Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Pulang Ke rumah


"Yang ...," ucap Reza sambil meraih tangan Viona.


"Lepasin, breng*sek! Jangan sentuh aku, aku tak sudi kamu sentuh!" sahut Viona. Viona langsung menghempaskan tangan Reza. Dia masih tak menyangka kalau akhir pernikahannya seperti ini. Dia harus merasakan menjadi janda untuk kedua kalinya.


"Selama ini kamu terus mengelak, tetapi akhirnya semua terbukti. Kalian menjalin hubungan dibelakang aku. Aku akan urus perceraian kita, aku ingin secepatnya bercerai dengan kamu. Aku ucapkan selamat, akhirnya keinginan mama kamu tercapai agar aku bercerai dari aku. Semoga kalian berbahagia," ucap Viona. Rasanya ucapan itu tertahan di tenggorokan.


Viona pergi meninggalkan kosan mereka dengan perasaan luka di hatinya. Air matanya mengalir semakin deras. Viona memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya dengan menaiki taksi online.


"Mengapa takdir begitu kejam padaku? Hingga aku selalu merasa sakit di hatiku. Apakah aku tak pantas untuk bahagia? Aku masih tak menyangka, mengapa suamiku menjadi berubah seperti itu? Padahal dulu dia begitu mencintai aku, semua itu gara-gara wanita itu hadir di tengah-tengah pernikahan kami," ucap Viona dalam hati.


Sepanjang perjalanan, tatapannya ke arah jalanan. Tak terasa kini dirinya sudah sampai di depan rumah orang tuanya. Viona turun dari mobil dan menurunkan barang-barangnya dari dalam mobil.


"Viona?" ucap sang mama yang merasa terkejut saat melihat sang anak datang dengan membawa barang-barangnya.


Viona langsung memeluk tubuh sang mama, meluapkan kesedihannya.


"Sebenarnya ada apa dengan kamu? Mengapa kamu seperti ini?" tanya sang mama. Tentunya sang mama ikut bersedih melihat kondisi sang anak yang seperti itu.


Sang mama langsung mengajak Viona untuk duduk di ruang keluarga dan mengambilkan air putih, agar sang anak merasa tenang.


"Diminum dulu, Na!" titah sang mama. Viona langsung meminumnya, agar dirinya sedikit merasa tenang.


Viona langsung menceritakan apa yang terjadi dengannya dan juga Reza, tentu saja sang mama merasa terkejut mendengarnya. Pasalnya yang dia tahu, Reza anak yang baik dan mencintai anaknya.


"Jangankan mama, aku pun tak percaya. Selama ini dia adalah suami yang baik, meskipun akhir-akhir ini aku kerap melihat kemesraan mereka dan merasa curiga. Aku tak percaya, kalau dia senekat itu. Semua itu karena teman mama, dia tak menyukai Viona karena Viona belum juga memberikan dia cucu. Dia mengira Viona yang mandul, padahal anaknya yang payah," cerocos Viona.


Mendengar cerita sang anak di perlakuan seperti itu, tentu saja sang mama tak terima. Dia langsung menghubungi ibunya Reza yang tak lain temannya. Dia menceritakan apa yang terjadi dengan anaknya dengan Reza. Hingga akhirnya pertemanan mereka terputus, karena anak. Sempat terjadi perdebatan antara mamanya Viona dengan mamanya Reza.


"Dasar, anak salah masih saja di bela! Sabar ya, Na! Mungkin ini yang terbaik untuk kamu, dari pada kamu terus memendam rasa sakit kamu," ujar sang mama.


Pernikahan Viona dengan Reza masih seumur jagung, tetapi akhirnya harus berada di meja hijau. Perceraian tak bisa dihindari lagi.


Tanpa menunda waktu terlalu lama, Viona langsung mengurus perceraian dirinya dengan Reza. Ini hal keduanya dirinya mengurus perceraian. Jika sudah seperti ini, Viona langsung teringat atas apa yang dia lakukan dulu kepada Reynaldi.


"Tak ada laki-laki lain yang tulus mencintai aku selain kamu, Ay. Sayangnya aku dulu membuang kamu, dan kini aku menyesal. Aku terlambat, kini kamu sudah dimiliki wanita lain. Mama kamu juga begitu menyayangi dan menginginkan aku," ucap Viona lirih. Tatapannya terlihat kosong, hari-harinya di penuhi kesedihan.


Ternyata Viona masih menyimpan foto kebersamaan dirinya dengan Reynaldi. Air matanya menetes satu persatu. Saat melihat kebahagiaan dirinya dengan Reynaldi dulu. Reynaldi adalah laki-laki yang selalu memberikan kebahagiaan untuknya, sayangnya dia berat kepada istri dan anaknya.


Bagaimana hubungan Nisa dengan Reynaldi?


Ternyata kesedihan Nisa akan kehilangan anaknya belum juga reda. Sampai-sampai mereka bertengkar hebat, karena Nisa tak mau menyimpan barang-barang bayinya yang telah meninggal. Nisa histeris saat Reynaldi mengambil paksa dan berniat menyimpannya. Jika nanti mereka memiliki anak kembali.


"Kalau kamu seperti ini terus, kamu akan terus menerus terpuruk dan akan terus teringat anak kita yang telah tiada. Aku mohon Sayang, ikhlaskan. Nanti kita buat lagi ya," ujar Reynaldi mencoba menenangkan sang istri.


Bukannya meredakan amarah istrinya, Nisa justru semakin histeris.


"Semudah itu kamu bicara itu? Kamu tak pernah tahu bagaimana rasanya seorang ibu yang kehilangan anaknya, padahal anak itu sudah aku nanti-nantikan. Jika ibu kamu tak bersikap seperti itu kepadaku, hal ini tak akan pernah terjadi. Semua ini juga karena dosa yang kamu perbuat selama ini, dan anak kita yang menjadi korban. Allah mengambilnya lagi dari aku," ucap Nisa dengan lantang.


"Iya, iya. Aku mengaku salah. Please aku mohon, jangan buat aku semakin bersalah atas apa yang aku perbuat dulu. Aku sudah menyesalinya, dan aku ingin menatanya dari awal. Aku juga sudah memperingatkan mama untuk tidak mengganggu kamu, dan aku juga sudah meminta dia untuk menerima kamu sebagai menantunya. Jika sampai dia melanggarnya, aku akan pergi dari rumah ini membawa kamu dan Khanza. Aku tahu perasaan kamu saat ini, tetapi hidup terus berjalan. Jangan sampai kamu kehilangan untuk kedua kalinya, kehilangan rasa cinta Khanza karena kamu tak mempedulikannya dan memilih menutup diri kamu," jelas Reynaldi


Ternyata Reza tak benar-benar mempertahankan pernikahan dirinya dengan Viona, tak ada itikad baik yang dilakukan Reza untuk meminta maaf kepada Viona. Bahkan saat persidangan di gelar pun, dia bersikap biasa seperti orang yang tak bersalah. Hingga akhirnya perceraian mereka berjalan lancar, keduanya sudah sama-sama ingin bercerai.


Putusan pengadilan sudah dibacakan, hakim ketua sudah mengetuk palu. Mereka sudah resmi bercerai dan menyandang status janda untuk kedua kalinya.


Lantas apa yang dia lakukan dalam hidupnya?


Dia terlihat murung tak karuan, sesekali dia pergi ke club malam untuk meluapkan perasaan kecewanya dengan hidup.


"Gue tak suka melihat kalian bahagia. Reza, lo breng*sek banget! Gue enggak terima lo perlakuan gue seperti ini! Untuk lo Rey, gue masih cinta sama lo. Perasaan gue ke lo enggak berubah, gue enggak rela lo di miliki Nisa." Viona meracau dengan terus menenggak minuman hingga mabuk.