Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Kepergian Viona


Memang sangat sulit bagi kita untuk bisa melupakan kenangan bersama orang yang kita sayang dengan cepat. Terlebih orang itu sudah berjanji pada kita akan selalu bersama kita dan akan memilih kita dibandingkan wanita lain.


Seperti yang dialami oleh Viona. Terlebih dirinya hanya seorang benalu yang hinggap pada hati seorang yang telah memiliki istri dan juga anak. Kini dia hanya bisa meratapi kesedihannya.


"Mi, lo dimana? Ada yang ingin gue ceritakan ke lo," tulis Viona dipesan chat dengan Mia.


Mia adalah sahabatnya dari bangku SMA, meskipun Viona pernah pindah ke kota Yogyakarta untuk mengikuti kedua orang tuanya yang dipindahkan tugasnya. Hubungan Viona tetap terjalin baik dengan Mia. Meskipun Mia terlahir dari keluarga yang sederhana, berbeda halnya dengan Viona yang berasal dari keluarga berada.


Hubungan persahabatan dia sangat dekat. Mereka sering kali bertukar cerita baik kehidupan percintaannya maupun kehidupan lain. Mia adalah satu-satunya orang yang sangat dekat dengan Viona. Dia adalah orang yang tahu persoalan Viona dengan Reynaldi.


Sebenarnya Mia sudah sangat geram dengan kelakuan Viona yang masih saja mempertahankan Reynaldi. Padahal dia berharap Viona bisa mendapatkan kebahagiaan dari laki-laki lain yang benar-benar mencintainya. Namun, Viona selalu saja mempertahankan Reynaldi.


"Kenapa Bu?" tanya Mia. Dia langsung menghubungi sahabatnya itu.


"Malam ini lo ada acara tidak?" tanya Viona balik.


"Malam ini gue mengisi acara di kafe Wadidau di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Memangnya ada apa, Na?" tanya Mia.


Mia mengatakan kalau dirinya tak bisa membatalkan untuk mengisi acara nanti malam. Dia menyuruh Viona untuk datang ke kafe tersebut jam 20.00 WIB. Akhirnya, Viona setuju. Setelah pulang kerja, Viona akan datang menemui sahabatnya itu.


Viona ingin meminta pendapat kepada sahabatnya itu. Dirinya merasa galau, setelah berakhirnya hubungan dirinya dengan Reynaldi. Dia menjadi tidak fokus bekerja dan tak bersemangat menjalani hidup.


"Sebenarnya gue malu Mi, cerita sama lo. Gue yakin nanti pasti lo marah sama gue. Karena gue selalu saja membela dia, mempertahankan dia di hidup gue," ucap Viona lirih.


Kemarin Viona sempat curhat dengan teman dekatnya di kantor. Mereka justru menyalahkan Viona dan Viona merasa tidak terima. Teman-teman di kantor banyak yang tahu, kalau Reynaldi adalah pria beristri dan memiliki anak. Mereka menjuluki Viona sebagai pelakor.


Viona sempat bercerita kepada temannya di kantor, dan justru dirinya yang mendapatkan penghinaan.


"Sumpah gue bete banget deh sama istrinya si Reynaldi, lakinya sudah ketahuan selingkuh sama gue. Eh, dia masih saja pertahankan lakinya. Jadinya Reynaldi meninggalkan gue, karena ingin bertahan sama dia."


"Ya audah si Na, lupain saja si Reynaldi. Dari dulu gue 'kan sudah pernah bilang sama lo, dia itu laki-laki yang tidak benar. Dia itu tidak punya prinsip, plin-plan. Aneh gue sama lo, masih saja mau dipermainkan sama dia."


"Eh, asal lo tau ya! Gue tau, siapa yang Reynaldi cintai. Reynaldi itu cintanya sama gue. Hanya sayang sama gue. Gue yakin, dia kemarin mutusin hubungan sama gue, karena dia diancam sama istrinya. Makanya gue gemes banget sama istrinya. Lakinya cinta sama gue, eh dia masih saja dipertahankan."


"Aneh lo, Na. Masih saja Percaya sama omongan si Reynaldi. Kalau dia sayang sama lo, dia pasti akan lebih memilih lo dibandingkan istrinya. Lo juga harusnya berpikir, wajar 'lah istrinya melakukan hal itu. Si Reynaldi itu pintar akting ke lo. Bicara cinta dan tak bisa kehilangan lo, eh ke istrinya bicara seperti itu juga.


Percakapan dirinya dengan teman kantornya, terus terlintas di pikirannya.


Viona sudah dalam perjalanan menuju dirinya berjanjian dengan Mia. Kini dirinya baru sampai di kafe. Dia memasuki Cafe dan mencari tempat untuk duduk. Dia melihat Mia yang sedang menyanyi. Akhirnya dia memilih untuk memesan minuman untuk dirinya dan juga Mia setelah selesai menyanyi.


Viona sudah melambaikan tangannya dari jauh ke arah , untuk memberitahukan keberadaan dirinya. Setelah selesai menyanyi, Mia langsung berjalan menuju Viona.


"Hai Na, sudah lama?" tanya Mia sambil mereka berpelukan.


"Tidak, baru kok. Oh, iya. Ini minuman buat lo," ujar Viona sambil menunjuk ke arah minuman yang sudah dipesan untuk Mia.


Mereka langsung mengobrol sambil menikmati live music. Tugas Mia sudah selesai, sehingga dia sudah bisa santai. Mereka saling menanyakan kabar mereka. Hingga akhirnya Viona membuka omongan. Dia mulai menceritakan permasalahannya dengan Reynaldi.


"Reynaldi meninggalkan gue, Mi. Dia lebih memilih bertahan sama istrinya. Padahal gue yakin Reynaldi itu masih cinta sama gue dan gue juga yakin kalau dia tak bisa melupakan gue," ungkap Viona sambil menangis.


Dia sudah tidak bisa lagi membendung perasaannya. Hatinya terluka. Viona terlihat frustasi. Dia masih teringat ucapan Reynaldi kepadanya. Mia mencoba menenangkan Viona.


"Sabar Na, lo harus kuat! Lo tak boleh lemah seperti ini! Keluarkan uneg-uneg lo, gue akan selalu menjadi pendengar setia lo," ucap Mia sambil menepuk-nepuk punggung Viona saat Viona memeluknya.


Mia mencoba untuk menenangkan Viona. Meskipun dirinya sering merasa geram dengan Viona, karena Viona terus-menerus mempertahankan Reynaldi. Padahal dirinya hanya dijadikan cadangan olehnya.


"Lo sabar ya, Na! Nanti gue akan coba hubungi Reynaldi ya. Gue akan coba tanyain perasaan dia ke lo sekarang ini. Kalo memang lo berjodoh, lo pasti bisa balik lagi sama dia. Meskipun jalannya berliku. Sekarang lo tenang dulu ya," ujar Mia.


"Lo memang sahabat gue yang paling mengerti gue, Mi. Terima kasih ya, Mi," ucap Viona kepada Mia.


Perasaan Viona sedikit lebih tenang, setelah bercerita dengan Viona. Mereka langsung melanjutkan mengobrol kembali, seputar kehidupan mereka lainnya. Rencananya besok, Mia akan menghubungi Reynaldi untuk menanyakan lebih jelas semuanya.


"Pokoknya lo harus kuat ya! Dari awal gue bilang sama lo, lo lupakan Reynaldi. Kehidupan dia bukan seperti dulu lagi. Dia sudah memiliki istri dan juga anak. Tetapi lo tetap saja ngotot. Jadi, lo harus terima konsekuensinya," ujar Mia.


Benar apa yang diucap sahabatnya. Seharusnya dia tak obsesi untuk mendapatkan Reynaldi kembali. Karena pada akhirnya, dia juga yang akan merasa sedih. Siap ataupun tak siap, dia harus menerima keputusan Reynaldi.


Namun, dirinya masih berharap. Kalau Reynaldi akan berubah pikiran.


"Aku yakin, kalau kamu di sana juga merasa tersiksa. Terlebih saat kamu bilang, kalau kamu masih mencintai aku."


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya author LichaLika di jamin seru