
"Akhirnya, kamu sadar juga," sindir Reynaldi. Reynaldi sudah merasa geram, dia sudah tak tahan dengan sikap Melani yang berkuasa. Dia sudah pasrah, kalau akhirnya dia kehilangan pekerjaan karena harus bercerai dari Melani.
"Maksud kamu apa berbicara seperti itu? Bukanya sudah aku katakan, kalau aku tak suka jika kamu mengatur hidupku," ucap Melani sinis.
"Apa kamu lupa, siapa aku? Aku ini suami kamu! Selama ini, aku hanya diam. Aku mengikuti semua keinginan kamu. Tapi kali ini, aku tidak terima. Suami mana yang tak marah, jika istrinya di gauli dengan laki-laki lain. Hati aku benar-benar sakit, saat mengetahui sisa sper*ma laki-laki yang mengantar kamu masih tertinggal di area sensitif kamu. Entah, kamu dalam keadaan sadar atau tidak saat melakukan hal itu," ucap Reynaldi tegas. Membuat mata Melani membulat sempurna.
"Apa? Aku bercinta dengan laki-laki lain? Memangnya, siapa yang mengantarkan aku pulang ke rumah tadi malam? Maaf, aku benar-benar tak tahu, kalau dia menggauli aku. Aku semalam mabuk parah, tak sadar. Aku mohon maafkan aku! Aku mengaku salah, seharusnya aku tak melakukan hal itu. Kamu wajar marah, benar yang kamu katakan. Kalau kamu adalah suamiku, tak sepantasnya aku berbuat seperti itu dengan laki-laki lain," ucap Melani dengan perasaan bersalah.
"Kamu itu, menganggap aku apa sih? Makanya, aku tuh tak ingin mengizinkan kamu datang ke clubing itu takut kamu kelewat batas. Sekarang, semua terjadi. Kamu berbuat zina dengan laki-laki lain. Jika kamu ingin bebas, lebih baik kita pisah! Agar aku sebagai seorang suami tak berdosa lagi," ucap Reynaldi.
Melani tampak terdiam. Dia merasa bingung, apa yang harus dia lakukan. Terlebih, pernikahan mereka baru berjalan tiga hari. Masa iya, mereka harus berpisah.
"Gimana? Kita pisah saja sekarang? Jika iya, aku akan talak kamu sekarang ini," ucap Reynaldi tegas.
"Aku enggak mau pisah sama kamu! Maafkan semua kesalahan aku, aku janji tak akan seperti itu lagi! Aku juga akan bicara sama Vino, tentang sper*ma yang ada di area sensitif ku. Kalau memang dia dari yang kamu sebut ciri-cirinya," ucap Melani.
"Bukannya kamu bilang, kamu sudah sering melakukan seperti itu? Jika kamu sedang mabuk? Kamu pun pasti menikmatinya? Jadi, kamu tak bisa marah kepadanya. Tadi pun, kamu sempat memaksa ingin bercinta denganku. Tapi maaf, aku tak bisa! Aku tak mau bercinta dengan wanita yang melakukan juga dengan laki-laki lain," sindir Reynaldi membuat Melani tak mampu berkata-kata lagi, karena apa yang diucapkan suaminya, benar adanya.
"Iya, aku salah! Aku mengaku, kalau aku berbuat salah. Aku janji, tak akan mengulangi lagi. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik. Aku mohon kepadamu!" ucap Melani memohon penuh iba.
"Aku tak bisa menerima kamu begitu saja! Apa yang kamu lakukan, sudah melanggar janji pernikahan kita. Ini sudah sangat keterlaluan, apa yang dilakukan kamu sangat fatal. Aku butuh waktu untuk menerima kamu lagi! Aku benar-benar shock, tak menyangka kamu seperti itu," jelas Reynaldi.