
Jam kerja sudah selesai, Reynaldi bersiap-siap untuk pulang. Dia berniat untuk menemui istrinya, di ruangan sang istri. Meskipun Melani istrinya, dia tetap menghargai privasi sang istri sebagai seorang pemimpin perusahaan. Reynaldi tetap mengetuk pintu ruangan sang istri.
"Ya, masuk!" Ucap Melani dari dalam ruangan.
"Oh, kamu! Aku kira siapa. Kenapa? Mau pulang ya?" Tanya Melani.
"Iya, aku mau pamit pulang. Kamu jadi mau pergi dulu? Pulang jam berapa nanti?" Sahut Reynaldi.
"Ya sudah, pulang saja duluan kalau pekerjaan kamu sudah selesai! Pekerjaan aku belum selesai. Jam 20.00 mungkin aku baru bersiap-siap, dan berangkat ke Clubbing. Aku belum tahu nanti pulang jam berapa. Kamu tak perlu menunggu aku! Tidur saja duluan ya!" Ujar Melani.
Reynaldi memberanikan diri menghampiri Melani, dan berdiri di samping Melani. Dia ingin memberi perhatian kepada istrinya. Menunjukkan perasaannya kepada Melani. Perlahan, Reynaldi pun jatuh cinta kepada Melani.
"Ya sudah, kalau seperti itu. Aku pulang ya, Sayang! Ingat, kamu jangan capek-capek! Aku tak ingin kamu sakit. I love you," ucap Reynaldi. Reynaldi memberikan kecupan di kening istrinya.
Baru saja dirinya hendak melangkahkan kakinya, Melani langsung menarik tangan Reynaldi. Membuat Reynaldi tersentak kaget. Hal itu membuat Reynaldi berada di atas pangkuan Melani. Sepersekian detik, netra mereka saling bertemu. Jantung Reynaldi berpacu sangat cepat.
"Temani aku sebentar," ucap Melani. Reynaldi menganggukkan kepalanya.
Melani langsung mengunci pintu ruangannya, tak memperbolehkan siapapun masuk ke dalam ruangannya. Reynaldi terkejut, kala melihat Melani membuka seluruh pakaiannya. Dia tak menyangka, kalau Melani akan mengajak dia bercinta di ruang kerjanya.
"Aku kepingin! Main dulu yuk, sebelum kamu pulang!" Ujar Melani.
Tentu saja Reynaldi tak bisa menolak. Dia tak ingin Melani kecewa dengannya. Reynaldi langsung ke kamar mandi, untuk mencuci benda pusakanya terlebih dahulu. Agar bersih. Dia juga langsung membuka semua pakaian yang dia kenakan. Membuat keduanya sudah sama-sama polos.
Mereka mulai bercumbu mesra, tangan Reynaldi pun tak mau diam. Dia asyik mere*mas bukit kembar istrinya, membuat Melani terang*sang. Lidah mereka saling membelit, keduanya sudah sama-sama bergairah.
Reynaldi langsung mendudukkan sang istri di meja kerjanya, dia langsung menghi*sap bukit kembar istrinya secara bergantian. Membuat Melani mende*sah merasakan nikmat. Milik Reynaldi pun mulai menegang. Reynaldi langsung melebarkan kedua pangkal paha sang istri, dan bermain di sana. Hingga akhirnya Melani mendapatkan pelepasan. Reynaldi langsung menyapunya dengan lidahnya.
Kini giliran Melani yang memanjakan sang suami, Melani menyuruh Reynaldi duduk di sofa'. Dia langsung berjongkok mensejajarkan miliknya suaminya, dia ingin memanjakan milik suaminya. Milik Reynaldi semakin menegang, membuat Melani sudah tak sabar untuk menyatukan.
Melani langsung naik ke pangkuan suaminya, dan memasukkan milik suaminya. Melani yang memimpin permainan. Dia mulai memompanya secara perlahan. Tubuh Melani memang sangat seksi. Padat berisi. Reynaldi tampak mere*mas bo*kong sang istri.
Semakin lama, Melani semakin mempercepat permainannya. Dia semakin bersemangat. Dia begitu bersemangat. Keringat bercucuran membasahi wajah dan tubuhnya, karena rasa panas di tubuhnya. Bahkan AC ruangan tak mampu menutupinya. Keduanya tampak mengerang bersama.
Jantung keduanya kini, berpacu lebih cepat. Napas keduanya pun masih terengah-engah. Melani langsung turun dari pangkuan suaminya, dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa percintaannya dengan sang suami. Setelah itu, giliran Reynaldi bergantian dengan sang istri.
Hingga akhirnya, Reynaldi pamit pulang dengan perasaan kesal. Dia berharap, sang istri tak melakukan hal yang biasa dulu sang istri lakukan. Dia tak ingin tubuh istri ya di jamah oleh laki-laki lain.
"Kenapa sih kamu enggak memikirkan perasaan aku, Mel? Semoga saja kamu selalu dilindungi, dan menyadari apa yang kamu lakukan itu salah! Kita mulai kehidupan baru, dan memulainya dari awal," ucap Reynaldi dalam hati.
Mobil yang membawa Reynaldi, telah sampai di kediaman Melani. Reynaldi pulang dengan di antar mobil kantor, sesuai perintah Melani. Dia tak ingin suaminya naik ojek online. Kebetulan masih ada waktu untuk sang supir mengantarkan suaminya ke rumah. Setelah itu, sang supir kembali lagi ke perusahaan.
Melani memang penggila kerja. Dia sangat giat bekerja. Setelah Reynaldi pulang pun, dia melanjutkan pekerjaannya kembali. Reynaldi memilih langsung masuk ke kamarnya. Dia ingin mandi dulu, sebelum bertemu sang mama. Setelah selesai mandi, Reynaldi langsung turun kembali. Dia langsung menghampiri sang mama yang berada di kamarnya.
"Assalamualaikum," ucap Reynaldi. Reynaldi langsung berjalan menghampiri sang mama, dia langsung duduk di tepi ranjang. Tak lupa mencium tangan sang mama.
"Gimana keadaan Mama sekarang?" Tanya Reynaldi kepada sang mama.
"Ya, seperti yang kamu lihat! Mama hanya bisa berbaring. Sebenarnya, Mama merasa bosan harus begini terus menerus. Mama ingin hidup normal seperti dulu," ungkap Mama Ratih kepada sang anak.
"Sabar ya, Ma! Reynaldi coba atur jadwal ya nanti, untuk mengantar Mama periksa ke dokter, dan melakukan terapi. Nanti Reynaldi coba izin kepada Melani. Semoga saja dia mengizinkannya," ucap Reynaldi yang mencoba memberi pengertian kepada sang mama.
"Iya, istri kamu ke mana? Apa dia tak ingin bertemu Mama?" Tanya sang mama kepada Reynaldi.
"Masih di kantor, pekerjaannya belum selesai. Dia pulang belakangan. Seperti yang aku bilang, Melani seorang pekerja keras," ucap Reynaldi berbohong.
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 Reynaldi pamit ke kamarnya. Dia menjadi gelisah, terpikir sang istri yang akan pergi. Ingin rasanya dia menghubungi sang istri, dan meminta sang istri untuk membatalkan rencana untuk kumpul dengan Teman-temannya ke Clubbing. Sejak tadi Rey tampak mondar-mandir di kamar.
Hingga akhirnya Rey mencoba menghubungi istrinya, untuk menanyakan keberadaan sang istri saat ini. Melani langsung menerima panggilan telepon dari suaminya. Saat itu dia sudah dalam perjalanan menuju tempat janjian.
"Ada apa?" Tanya Melani.
"Kamu di mana? Apa kamu jadi pergi bertemu Teman-teman kamu?" Tanya Reynaldi.
"Lagi di jalan. Kamu kenapa sih, bertanya itu terus? Tentu saja jadi! Aku kalau sudah berencana, harus terwujud. Sudah sana, lebih baik kamu tidur saja! Jangan ganggu aku!" ucap Melani ketus. Dia langsung mengakhiri panggilan telepon dengan sang suami. Dia merasa kesal sang suami.