Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Berangkat ke Yogyakarta


Sesuai rencana, Sabtu ini Nisa akan mengadakan acara tujuh bulanan. Jumat sore mereka akan terbang ke Yogyakarta. Setelah Khanza pulang sekolah dan Abi pulang bekerja.


Untuk acara di sana, sang mertua yang telah mengurus semuanya. Nisa hanya tinggal duduk manis. Nisa juga sudah meminta sang ibu mertua untuk memesan nasi kotak dan juga kue untuk dibagikan ke semua para pegawai di usaha konveksi dan pabrik garmentnya. Dia ingin berbagi kebahagiaan dengan para pekerjanya.


Mereka kini sudah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Khanza terlihat senang, dia sudah merindukan sang nenek, dan suasana Yogya.


"Kamu enggak ada keluhan 'kan Yang?" Tanya Abi kepada sang istri sebelum melakukan perjalanan menuju Yogyakarta.


"InsyaAllah enggak, Mas. Semoga baik-baik saja semuanya," sahut Nisa dan Abi mengiyakan.


Mereka akhirnya berangkat dengan menggunakan taksi online menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka baru akan pulang Senin sore, karena Abi tak bisa meninggalkan pekerjaan terlalu lama. Hari Selasa dia sudah mulai bekerja kembali. Dia hanya izin hari senin saja.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam, akhirnya mereka sampai di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Mereka kini sudah dalam penerbangan menuju Yogyakarta. Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih satu setengah jam. Akhirnya mereka sampai di Yogyakarta Internasional Airport. Mereka langsung di jemput oleh ibunda Abi.


"Assalamualaikum, Ma," ucap Abi. Dia langsung mencium tangan sang mama, dan memeluk sang mama meluapkan kerinduannya. Sang mama merasa senang, karena akhirnya bisa bertemu dengan sang anak, menantunya, dan cucunya.


Nisa dan Khanza pun melakukan hal yang sama seperti Abi. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah orang tua Abi. Mereka akan menginap di sana. Karena besok acara akan di mulai pukul 09.00 pagi WIB.


Setelah acara, barulah Nisa bisa menengok tempat usahanya. Sekaligus tempat tinggalnya dulu di Yogya. Untuk hari Senin, Nisa berencana untuk mendatangi pabrik garmentnya untuk mengontrolnya.


Mereka baru saja sampai di rumah orang tua Abi. Abi langsung mengajak sang istri ke kamarnya dulu. Abi membawa barang-barang istri dan juga Khanza ke kamarnya.


"Kakak malam ini tidurnya sama nenek saja! Nenek kangen," ucap ibunda Abi.


"Iya Nek, Khanza juga kangen sama nenek," sahut Khanza. Khanza tampak memeluk sang nenek.


Tak lama kemudian Bapaknya Abi pun datang. Khanza langsung berlari menghampiri sang kakek dan mencium tangan sang kakek.


"Kakak datang dari kapan? Gimana sekolahnya di sana? Betah tinggal di sana?" Tanya sang kakek. Mereka kini sedang duduk di ruang keluarga.


Setelah selesai menaruh barang-barang mereka. Nisa dan Abi keluar untuk berkumpul dengan mereka. Nisa dan Abi langsung mencium tangan bapaknya Abi secara bergantian. Mereka berbincang bersama.


Nisa dan sang ibu mertua kini sedang membicarakan masalah persiapan acara besok. Acara tujuh bulanan Nisa akan mengusung adat Jawa. Acara awal akan diadakan pengajian terlebih dahulu, sebagai rasa syukurnya Nisa dan juga Abi atas kehadiran kedua buah hatinya. Setelah itu barulah dilanjut ke acara adat.


Nisa akan memberikan souvenir mukena kepada setiap orang yang datang ke acara tujuh bulanan itu. Mukena itu produk dari usaha konveksi Nisa, dibuat khusus untuk acara ini.


"Terima kasih ya Ma, atas bantuannya. Maaf sudah merepotkan mama," ucap Nisa kepada ibunda Abi.


"Iya, enggak apa-apa. Mama tak merasa repot kok. Ini juga 'kan untuk cucu-cucu mama," sahut sang ibu mertua sambil tersenyum. Perlakuan Mama Abi ke Nisa sangat berbeda dengan Mama Ratih dulu.


Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB, mereka memutuskan untuk beristirahat masuk ke kamarnya masing-masing. Nisa tidur berdua dengan Abi di kamar Abi. Acara besok di adakan cukup mewah. Mengundang anak-anak yatim piatu, ibu-ibu pengajian di perumahan ibunya Abi. Untuk makanan, Nisa dan Abi akan menyiapkan hidangan catering dengan berbagai macam menu makanan, di tambah baso, es cream, dan juga es dawet. Besok, Nisa dan Abi akan berjualan dawet, dan akan di bagikan kepada semua yang berada di sana. Akan di adakan juga acara siraman, dan Nisa juga akan berganti 7 buah kain.


"Kamu betah tinggal di Jakarta apa di Yogyakarta?" Tanya Abi.


Mereka kini sudah berada di ranjang, Nisa tampak meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya, dan Abi terlihat mengusap kepala sang istri.


"Sebenarnya, aku betah tinggal di Yogyakarta. Suasananya lebih tenang. Tapi, demi karier Mas Abi Nisa rela menemani Mas Abi di Jakarta," sahut Nisa dan Abi mengiyakan. Karier Abi memang lebih baik di Jakarta, untuk penghasilan tentu saja sangatlah berbeda.


Jam sudah menunjukkan pukul 04.30 WIB. Nisa dan Abi sudah bangun dari tidurnya, dan bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah dengan orang tua Abi juga. Sang papa yang menjadi imam.


Setelah selesai sholat, Abi dan Papa memilih untuk mengobrol di teras depan rumah sekalian menikmati teh manis hangat buatan Nisa dan juga kue. Khanza pun terlihat sudah bangun, tetapi masih bermalas-malasan.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi, keluarga Abi sudah mulai berdatangan. Nisa pun sudah terlihat cantik dengan balutan gamis berwarna merah maroon, senada dengan gamis yang dikenakan Khanza, dan juga baju koko yang dikenakan Abi. Saat acara siraman, Nisa akan menggunakan kebaya berwarna pink. Nisa merias sedikit wajahnya dengan riasan natural, agar tak terlihat pucat.


Fina pun akan datang ke acara ini. Dia sudah kangen dengan sahabatnya itu. Raut bahagia terpancar di wajah Abi, Nisa, dan kedua orang tua Abi. Kedua orang tua Abi merasa senang, karena mereka akan mendapatkan cucu yang sepasang. Berjenis kelamin cewek dan cowok.


Acara pengajian di mulai. Anak-anak yatim piatu pun sudah berkumpul, turut mendoakan. Nisa dan Abi tampak khusyuk mengikuti acara pengajian itu. Mereka berharap kelak kedua anaknya akan menjadi anak yang sholeh dan sholeha.


Acara berjalan lancar, para tamu undangan tampak menikmati hidangan yang disediakan Abi. Mereka pun tampak senang mendapatkan souvenir mukena. Para pegawai Nisa pun tampak senang mendapatkan nasi kotak dan kue, meskipun mereka tak bisa datang ke acara bosnya itu. Karena mereka harus bekerja, hanya beberapa orang saja yang datang sebagai perwakilan. Mereka yang hari ini kebagian untuk libur. Mereka bisa bertemu langsung dengan bosnya itu. Kedua orang kepercayaan Nisa di dua usaha, dan ART Nisa yang diberi kepercayaan untuk mengurus rumah Nisa di Yogyakarta, ikut hadir di acara tersebut.


Mereka semua mendoakan untuk kelancaran kehamilan Nisa, hingga melahirkan. Mereka juga mendoakan untuk kesehatan Nisa dan kedua anaknya yang masih di dalam kandungan Nisa. Acara telah selesai, satu persatu tamu undangan pamit untuk pulang.