
Tiba-tiba saja Nisa teringat kepada Pak Adrian, saat dirinya dulu meminta bantuan kepada Pak Adrian. Pak Adrian memecat sang mantan suami. Pak Adrian juga pernah memberikan Nisa sejumlah uang lima ratus ribu rupiah. Nisa berniat untuk mengembalikannya, dia ingin mengajak suaminya mendatangi kediaman Pak Adrian.
"Mas, hari Minggu ini Mas bisa tolong antarkan aku enggak ke rumah Pak Adrian? Pak Adrian itu bos aku dulu waktu di perusahaan tempat aku dan Mas Reynaldi bekerja. Aku dulu sempat meminta bantuan kepadanya. Dia begitu baik padaku, Pak Adrian dulu memecat Mas Reynaldi dari posisi Manager. Dia juga memberikan aku uang lima ratus ribu rupiah, aku ingin mengembalikannya," jelas Nisa kepada sang suami.
"Iya bisa kok. Nanti hari Minggu kita ke sana ya," sahut Abi dan Nisa pun menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah, sekarang Mas berangkat kerja dulu ya," pamit Abi. Seperti biasa, Nisa mengantarkan sang suami sampai depan pintu, dan mencium tangan sang suami. Abi pun memberikan kecupan kepadanya.
Hari ini adalah hari Minggu, sesuai janjinya pada sang istri. Abi akan mengantarkan sang istri ke rumah mantan bosnya dulu bekerja.
"Kak, kakak mau ikut bunda sama papa enggak ke rumah Pak Adrian? Bos Bunda yang waktu itu nolongin Bunda memecat ayah dari tempat kerjanya," ujar Nisa.
"Enggak Bun, aku di apartemen saja. Aku mau mengerjakan PR. Lagi pula biar Bunda sama papa bisa berduaan. Bisa pacaran," goda Khanza. Khanza memang selalu pengertian kepada Bunda dan papanya. Dia selalu memberikan kesempatan kepada Nisa dan Abi untuk bisa berduaan.
"Ya sudah, Bunda sama Papa jalan dulu ya. Kamu sama bibi di rumah ya hati-hati," ujar Nisa dan Khanza mengiyakan.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Pak Adrian. Saat itu Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, akhirnya mereka sampai di depan rumah Pak Adrian. Nisa turun dari mobil dan menekan bel rumah Pak Adrian.
Tak lama kemudian, sang ART keluar untuk melihat tamu yang datang.
"Assalamualaikum, permisi Bi. Pak Adriannya ada?" tanya Nisa.
"Waalaikumsalam. Iya Bu, ada. Mari masuk," ujar sang ART.
Sang ART mempersilakan Nisa dan Abi untuk masuk, dan mereka kini menunggu Pak Adrian di ruang tamu. Sedangkan sang ART langsung memanggil Pak Adrian di kamarnya. Mendengar suara ketukan pintu, Pak Adrian langsung bergegas membukanya.
"Permisi Pak, maaf mengganggu waktunya. Saya ingin memberikan, kalau di ruang tamu ada tamu bapak yang bernama Ibu Nisa. Dua ingin bertemu bapak," ujar sang ART.
Mendengar nama Nisa, tentu saja dia langsung ingat ke pegawainya dulu. Dia langsung menghampiri Nisa. Melihat Pak Adrian datang, Nisa langsung beranjak bangkit dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Pak Adrian untuk mencium tangan Pak Adrian.
"Apa kabar Nis. Lagi hamil kamu, Nis? Tak lama bertemu, tau-taunya sudah hamil saja kamu," ujar Pak Adrian membuat Nisa tersenyum malu-malu.
"Perkenalkan Pak, ini suami baru saya namanya Abimanyu," jelas Nisa. Abi pun berjabat tangan memperkenalkan diri.
"Ya ampun, Nis. Tak usah dikembalikan, saya ikhlas memberikannya. Sudah untuk kamu saja! Yang terpenting untuk saya, kamu bisa hidup lebih baik lagi," ujar Pak Adrian. Pak Adrian menolak pengembalian uang dari Nisa. Akhirnya, Pak Adrian menyuruh Nisa untuk memberikan kepada sang anak yang tak lain adalah Khanza.
"Kamu sekarang sibuk apa? Kok kamu nikah enggak ngundang-ngundang saya si," ujar Pak Adrian.
Nisa menceritakan tentang pernikahannya yang harus dilakukan secara mendadak, karena demi menuruti keinginan sang bunda saat kritis. Pernikahan mereka pun hanya akad nikah, dan dilakukan di rumah sakit.
"Ya sudah. Bapak hanya bisa mendoakan, semoga kamu dan suami bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah. Padahal, Bapak nunggu-nunggu loh kabar dari kamu untuk menerima tawaran bapak bekerja di perusahaan cabang Yogyakarta," ujar Pak Adrian.
"Hehehe, iya Pak. Aku jadinya bukan usaha konveksi Pak. Soalnya, bunda saya sakit. Dia tak mungkin mengurus anak saya. Hingga akhirnya saya berpikir untuk tidak bekerja di perusahaan. Agar saya bisa sambil mengurus anak. Alhamdulillah sahabat saya baik, dia membantu saya. Meminjamkan saya untuk membuka usaha," jelas Nisa.
"Iya. Apa saja, yang penting halal. Terus usaha kamu sekarang gimana? Itu si Reynaldi, tak pernah menghubungi kamu selama kalian bercerai?" Tanya Pak Adrian.
"Alhamdulillah Pak. Saya sekarang sudah punya dua usaha. Usaha konveksi home industri, dan pabrik garment. Produk saya banyak dipasarkan ke luar negeri juga. Beberapa bulan lalu, saya juga mendapat penghargaan sebagai pengusaha wanita terbaik. Tapi sekarang saya tinggal di Jakarta Pak, ikut suami. Suami dokter," jelas Nisa.
Nisa juga menceritakan pertemuan dirinya dengan Reynaldi di rumah sakit. Nisa menceritakan juga, kalau Reynaldi bekerja sebagai cleaning service di rumah sakit suaminya bekerja.
Dia menceritakan juga, kalau baru-baru ini, istri dari Reynaldi meninggal karena mengidap penyakit kanker serviks. Nisa juga menceritakan, kalau Viona pelakor di dalam rumah tangganya adalah mantan istri suaminya yang sekarang.
"Ya ampun, jadi selama ini jodoh kalian tertukar? Masnya harus setia ya sama Nisa. Nisa itu wanita yang baik, sayangnya Reynaldi itu bodoh. Kalau Nisa mau, saya juga mau jadikan Nisa istri saya. Sayangnya, usia saya cocoknya jadi bapaknya," ujar Pak Adrian. Hingga akhirnya mereka tertawa bersama.
"Iya, Pak. Makanya, saya beruntung mendapatkan Nisa. Semoga keluarga kami selalu bahagia. Sebentar lagi, Nisa pun akan melahirkan kedua buah hati kami. Saya tak mungkin berpikir untuk selingkuh. Saya tak ingin menyesal seperti yang Reynaldi rasakan saat ini," ungkap Abi.
"Kedua buah hati? Nisa hamil anak kembar?" Tanya Pak Adrian dan Nisa mengiyakan.
"Wah, selamat ya! Saya ikut senang mendengarnya. Semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan. Untuk kamu Nis, semoga semuanya dilancarkan. Kamu dan kedua anak kamu, selalu diberikan kesehatan," ujar Pak Adrian. Diaminkan oleh Abi dan Nisa.
Setelah selesai berbincang, Abi dan Nisa pamit untuk pulang. Mereka berniat untuk mencari kafe untuk bersantai, berduaan.
Kini mereka sudah sampai di sebuah kafe. Kafe itu sangat pas untuk bersantai. Udaranya sangat adem, banyak di tanami pohon besar yang rindang. Nisa memesan Spaghetti, es krim strawberry, dan juga orange jus. Sedangkan Abi memilih untuk memesan es cappucino, dan juga French fries.
Kini menikmati waktu berduaan, sebelum kedua anak mereka terlahir ke dunia. Keduanya tampak terlihat mesra, seperti orang yang sedang berpacaran.