Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Bersyukur


"Mulai besok kamu sudah mulai kerja ya! Untuk jam kerja dan gajinya, tadi sudah di jelaskan kan sama Pak Ardi?" Tanya Melani. Sang pemilik perusahaan.


Sejak melihat Reynaldi, ada rasa yang berbeda pada Melani. Berbeda halnya dengan Reynaldi yang justru terlihat cuek. Karena dia memang tidak terpikir untuk macam-macam. Dia hanya fokus pada pekerjaan. Bersyukur, karena akhirnya dia di terima di perusahaan itu.


Reynaldi keluar dari ruangan Melani, dan pergi meninggalkan perusahaan. Hatinya merasa bahagia, karena akhirnya keinginan dia bisa tercapai untuk bisa membahagiakan Khanza dan juga sang mama.


Kini Reynaldi sudah pergi meninggalkan perusahaan tempat dia nantinya akan bekerja. Reynaldi melajukan kendaraannya, untuk pulang ke rumah. Karena saat itu, jam baru menunjukkan pukul 10.30 WIB. Dia memilih untuk pulang dulu ke rumah, setelah itu barulah dia akan berangkat bekerja.


"Assalamualaikum," Reynaldi mengucap salam. Dia baru saja sampai di rumah. Dia sudah memarkirkan motornya di depan teras kontrakannya.


Saat itu jam menunjukkan pukul 11.15 WIB. Reynaldi langsung menghampiri sang mama dan duduk di hadapannya. Dia langsung meraih tangan sang mama, dan menggenggamnya.


"Gimana Rey, tadi interviewnya? Lancar?" Tanya Mama Ratih. Dia terlihat lemas, fisiknya semakin menurun. Terlebih saat ini, dia memiliki banyak penyakit.


"Alhamdulillah lancar, Ma. Rey diterima bekerja di perusahaan itu. Rey, tak lagi menjadi cleaning service. Rey, mulai bangkit lagi. Bisa bekerja di perusahaan sebagian supervisor keuangan. Hari ini, hari terakhir Rey bekerja di rumah sakit. Besok, Rey sudah mulai bekerja di perusahaan itu. Terima kasih ya Ma, karena mama terus mendoakan Rey. Rey, akan berusaha untuk menyenangkan hati mama dan juga Khanza.


Mendengar penuturan sang anak, tentu saja Mama Ratih merasa bahagia. Dia merasa terharu, mendengarnya.


Setelah berbincang tentang pekerjaan barunya. Reynaldi pamit untuk makan, dan bersiap-siap untuk bekerja. Karena jam 12.00 WIB, Rey harus berangkat bekerja. Dia harus berangkat lebih awal, karena dia harus mengurus kontrak akhir pekerjaan. Reynaldi berharap, pihak outsourcing tak akan mempermasalahkan kalau dia akan berhenti bekerja secara dadakan.


Reynaldi sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


"Ma, Rey pamit berangkat kerja dulu ya! Mama baik-baik ya di rumah! Do'akan ya Ma, semoga dilancarkan semuanya. Pihak outsourcing tidak mempersulit, Rey ingin berhenti bekerja," Ujar Reynaldi. Dia langsung mencium tangan sang mama.


"Iya. Semoga urusan kamu lancar," sahut sang mama.


Kini Rey sudah dalam perjalanan menuju tempat outsourcing, yang mengurus pekerjaannya sebagai cleaning service di rumah sakit. Rey, langsung mengutarakan keinginannya untuk mengakhiri kontrak kerja. Untungnya pihak manajemen outsourcing tak mempermasalahkan. Hingga Reynaldi bisa bernapas lega.


Besok, dia akan memulai kehidupan baru. Akan bekerja di kantoran kembali, tak lagi menjadi cleaning service. Hari ini adalah hari terakhir dia bekerja menjadi cleaning service.


Reynaldi langsung melajukan motornya kembali menuju rumah sakit untuk bekerja. Dia akan bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaannya, sekaligus pamit dengan teman-teman kerjanya. Sesampainya di rumah sakit, Reynaldi langsung memarkirkan motornya. Kemudian bergegas masuk ke dalam rumah sakit. Dia langsung mengutarakan kepada teman-temannya, kalau besok dia sudah tidak bekerja di sana.