Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Kecurigaan Nisa


"Vi, lebih baik kita pergi saja yuk lanjut ngobrol di luar. Panas ngobrol disini," sindir Mama Ratih.


"Vi?" ucap Nisa pelan, tetapi masih terdengar oleh Reynaldi.


"Benar-benar deh si Mama. Segala nyebut Vi. Nisa 'kan jadi curiga," gerutu Reynaldi dalam hati.


Nisa menatap tajam ke arah sang suami, membuat Reynaldi terlihat tegang. Tentu saja hal itu menambah kecurigaan Nisa terhadap wanita yang saat ini bersama ibu mertuanya.


"Jangan bilang, kalau kamu lagi menutupi dari aku ya!" ancam Nisa, yang kini menatap suaminya sinis.


Viona tersenyum, karena rencananya berhasil membuat Reynaldi terlihat panik. Reynaldi mengajak Nisa untuk naik ke atas. Dia tak ingin bertambah gila, karena ulah Viona. Rasanya dia ingin memarahi Viona.


"Lepasin! Aku ingin tahu siapa wanita itu," ucap Nisa.


Hingga akhirnya Reynaldi berakting.


"Vivi, katanya istri aku ingin berkenalan sama kamu. Maaf ya Vi, istri aku curiga kalau kamu itu Viona selingkuhan aku dulu," ucap Reynaldi.


"Vivi?"


"Iya, dia itu Vivi. Anaknya teman sosialita Mama, dia memang dekat sama mama. Benar 'kan Vi?" tanya Reynaldi.


Reynaldi berharap Viona tak mengacaukan rencananya. Mengikuti aktingnya. Bisa-bisa habis riwayatnya.


"Iya Mba, kenalkan saya Vivi," ucap Viona yang berpura-pura ikut berakting.


"Tuh 'kan benar. Namanya Vivi, dia itu anaknya teman Mama. Ya sudah, ayo kita ke kamar. Mereka juga mau pergi kok. Vi, aku pamit ke kamar dulu ya," ujar Reynaldi.


"Mengapa perasaan aku masih mengganjal ya?" Nisa bermonolog.


Mereka kini sudah berada di kamar. Nisa terlihat diam. Reynaldi yakin kalau istrinya masih belum percaya 100 persen. Istrinya masih curiga. Reynaldi mengambil ponselnya, hendak mengirim pesan chat kepada Viona.


"Cepat kamu pergi dari sini! Please jangan buat masalah, aku tak mau Nisa tahu kalau itu kamu. Aku enggak mau pisah sama Nisa," tulis Reynaldi di pesan chat.


"Sampai detik ini, selalu saja Nisa yang kamu pikirkan," jawab Viona dengan emoticon marah.


"Please tolong mengerti keadaannya. Besok setelah pulang kerja, aku ke rumah mama kamu ya. Sabar!" tulis Reynaldi lagi. Reynaldi langsung clear chat percakapan dengan Viona. Dia juga langsung blokir nomor kontak Viona, agar Viona tak menghubungi dirinya lagi.


Viona dan Mama Ratih sudah pergi meninggalkan rumah dengan menggunakan taksi online. Mereka kini sudah dalam perjalanan menuju Mall. Demi menyenangkan hati Mama Ratih, dia akan membelikan barang kesukaan Mama Ratih.


Viona menceritakan kepada Mama Ratih tentang kejadian tadi antara dirinya dengan Nisa.


"Kenapa kamu harus berbohong si Vi? Sekalian saja kamu bilang, kalau kamu itu Viona kekasih Reynaldi dan sekalian bilang kalau kamu akan menikah dan suruh wanita itu bercerai dari Reynaldi," cerocos Mama Ratih.


"Iya. Makanya Mama pengen cepat-cepat kalian menikah dan Reynaldi segera meninggalkan wanita itu," ujar Mama Ratih.


Dia tak tahu apa yang terjadi nanti, kalau Viona yang akan menjadi menantunya😊 Apakah Mama Ratih masih akan membanggakan Viona nantinya? 😒


"Untungnya Nisa tak membahas lagi. Kalau saja dia masih saja curiga, aku tak tahu lagi harus bicara apa," ucap Reynaldi dalam hati.


Reynaldi melihat Nisa sudah tertidur pulas dengan Khanza. Diam-diam Reynaldi menyelinap keluar untuk menemui sang Mama. Dia ingin bicara tentang kedatangan Viona tadi ke rumah.


"Mama sudah tidur belum ya?" gumam Reynaldi.


Reynaldi mencoba mengetuk pintu kamar mamanya secara perlahan. Dia takut kalau sampai terdengar istrinya. Untungnya sang Mama mendengar dan segera membuka pintu kamarnya.


"Kamu? Kenapa?" tanya sang Mama. Reynaldi kini sudah berhadapan dengan sang Mama.


Reynaldi langsung menerobos masuk ke kamar sang Mama, berniat mengobrol di dalam kamar mamanya.


"Ma, Rey mau tanya sama Mama. Kenapa si Mama tega banget mau menghancurkan rumah tangga anaknya sendiri? Kenapa Mama malah mengundang Viona ke rumah? Mama tahu tidak, tadi Nisa sudah hampir curiga. Kalau Nisa tahu, dan menceraikan Rey bagaimana?" cerocos Reynaldi meluapkan kekesalannya.


"Loh, bagus dong kalau seperti itu. Jadi tak perlu susah-susah menendang wanita itu dari rumah ini. Justru bagus kalau dia tahu, jadi kalian bisa segera cerai dan menikah sama Viona," sahut Mama Ratih membuat Rey merasa geram.


"Ternyata Mama tak pernah berubah ya? Kalau memang masih seperti itu. Ya sudah besok pagi Rey pergi membawa Nisa sama Khanza. Mah, dengerin ya! Rey memang cinta sama Vi, tetapi Nisa akan tetap menjadi istri pertama Rey sampai kapanpun. Karena dia adalah ibu dari anak Rey dan Rey sangat mencintainya. Rey enggak rela dia dimiliki laki-laki lain. Tolong mama pahami Rey. Rey akan nikahi Viona, tetapi status dia tetap hanya jadi yang kedua," ungkap Rey.


"Ya sudah iya. Mama tak akan mengganggu Nisa. Tapi kamu jangan pergi ya! Mama enggak mau kamu pindah dari rumah ini. Apa kamu tega meninggalkan mama kamu ini sendiri?" rayu Mama Ratih.


"Iya, Rey tidak akan pergi dari rumah ini. Asalkan Mama bantu Rey, agar Nisa tak curiga dengan hubungan Rey sama Viona. Rey akan menikahi Viona, biar dia tak selalu mengganggu Nisa," ungkap Reynaldi.


"Kamu pikir, mama akan menuruti permintaan kamu? Mama justru ingin segera kalian berpisah. Bagus deh kamu akan segera menikahi Viona. Semoga kamu bisa segera melupakan wanita itu," ucap Mama Ratih dalam hati.


Setelah berbincang dengan sang Mama, Reynaldi pamit untuk ke kamarnya lagi. Dia khawatir kalau Nisa terbangun dan mencari dirinya.


"Syukurlah istriku tidak bangun," ucap Reynaldi dalam hati. Saat melihat sang istri yang masih tertidur pulas.


Reynaldi akhirnya ikut naik ke ranjang dan tidur di sebelah istrinya. Dia memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Aku sayang sama kamu. Sampai kapanpun aku ingin selalu memeluk kamu seperti ini. Aku ingin menua bersama kamu. Semoga Allah memberikan kita anak lagi," ucap Reynaldi dalam hati.


Perlahan mata Reynaldi meredup, hingga akhirnya dia tertidur pulas. Momen kebersamaan seperti ini yang selalu dia rindukan.


"Bagaimanapun caranya aku harus segera meminta Rey untuk segera menikahi aku. Besok aku ingin bicara sama Mama tentang hubungan aku sama Rey. Agar Mama membantu aku bicara sama Rey untuk segera menikahi aku. Tak apalah jadi istri kedua. Perlahan, aku akan merebut Rey dari wanita itu. Aku akan membuat mereka benar-benar terpisah," ucap Viona menyeringai licik.