
Tak henti-hentinya Nisa meneteskan air matanya. Dia pun terus memeluk erat putrinya. Baru kali ini dia benar-benar harus terpisah dengan Khanza. Hatinya terasa begitu sakit, saat sang anak memilih menetap di Jakarta dengan sang ayah.
"Maafin kakak Bun! Kakak tahu, pasti Bunda sangat sedih saat ini. Kakak pun sebenarnya sangat sedih, berat rasanya kakak berpisah dengan Bunda. Nanti, jika memang kakak gak sanggup berpisah jauh sama Bunda. Kakak akan menyusul Bunda setelah kakak lulus SMP," ucap Khanza.
"Iya. Sebenarnya, Bunda tak ada niat untuk membuat kamu merasa berat. Ini semua murni apa adan...