhirnya yang dinanti datang, senyuman terukir di sudut bibirnya. Viona terlihat sangat bahagia.
"Maaf terlambat, tadi jalanan macet," ungkap Reynaldi dan Viona mengerti.
Ternyata saat itu ada orang tua Viona sudah menunggu. Membuat Reynaldi terkejut. Reynaldi memasuki rumah. Dia mencium tangan orang tua Viona secara bergantian.
"Sini masuk Rey. Apa kabar Rey?" tanya mamanya Viona membuka obrolan.
"Alhamdulillah baik Ma, Pa," sahut Reynaldi.
Ini pertama kalinya Reynaldi mengobrol lagi dengan orang tua Viona. Saat mereka dulu berpacaran, hubungan dirinya dengan keluarga Viona sangat dekat. Sayangnya hubungan mereka dulu harus kandas di tengah jalan.
"Mama lihat kalian sekarang dekat lagi. Memangnya Reynaldi belum menikah sampai sekarang?" tanya mamanya Viona membuat Reynaldi menelan salivanya. Wajah Reynaldi langsung berubah tegang seketika, hingga akhirnya Viona yang menjawabnya.
"Sudah. Tapi kami saling mencintai, Ma, Pa. Tolong restui kami. Aku tak mau kehilangan Rey lagi," ucap Viona diiringi isak tangis.
Papanya Viona menunjukkan wajah tak suka. Bisa-bisanya sang anak menjadi pelakor di rumah tangga Reynaldi dengan istrinya.
"Kamu itu, seperti tak ada laki-laki lain saja. Kamu itu sama-sama wanita, kok bisa-bisanya kamu tega menyakiti hati sesama wanita. Lebih baik kamu putuskan untuk akhiri hubungan kalian. Papa tidak setuju dengan rencana kalian. Bagaimanapun Reynaldi adalah suami dari wanita lain," ungkap papanya Viona.
"Pa, aku mohon! Jangan pisahkan kami! Aku tak peduli, kalau nantinya Istri sahnya akan marah padaku. Aku tak ingin pisah dengannya," ungkap Viona.
Ternyata sang mama mendukungnya, karena dia ingin melihat anaknya bahagia. Sang mama sangat tahu hubungan mereka dulu yang begitu lengket seperti lem dan perangko. Makanya, sang mama dulu merasa bingung saat Viona menjalin hubungan dengan laki-laki lain dan berniat menikah dengan laki-laki itu.
"Mama ini aneh, anak salah malah di bela, didukung. Bukannya di ingatkan dan diberikan pengertian," cerocos papanya Viona.
"Pa, Viona mohon. Tolong restui pernikahan kami. Aku tak masalah, meskipun Reynaldi akan menjadikan aku istri keduanya asalkan aku bisa terus bersamanya," ungkap Viona.
Setelah sempat terjadi perdebatan, dan penolakan akhirnya sang papa menyetujuinya. Meskipun hal itu karena terpaksa. Karena sebenarnya dia tak menyetujui hubungan mereka. Namun, semua ini karena permintaan anak dan istrinya.
"Ini tindakan yang salah Viona. Tak baik merebut yang bukan milik kamu. Lebih baik kamu cari laki-laki lain yang belum memiliki istri," sang papa masih berusaha agar sang anak mengubah keputusannya.
"Viona tak peduli di cap sebagai perebut suami orang. Karena Reynaldi adalah milik Viona. Viona cinta sama Reynaldi. Selama ini Viona sudah mencoba membuka hati untuk laki-laki lain, tetapi nyatanya tak bisa. Cinta Viona hanya untuk Reynaldi seorang," Viona tetap kekeh pada pendiriannya. Dia tetap ingin menikah dengan Reynaldi.
Reynaldi sempat terkejut, dia tak tahu kalau dia akan di berondong seperti ini. Dipaksa untuk segera menikahi Viona dengan alasan tak enak jika terlalu lama berpacaran, setelah Viona resmi bercerai dengan Reza. Mereka akan langsung menikah.
"Kamu yakin Rey mau menduakan istri kamu? Jika nanti istri kamu tahu, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan meninggalkan Viona?" tanya Papanya Viona.
Jawaban ini sangat Viona tunggu. Dia ingin tahu, apa yang akan Reynaldi lakukan. Reynaldi sempat terdiam. Karena dirinya pun bingung. Karena dia berharap hal ini tak pernah terjadi, karena dia ingin tetap bersama Nisa sampai kapanpun.
"Aku bingung Pa. Jujur, sebenarnya aku tak ingin hal ini terjadi. Karena aku tak ingin kehilangan istri dan anak aku. Dia adalah wanita yang selama ini menemani hari-hari aku. Disaat aku merasa terpuruk, saat Viona pergi meninggalkan aku dulu. Rasanya tak pantas bagiku untuk meninggalkan dirinya," jelas Reynaldi membuat Viona merasa geram.
Bukannya berusaha menyakinkan sang papa, Reynaldi justru menjatuhkan harapan besar Viona untuk menikah dengan Reynaldi.
"Oh, gitu ya? Jadi, selama ini kamu anggap aku ini apa? Patung yang tak memiliki perasaan? Tega kamu Ay? Setelah apa yang kita lakukan, kamu tetap lebih memilih dia," ucap Viona diiringi isak tangis. Rasanya begitu sakit, mendengar laki-laki yang dia cintai lebih membela wanita lain.
"Maaf Ay, aku hanya ingin berkata jujur. Aku siap menikahi kamu. Tetapi aku mohon sama kamu, tolong kamu mengerti posisi aku. Aku akan berusaha bersikap adil. Aku akan membagi waktuku menjadi dua. Dua hari bersama kamu dan lima hari bersama Nisa dan Khanza," jelas Rey.
"Kamu bilang itu adil? Kamu itu berat sebelah. Masa iya Nisa 5 hari dan aku hanya dua hari? Adil versi apa?" sindir Viona.
Sepertinya Reynaldi tak benar-benar ingin menikahi Viona. Dia masih ingin hubungan yang seperti sekarang ini. Tetapi Viona terus menuntut Reynaldi untuk menikahi dirinya. Hingga akhirnya Reynaldi akan mewujudkannya.
Lusa, Viona akan mendapatkan putusan perceraian dengan Reza. Setelah itu dirinya resmi bercerai. Viona dan Reynaldi aman menikah secara siri. Rencananya pernikahan mereka hanya akad nikah saja dan akan di gelar secara tertutup. Hanya mengundang keluarga terdekat Viona saja. Reynaldi hanya akan membawa sang mama untuk mendampingi dirinya. Mereka memutuskan untuk mengadakan akad nikah di rumah Viona, dan setelah itu akan dilanjut dengan acara makan bersama.
"Baiklah Pa, Ma, aku pamit pulang dulu. Karena sudah terlalu malam, aku harus segera pulang Saya khawatir kalau istri saya nanti curiga," ungkap Reynaldi dan kedua orang tua Viona mengiyakan. Dia mengerti apa yang Reynaldi rasakan saat ini.