
"Sayang, aku ingin Jalan-jalan pagi! Gimana, kalau kita sarapan di luar hotel? Aku ingin menikmati sunrise bersama kamu," ucap Melani kepada Reynaldi. Tentu saja Reynaldi menuruti keinginan istrinya, dia ingin membahagiakan istrinya.
Kini mereka berdua sedang berjalan-jalan pagi, menikmati udara sejuk di pagi hari. Mereka terlihat mesra, tak ingin terpisah. Melani ingin menikmati indahnya masa-masa kebersamaannya dengan sang suami. Dia juga banyak mengabadikan momen kebersamaan mereka, dalam sebuah foto dan video.
"Kita duduk di tepi pantai yuk!" ajak Melani kepada Reynaldi. Reynaldi masih menggandeng tangan Melani mesra.
Mereka kini duduk di tepi pantai, menikmati pemandangan pantai yang indah. Duduk di pasir-pasir yang berada di pantai itu. Melani tampak meletakkan kepalanya di pundak Reynaldi.
"Yang, apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?" tanya Melani kepada Reynaldi.
"Tentu saja. Memangnya, apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku?" Reynaldi bertanya kepada Melani.
"Kalau suatu saat nanti, aku pergi meninggalkan kamu lebih dulu. Apa kamu akan menikah kembali?" tanya Melani yang kini menatap ke arah Reynaldi. Dia ingin tahu, jawaban dari Reynaldi.
"Mengapa kamu bicara seperti itu? Aku tak ingin menjawabnya. Ini momen bahagia kita, jangan rusak dengan kesedihan. Aku berharap, kita diberikan umur panjang. Bisa sampai melihat Anak-anak kita tumbuh dewasa. Semoga saja kamu bisa segera hamil," sahut Reynaldi.
"Jodoh, rezeki, dan maut sudah diatur Allah. Kita gak pernah tahu itu. Mau tak mau kita harus menerimanya. Setiap makhluk yang bernyawa, pasti akan meninggal. Cepat atau lambat. Entah aku dulu apa kamu dulu. Jika kamu dulu, aku akan memilih setia, dan sekarang aku ingin menanyakan kepada kamu. Kalau kejadian pada aku. Aku yang lebih dulu pergi meninggalkan dunia. Aku ingin tahu. Kamu akan tetap setia atau justru memilih menikah kembali?" Melani menanyakan kembali kepada Reynaldi.
"Yakin tuh? Biasanya, laki-laki gak akan tahan godaan. Nanti, kalau rudal kamu bangun. Gimana? Pasti kamu nikah lagi," goda Melani.
Dia sengaja menggoda suaminya, agar suasana tak tegang. Padahal, dalam hati Melani menangis. Dia menahan air matanya, untuk tidak jatuh. Melani tak ingin menunjukkan kesedihannya di depan suaminya.
"Aku pernah menduda kok. Sebelum menikah sama kamu. Saat istri kedua aku meninggal, karena menderita kanker. Saat itu, aku memilih untuk hidup sendiri. Terlebih kondisi ekonomi aku yang tak memungkinkan. Aku merasa minder, untuk menikah kembali. Ya paling, aku main sendiri aja sih. Kalau memang kepengen banget. Apalagi, kalau hal ini terjadi kembali. Pasti perasaan aku bertambah down. Khawatir nanti akan kembali terjadi, kehilangan istri tercinta lagi," jelas Reynaldi.
"Kalau misalkan nanti aku meninggal, tapi kita sudah memiliki anak. Memangnya, kamu bisa mengurus anak kita sendiri? Pasti kamu membutuhkan sosok ibu pengganti," ucap Melani. Dadanya terasa sesak mengatakan hal itu.
"Aku bisa gunakan jasa babysitter, untuk mengurus anak kita. Terpaksa kasih susu formula, jika hal itu terjadi. Tapi, enggaklah. Insya Allah kita umur panjang, bisa membesarkan Anak-anak kita bersama," sahut Reynaldi.
"Sudahlah, aku malas bahas begini lagi! Lebih baik kita kembali ke hotel sekarang," ucap Reynaldi kepada sang istri.
Akhirnya, mereka memutuskan kembali ke hotel. Seperti biasanya, Reynaldi tampak menggandeng tangan Melani memasuki hotel. Mereka langsung menuju kamar mereka.