
Banyak harapan yang Abi inginkan untuk keluarganya. Gaji di daerah pastinya sangat berbeda dengan di kota besar. Tunjangan profesinya juga pasti sangat berbeda. Dengan modal tekad yang kuat, Abi melangkahkan kakinya di Jakarta.
Rencananya selama di Jakarta Abi akan menginap di hotel, yang letaknya tak jauh dari rumah sakit tempatnya dia akan bekerja. Abi baru sampai di Jakarta dan langsung menuju hotel yang sudah dia booking melalui aplikasi online. Dengan menggunakan taksi online, Abi sudah sampai di hotel tujuan.
Ini adalah perjalanan pertamanya ke Jakarta. Dulu, saat menikah dengan Viona. Viona tinggal di Yogyakarta, bersama orang tua. Setelah Viona bercerai dari Abi, Viona memutuskan untuk kembali ke Jakarta, dan bekerja di Jakarta.
"Assalamualaikum. Aku sudah sampai di Jakarta. I Miss You. Aku berangkat dulu ya ke rumah sakit. Kamu semangat ya," tulis Abi di pesan chat. Dia sengaja tak menghubungi melalui panggilan telepon, karena dia takut kalau istrinya sedang sibuk. Karena memang benar, saat ini Nisa sedang mengadakan meeting dadakan dengan para pegawainya.
Suatu hal yang tak mudah bagi Nisa, untuk meraih ke titik kesuksesan. Nisa telah menjadi orang yang sukses, yang mampu berdiri di kedua kakinya sendiri. Semua ini berkat dukungan sang sahabat, tanpa Fina dia tak akan mungkin seperti sekarang ini.
"Saya minta kerjasamanya kepada kalian. Meskipun saya tak ada sini, saya minta kalian tetap fokus bekerja, menunjukkan kinerja yang baik. Saya ucapkan terima kasih kepada kalian, yang sudah mau bekerja sama dengan saya. Memberikan yang terbaik untuk perusahaan," ucap Nisa.
Nisa tipe pemimpin yang ramah, dan selalu bersikap profesional, tidak membedakan antar pekerja. Tentu saja hal itu membuat para pekerjanya merasa nyaman.
"Bu, di Jakartanya jangan lama-lama ya! Nanti, kalau kami kangen gimana sama ibu? Kami juga sudah tak sabar ingin melihat kembar. Cantik apa ganteng ya?" sahut Ema, salah seorang pegawainya.
Mereka berharap, bosnya segera kembali ke Yogya. Mereka juga menginginkan agar Nisa datang ke Yogyakarta setiap bulannya sebelum lahiran. Nisa hanya tersenyum. Sungguh ini sangat luar biasa di hidupnya. Berawal dari tiga orang pekerja, kini Nisa sudah memiliki 150 orang pekerja untuk kedua usahanya.
Abi baru saja sampai di rumah sakit, dia terlihat sangat gagah dan rapi. Semenjak nge-gym, tubuh Abi terlihat lebih berisi dan gagah. Dia terlihat begitu percaya diri masuk ke dalam rumah sakit, untuk bertemu bagian management rumah sakit.
"Mengapa wajah laki-laki itu mirip Abimanyu ya? Apa itu dia ya? Ah, tidak mungkin! Pasti gue salah lihat. Ngapain dia di Jakarta. Dia 'kan kerjanya di Yogya. Lagipula, laki-laki itu gagah dan keren beda sama mantan suami gue," ucap Viona dalam hati.
Saat itu Viona baru saja sampai di rumah sakit, dia baru saja memasuki lobby rumah sakit. Dia melihat wajah seorang laki-laki yang mirip dengan mantan suaminya itu. Viona hendak bertukar jaga dengan suaminya. Agar suaminya bisa beristirahat, sekalian dia membawakan makanan untuk suaminya makan siang.
"Selamat datang Dr. Abimanyu di rumah sakit ini. Semoga Anda kerasan bekerja di sini," ucap sang HRD rumah sakit. Pihak HRD mencoba menjelaskan jam kerja Abi, dan hari kerja Abi. Pihak HRD juga menjelaskan masalah gaji yang akan di dapat Abi. Tentu saja nominalnya sangat jauh dari gaji saat dia di Yogya.
Dalam hal penghasilan, penghasilan Nisa tentu saja lebih besar dari Abi. Tetapi Abi selalu berusaha keras untuk membahagiakan anak dan istrinya. Meskipun demikian, selama ini dia memiliki tabungan, mobil, motor sport. Abi pun berasal dari keluarga berada.
Padahal orang tua Abi menginginkan Abi menjadi seorang pengusaha, menjalankan usaha papanya. Tetapi Abi bersikeras ingin menjadi seorang dokter, yang selama ini menjadi cita-citanya. Kelak Abi akan mewariskan semua harta kekayaan orang tuanya. Hal itu tak menjadi alasan bagi Abi untuk berpangku tangan.
"Kenapa aku jadi kepikiran dia ya? Gimana ya kabarnya? Apa dia sudah menikah lagi?" gumam Viona. Viona mencoba mencari nomor telepon mantan suaminya itu di ponselnya, dan mencoba menghubungi Abi. Bagi Viona, Abi adalah laki-laki yang baik dan lembut. Dulu, dia sangat tergila-gila dengan Abi sampai dia meninggalkan Reynaldi.
Namun, setelah menikah enam tahun lamanya. Rasa jenuh melanda Viona. Terlebih dulu Abi sangat sibuk, dia harus bekerja sambil sekolah spesialis. Waktu Abi tersita untuk itu, hingga Viona sering merasa kesepian. Abi juga sering mengeluh capek, jika Viona mengajak berhubungan suami istri, dan mereka tak juga di karunia seorang anak.
"Yach ...sudah tak aktif ponselnya," ucap Viona dalam hati. Viona terlihat kecewa, karena dia kehilangan kontak Abi. Abi memang sudah menghapus jejak Viona, dia sudah tak ingin berhubungan dengan Viona. Tak ada yang tersisa tentang Viona.
Setelah selesai perbincangan dengan pihak HRD, Abi pamit pulang. Abi juga sudah selesai melakukan administrasi. Mulai awal bulan Abi sudah mulai praktek di rumah sakit itu. Pihak rumah sakit akan mengurus semuanya dulu. Abi. masih memiliki waktu kurang lebih 2 minggu di Yogya untuk mengurus semuanya.
Abi melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit. Dia berencana untuk langsung mencari untuk tempat tinggal dia nanti. Abi masih membutuhkan waktu 1hr lagi untuk di Jakarta. Keesokan harinya, dia ingin mencari sekolah untuk Khanza.
"Sebaiknya aku mencari tempat makan dulu, aku lupa belum makan siang," ucap Abi.
Akhirnya, Abi memutuskan mencari rumah makan di dekat rumah sakit. Pilihannya pada rumah makan padang. Abi memesan paket nasi ayam bakar dan es teh manis.
"Ayang lagi ngapain ya? Kangen pengen telepon," ucap Abi. Padahal baru beberapa jam saja dia berpisah sama Nisa, tetapi sekarang dia sudah merasa kangen.
Abi mencoba melakukan panggilan kepada sang istri, mendengar ponselnya berbunyi, Nisa langsung mengangkat panggilan telepon itu.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, kamu sudah sampai Mas? Maaf ya aku baru sempat menjawab panggilan dari kamu. Aku baru saja selesai meeting, baru mau makan bersama ini sama yang lain. Kamu lagi apa?" sahut Nisa menjawab telepon dari suaminya.
"Alhamdulillah sudah. Mas juga sudah bertemu sama pihak HRD, alhamdulillah semuanya berjalan lancar. InsyaAllah mulai awal bulan Mas sudah kerja di sini. Kita masih ada waktu untuk mengurus semuanya di sana," ujar Abi.
"Syukurlah, alhamdulillah. Aku turut senang mendengarnya Mas," sahut Nisa.
Abi mengatakan kalau dirinya saat ini sedang di rumah makan, mau makan siang. Setelah ini dia berniat untuk mencari rumah atau apartemen untuk tempat tinggal mereka nanti, dan baru besok dia akan mencari sekolah untuk Khanza.