
Setelah Nisa siuman, barulah Nisa akan dipindahkan ke ruang perawatan. Abi memilih untuk keluar dari ruang operasi, karena dia yakin pasti kedua orang tuanya dan juga Khanza akan menunggu dirinya. Kembar pun akan di bawa ke ruang bayi.
"Sayang, aku keluar dulu ya! Lekas siuman ya! I love you," bisik Abi di telinga sang istri. Dia tetap pamit, meskipun sang istri masih memejamkan matanya. Karena dia yakin, sang istri akan mendengarnya di bawah alam sadarnya.
Abi keluar bersamaan dengan dua orang bidan yang membawa kembar ke ruang bayi.
"Mba, itu bayi Ibu Nisa ya?" Tanya mamanya Abi kepada sang bidan.
"Iya, Bu. Mau di bawa ke ruang bayi dulu," sahut sang bidan.
Khanza, dan kedua orang tua Abi sempat melihat dulu sebentar bayi cantik dan tampan yang baru saja beberapa menit Nisa lahirkan.
"Maaf Bu, dede bayinya mau dibawa dulu ya ke ruang bayi. Nanti baru di bawa ke ruangan perawatan Ibu Nisa, sambil nunggu mamanya siuman dulu," jelas sang bidan. Ibunya Abi dan Khanza akhirnya mengerti.
Kini mereka terfokus kepada Abi. Semuanya menanyakan kondisi Nisa. Hingga akhirnya mereka mengucap alhamdulillah, saat mendengar kondisi Nisa baik-baik saja. Hanya tinggal menunggu siuman.
Obrolan mereka harus terhenti karena, suster mengatakan kalau Nisa akan dipindah ke ruang perawatan. Kondisinya sudah stabil. Kedua orang tua Abi, Khanza, dan juga Abi mengikuti Nisa yang saat itu di dorong oleh kedua perawat untuk dipindahkan ke ruang perawatan kembali.
Kondisi Nisa saat itu masih belum siuman. Abi menggendong tubuh istrinya, memindahkan ke ranjang ruang perawatan.
"Nanti, kalau kedua dede bayinya tak ada masalah. Kami akan langsung bawa kesini ya Pak. Nanti, kalau mamanya sudah sadar, tolong dilatih menyusu ya Pak. Biar ASI ibu Nisa juga keluar," jelas sang perawat, dan Abi mengiyakan.
"Aku jadi enggak sabar ingin pegang kedua dede bayi," ungkap Khanza.
"Sabar ya sayang! Sebentar lagi kedua adik kamu, akan dipindahkan ke sini," ujar Abi lembut sambil mengusap kepala Khanza lembut.
Doa Khanza terkabul, tak lama kemudian. Dua orang perawat datang ke ruang perawatan Nisa, membawa kedua adiknya. Rona bahagia terpancar dari wajah mereka. Ibunda Abi begitu bersyukur, karena akhirnya dia bisa memiliki cucu dari istri anaknya yang baru. Khanza pun merasa bahagia, karena akhirnya keinginannya untuk memiliki adik bisa terwujud.
Mamanya Abi menggendong bayi yang berjenis kelamin perempuan, dan papanya Abi menggendong bayi yang berjenis kelamin laki-laki.
"Azzam dan Azzura," sahut Khanza tanpa melepas
tatapan matanya dari sang adik yang saat ini di gendong nenek dan kakeknya.
Khanza memberikan nama Azzam Al Kahfi untuk adiknya yang berjenis kelamin laki-laki, dan Azzura Aquilla Kinara untuk adik perempuannya.
"Nama yang bagus," puji Abi. Abi memang sengaja memberikan kesempatan kepada Khanza untuk memberikan nama untuk kedua adik bayinya. Kedua orang tua Abi pun setuju, dan Abi yakin sang bunda pun pasti akan setuju.
Abi tak mau kalah, dia pun ingin menggendong anaknya. Saat ini dia menggendong Azzam. Abi begitu terharu, karena akhirnya bisa memiliki anak. Dia tak dapat membendung perasaannya, dia tampak meneteskan air matanya.
"Selamat Bi, akhirnya Allah mengabulkan doa kamu. Allah akhirnya memberikan kamu keturunan, bahkan Allah melipat gandakan mengganti rasa kecewa dan sakit hati apa yang Viona ucapkan dulu kepadamu. Kamu kini sudah resmi menjadi seorang papa. Semoga kamu menjadi papa yang baik untuk ketiga anak kamu bersama Nisa. Mereka adalah amanah dari Allah, yang harus kalian jaga dan didik dengan baik. Semoga kelak mereka akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholeha," ucap sang papa.
"Iya, Pa. Terima kasih atas doa papa dan mama untuk kebahagiaan Abi. Abi mohon doanya! Semoga Abi bisa menjadi papa yang baik untuk Khanza, Azzam, dan juga Azzura. Abi juga bisa menjadi suami yang baik untuk Nisa," sahut Abi. Sang papa tampak menganggukkan kepalanya sambil menepuk-nepuk punggung Abi.
Doa terbaik juga dari sang mama untuk anak tercintanya. Kedua orang tua Abi sangat menyayangi Abi, karena Abi adalah contoh anak yang baik dan selalu patuh kepada mereka. Mereka berharap, kelak anak-anak Abi bisa menuruni sifat baik Nisa dan juga Abi.
Wajah Azzam sangat mirip dengan Bunda Nisa dan wajah Azzura sangat mirip dengan Papa Abi.
Azzura Aquilla Kinara
Azzam Al Kahfi